Asing Berbalik Lepas Saham, Indeks Syariah Mendekam Lemah

Reporter : Arie Dwi Budiawati
Selasa, 4 Juli 2017 16:53
Asing Berbalik Lepas Saham, Indeks Syariah Mendekam Lemah
Nilai investasi yang kembali ditarik pemodal asing hampir sama dengan dana yang kemarin dibenamkan.

Dream - Dua indeks syariah mendekam seharian di zona merah. Minimnya sentimen positif yang diperoleh pelaku pasar membuat investor menahan diri melantai di bursa saham.  

Pemodal justru mendapatkan sentimen negatif dari investor asing yang berbalik melakukan aksi jual saham. Emiten di sektor infrastruktur dan barang konsumsi mengalami koreksi paling besar.

Pada penutupan perdagangan harian Bursa Efek Indonesia, Selasa, 4 Juli 2017, Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) merosot 1,665 poin (0,89%) ke level 185,912. Indeks acuan saham syariah BEI ini tidak beranjak sama sekali dari zona merah.

ISSI dibuka melemah di level 187,025 dan sempat menyentuh posisi terendahnya di 185,593. 

Terpuruknya ISSI tak lepas dari kinerja buruk saham-saham unggulan syariah. Indeks Jakarta Islamic Index (JII) yang berisi bluechips syariah ditutup melemah 9,764 poin (1,28%) ke level 754,871. Indeks JII juga mendekam seharian di zona merah setelah dibuka melemah di level 760,880.

Transaksi perdagangan saham syariah di hari kedua usai libur lebaran ini kembali berkurang. Dengan 37,38 juta saham yang berpindahtangan, nilai transaksi jual beli saham syariah mencapai Rp 3,58 triliun. Turun dari posisi kemarin di Rp 4,99 triliun. 

Pemodal asing hampir menarik seluruh dananya yang kemarin digelontorkan di pasar saham syariah Indonesia. Asing mencetak nett sell hingga Rp 436 miliar. 

Mayoritas indeks sektoral " kebakaran" kali ini. Indeks infrastruktur dan barang konsumsi merosot paling tajam masing-masing turun 2,04 persen dan 1,25 persen.

Penguatan indeks industri aneka yang sebesar 0,03 persen dan properti 0,73 persen, tak mampu mengerem pelemahan perdagangan.

Ada lima emiten bluechip syariah terbesar yang menjadi pilihan investor untuk dikoleksi yaitu PTBA yang harga sahamnya naik Rp350, PTPP Rp130, TPIA Rp125, AALI Rp75, dan WIKA Rp30.

Sebaliknya, emiten JII top loser kali ini adalah UNVR yang harga sahamnya terkoreksi Rp700, LPPF Rp400, UNTR Rp350, AKRA Rp275, dan TLKM Rp200.

Di pasar uang, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS justru menguat. Pada penutupan perdagangan, rupiah menguat 17 poin (0.13%) ke level Rp13.351 per dolar AS.(Sah)

Beri Komentar