CONNECT WITH US!

Indeks Syariah Tak Kompak di Awal Pekan Jelang Lebaran

Reporter : Arie Dwi Budiawati | Senin, 19 Juni 2017 16:55
Dua Indeks Syariah Tidak Kompak Dalam Penutuan Perdagangan Hari Ini, Senin 19 Juni 2017.
Saham-saham bluechip syariah mengerek indeks JII.

Dream -Indeks syariah tak kompak menutup perdagangan di awal pekan jelang Lebaran 2017. Pada penutupan perdagangan harian Bursa Efek Indonesia, Senin 19 Juni 2017, Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) bergerak melemah tipis sedangkan Jakarta Islamic Index (JII) berhsil menguat.

Di awal pekan ini sepertinya investor berusaha mengoleksi saham-saham sebelum melakukan positioning jelang libur panjang Lebaran. Meski pemodal asing sudah mulai mengurangi aksi beli pada saham-saham syariah.

Indeks ISSI tercatat melemah 0,108 poin (0,06%) ke level 182,075. Indeks ini bergerak fluktuatif setelah dibuka menguat di level 182,447 dan menyentuh level tertinggi di 182,746. 

Sebaliknya, indeks JII ditutup menguat 0,353 poin (0,05%) ke level 734,021. Indeks berisi 30 saham unggulan syariah ini bergerak menghijau di level 735,279 pada awal sesi perdagangan dan menyentuh tingkat tertinggi di level 737,142.

Transaksi perdagangan saham syariah di awal pekan ini mencapai 53 juta saham dengan nilai Rp 3,07 triliun. 

Pemodal asing yang akhir pekan lalu melakukan aksi beli, kini mencoba menarik untung dengan melepas portofolionya. Nett buy asing sore ini menurun separuhnya dari Rp 157 miliar menjadi Rp 80 miliar. 

Mayoritas indeks sektoral menguat pada penutupan perdagangan hari ini. Kenaikan indeks tertinggi dicetak emiten sektor perdagangan yang menguat 0,85 persen, infrastruktur 0,84 persen, dan properti 0,64 persen.

Sebaliknya, ada empat indeks yang melemah, yaitu pertambangan yang terkoreksi 0,43 persen, industri dasar 0,60 persen, industri aneka 0,06 persen, dan manufaktur 0,1 persen.

Investor lebih suka menanamkan sahamnya di emiten keping biru syariah, SMGR yang harga sahamnya naik Rp300 , AALI Rp150, EXCL Rp70, SMRA Rp55, dan AKRA Rp50.

Sementara yang terkoreksi terbesar adalah TPIA yang harga sahamnya turun Rp1.000, disusul oleh UNVR Rp200, ICBP Rp75, UNTR Rp75, dan ADRO Rp40.

Dari pasar uang, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS naik 6 poin (0,05%) ke level Rp13.290 per dolar AS.(Sah)

Tatjana Saphira Bintangi Iklan Bareng Gong Yoo