Limbah Makanan di Indonesia Sangat Tinggi, Pastikan Lakukan 5 Hal Ini di Rumah
Berhenti Makan Gula Bikin Pusing dan Mudah Marah? Ini Cara Meredakan Gejalanya
Mengapa Sulawesi Dikenal dengan Nama Celebes? Begini Asal-usul Nama yang Dipakai Bangsa Eropa
Kebiasaan Sederhana Ini Disebut Bisa Bikin Pernikahan Lebih Kuat, Tak Perlu ke Gym
IHSG Dibuka Menguat ke Level 5.940 di Tengah Aksi Hati-Hati Investor
8 Tanda Tubuh Kebanyakan Kafein, dari Jantung Berdebar hingga Sulit Tidur
Jalan Kaki Bisa Bantu Turunkan Berat Badan, Ini 5 Cara Membuatnya Lebih Efektif
Apa yang Masih Bisa Dilakukan Manusia yang Tak Bisa Dilakukan AI?
Ilustrasi (Foto: Freepik.com/jcomp)
DREAM.CO.ID - SiteMinder merilis laporan terbaru bertajuk SiteMinder’s Changing Traveler Report 2026, yang menunjukkan riset wisatawan di berbagai negara. Turis Indonesia dinilai paling 'melek' dengan teknologi kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) dan paling antusias menyongsong liburan dibandingkan wisatawan negara lain pada tahun 2026.
SiteMinder merupakan platform riset konsumen di dunia terkait industri akomodasi melibatkan 12.000 wisatawan dari 14 negara, termasuk Indonesia, Thailand, Australia, Tiongkok, Prancis, India, Spanyol, Inggris, dan Amerika Serikat.
Temuan laporan menunjukkan temuan bahwa 51% wisatawan Indonesia memiliki ‘keinginan yang jauh lebih kuat’ untuk bepergian dalam setahun ke depan (tertinggi di dunia) meskipun kondisi global masih penuh ketidakpastian. Di kalangan milenial Indonesia, angka ini meningkat menjadi 57%.
Sebanyak 34% wisatawan Indonesia berencana bepergian ke luar negeri pada tahun 2026, 17% akan tetap bepergian di dalam negeri, dan 49% akan melakukan keduanya.

Jepang menjadi destinasi internasional paling diminati dengan 45%, disusul Singapura (28%) dan Korea Selatan (25%). Di dalam negeri, 69% akan berwisata ke Pulau Jawa, 27% ke Sumatra, dan 26% ke Bali dan Kepulauan Nusa Tenggara.
Selain itu, separuh wisatawan Indonesia (51%) akan bepergian bersama keluarga, sebuah tren konsisten yang menunjukkan bahwa wisatawan Indonesia merupakan salah satu yang paling berorientasi keluarga di dunia, sama dengan Singapura.

Laporan ini juga menunjukkan keterbukaan yang semakin besar WNI terhadap adopsi AI.
" Wisatawan Indonesia tercatat sebagai yang paling antusias dalam memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan (AI) untuk meningkatkan pengalaman menginap di hotel," demikian dikutip dari laporan.
Sebanyak 59% responden Indonesia menilai fitur paling menarik adalah rekomendasi instan, informasi terkait objek wisata lokal, dan pemesanan fasilitas hotel melalui concierge yang didukung AI.
Disusul oleh contactless check-in dan check-out sebesar 55%, teknologi kesehatan seperti sleep tracking dan pemantauan kualitas udara sebesar 53%, serta fitur ramah lingkungan sebesar 50%.
Dalam merencanakan perjalanan, tiga dari lima wisatawan Indonesia (60%) menyebut bahwa ringkasan ulasan hotel berbasis AI akan menjadi fitur paling bermanfaat tahun depan. Angka ini bahkan meningkat menjadi 63% di kalangan Gen Z. Pemantauan harga kamar dan informasi peringatan berada di urutan berikutnya dengan 56%, diikuti oleh perencanaan personal dengan 55%.
Wisatawan Indonesia akan mencari referensi akomodasi untuk perjalanan tahun 2026 terutama melalui online travel agency (OTA) atau situs pemesanan sebesar 38%, naik dari 25% di tahun lalu. Meskipun hanya 8% yang akan menggunakan asisten AI, angka ini merupakan yang tertinggi dibandingkan wisatawan dari negara lain.
Saat tiba waktunya memesan, wisatawan Indonesia tetap menjadi yang paling mungkin di dunia menggunakan OTA, mencapai 59%.
Advertisement
Limbah Makanan di Indonesia Sangat Tinggi, Pastikan Lakukan 5 Hal Ini di Rumah

IHSG Dibuka Menguat ke Level 5.940 di Tengah Aksi Hati-Hati Investor


Pertamina dan MedcoEnergi Ambil 10% Hak Partisipasi Sumur Gas di Kaltim Milik Eni S.p.A

Dibuka Menguat ke Level 6.109,32, IHSG Bergerak di 2 Zona pada Awal Perdagangan


Sering Merasa Orang Lain Tidak Menyukai Anda? Bisa Jadi Ini Hanya ‘Liking Gap’

Jika Guru Digaji Lebih Layak, Apakah Kualitas Pendidikan Indonesia Akan Meningkat?

Sudah Tidur 8 Jam tapi Tetap Lelah? Bisa Jadi Anda Kekurangan 7 Jenis Istirahat Ini


Limbah Makanan di Indonesia Sangat Tinggi, Pastikan Lakukan 5 Hal Ini di Rumah

Berhenti Makan Gula Bikin Pusing dan Mudah Marah? Ini Cara Meredakan Gejalanya

Mengapa Sulawesi Dikenal dengan Nama Celebes? Begini Asal-usul Nama yang Dipakai Bangsa Eropa