Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Setelah Beberapa Hari Melemah, Indeks Syariah Kembali Menguat.
Dream - Setelah dua hari berturut-turut melemah, indeks syariah akhirnya kembali ke jalur hijau. Dua indeks syariah menguat bersamaan penutupan perdagangan harian Bursa Indoensia Indonesia (BEI), Kamis 6 Juli 2017.
Pada papan perdagangan, Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI), yang menguat 0.96 poin (0.52%) ke level 185,833. Usai memerah di level 184,664, indeks ISSI bergerak naik turun dan menyentuh level tertinggi di 185,993 dan terendah di 184,6444.
Sama halnya dengan laju indeks keping biru syariah. Indeks Jakarta Islamic Index (JII) sore ini ditutup menguat 4,183 poin (0,56%) ke level 755,238.
Awalnya, indeks JII dibuka melemah di level 749,884. Namun aksi beli jelang penutupan, mendorong investor mengoleksi saham-saham bluechip syariah.
Meski bergerak menguat, transaksi perdagangan saham syariah justru mengalami penurunan. Dengan 24,65 juta saham yang beralihtangan, transaksi jual beli saham syariah mencapai Rp 3,13 triliun.
Pemodal asing juga meningkatkan aksi jual sahamnya. Nett sell asing meningkat menjadi Rp 121 miliar, lebih besar dari penutupan sebelumnya Rp 62 miliar.
Papan perdagangan saham ISSi dipenuhi saham-saham yang menghijau. Aksi beli investor sukses mendorong 105 emiten syariah ditutup menguat. Sisanya, 96 emiten ditutup melemah dan 70 lainnya bertahan stagnan.
Dilihat dari indeks sektoral, indeks infrastruktur menjadi penggerak utama perdagangan. Indeksnya naik 1,25 persen, diikuti oleh industri dasar 0,78 persen dan properti 0,75 persen.
Indeks sektoral yang melemah hanya dua, yaitu industri aneka yang turun 0,1 persen dan keuangan 0,19 persen.
Emiten-emiten syariah top gainer yang menarik hati investor adalah UNVR yang harga sahamnya naik Rp400, UNTR Rp275, SMGR Rp175, PTBA Rp150, dan TPIA Rp125.
Sebaliknya, emiten syariah top loser adalah ICBP yang harga sahamnya turun Rp150, SMRA Rp45, EXCL Rp40, AALI Rp25, dan INCO Rp25.
Dari pasar uang, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS justru melemah. Kurs rupiah ditutup di level Rp13.380 per dolar AS, turun 15 poin (0,11%).(Sah)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya