6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang
Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Royal Enfield Mejeng Di Indonesia Motorcycle Show (IMOS). (Foto: Dream.co.id/Ava Haprin)
Dream – Produsen sepeda motor Royal Enfield tak memasang target penjualan khusus dalam keikutsertaannya di pameran Indonesia Motorcycle Show (IMOS) 2018. Namun perusahaan berharap akan mendapatkan hasil terbaik di ajang ini.
Untuk memikat para bikers, produsen otomotif ini memamerkan motor kustom dengan mengambil basis adventure terbarunya, Royal Enfield Himalaya.
" Target khusus kami tentunya mau mendapatkan penjualan terbanyak. Kami tidak merencanakan target penjualan," kata Country Manager Royal Enfield Indonesia, Irvino Edwardly, di Jakarta Convention Center (JCC), Rabu 31 Oktober 2018.
Sekadar informasi, Royal Enfield memamerkan motor kustom yang berbasis SG-411 Himalaya. Produsen ini menggandeng builder Indonesia, Smoked Garage.
“ Smoked Garage meluncurkan karya terbaru mereka dengan konsep super capability yang terinspirasi oleh fungsi utama Himalaya yang menjadi motor serba guna yang didesain untuk segala medan,” kata Irvino.
Menurut Irvino, motor ini bisa digunakan untuk segala jenis medan, seperti gunung atau jalan raya.
" Posisi duduk yang tegak, suspensi yang handal, roda dibuat untuk jalan halus dan kasar dan handling motor yang gesit membuat Himalaya bisa digunakan segala medan,” kata dia.

Tidak menggunakan plastik untuk body, motor ini dirancang dengan bahan alumunium 3 mm dan one piece yang tidak terpisah. Kerusakan motor bisa dilihat hanya dengan ponsel, tak harus dari mesinnya. Motor ini dibuat sebagai global custom project oleh Royal Enfield.
Sayangnya, sepeda motor ini dirakit untuk menjadi inspirasi para pengendara sepeda motor dan tidak dijual.
Selain menghadirkan motor kustom, Royal Enfield juga menghadirkan lini sepeda motor dan koleksi perlengkapan serta aksesoris riding.
(Sah, Laporan: Ava Haprin)
Dream - Perusahaan motor tertua di dunia, Royal Enfield, menghadirkan motor modifikasi SG-411 Himalayan di ajang Indonesia Motorcycle Show (IMOS) 2018. Motor bergaya adventure ini punya tongkrongan garang dan futuristik.
" Ini karya motor custom yang berbasis dari motor yang belum lama kita luncurkan April lalu, Himalayan," ujar Irvino Edwardly, Country Manager Royal Enfield Indonesia di IMOS 2018 di Jakarta Convention Center, Jakarta, Rabu 31 Oktober 2018.
SG-411 Himalayan merupakan hasil kolaborasi salah satu builder asal Bali, Smoked Garage.
Mengusung konsep modifikasi super capability yang terinspirasi dari fungsi utama Himalayan, sebagai motor serbaguna mampu melintasi jalur ekstrem, namun tetap nyaman digunakan sehari-hari
Berbagai inovasi ditambahkan dalam SG-411 Himalayan, seperti bodi aluminium yang dibuat dengan tangan menyusuri frame dan rider. Shock juga telah direposisi sehingga menghadirkan fungsi yang lebih andal.

" Posisi duduk yang tegak, supsensi handal, roda dibuat untuk jalan halus dan kasar, handling motor yang gesit membuat SG-411 Himalayan bisa digunakan segala medan," kata Irvino.
Penggunaan kelir hijau zaitun, hitam, dan jingga pada yang lazim digunakan militer, membuat 'kuda besi' ini terlihat ciamik di jalanan kota maupun jalur trail. Sayangnya, motor ini tidak dijual untuk umum.
" Motor ini merupakan bagian dari Global Custom Project Royal Enfield yang bekerja sama dengan berbagai builder di seluruh dunia, untuk memberikan inspirasi kepada pengguna motor di seluruh dunia."
(ism, Laporan: Ava Haprin)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
