6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang
Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Gigi Hadid Jadi Sampul Majalah Vogue. (Sumber: Thenational)
Dream - Model ternama asal Amerika Serikat, Gigi Hadid tampil memukau dalam salah satu sampul majalah fashion terkenal dunia, Vogue.
Sampul majalah yang menampilkan Gigi dianggap sebagai 'salah satu yang terbaik sepanjang masa'. Dalam sampul itu, Gigi terlihat mengenakan jilbab separuh wajah.
Mendapat apresiasi dari fashionista, gaya Gigi justu sempat memicu kontroversi. Bukan karena gayanya, banyak orang yang mempertanyakan keputusan Vogue memilih Gigi sebagai model yang mewakili wanita Arab.
Mohieb Dahabieh, salah seorang direktur Vogue Arabia, menjelaskan keputusan meluncurkan edisi terbaru yang menampilkan Gigi mengenakan penutup kepala di bagian sampul depan dan hijab di bagian dalam majalah terinspirasi dari penggunaan burqa yang terus menjadi perdebatan di Eropa.

" Secara visual, tidak diragukan lagi, ini adalah salah satu sampul Vogue terbaik sepanjang masa. Tetapi nilai sentimental yang membebani dunia Arab membuat semuanya menjadi lebih ikonik dan transenden. Ini membuat kami bangga,” kata Pria keturunan Suriah yang bekerja untuk Vogue Arabia yang berbasis di Dubai itu.
" Dan bagi saya pribadi, sampul itu membuat saya bangga seperti halnya editor-in-chief Deena Aljuhani Abdulaziz,”
" Visi utama Deena adalah untuk menampilkan mendiang Zaha Hadid (aktivis wanita dari Irak) bersama Gigi," kata Dahabieh.
" Deena ingin menampilkan dua wanita yang sadar dan bangga dengan identitas Arab mereka. Untuk menunjukkan keragaman wanita Arab, dari yang berambut cokelat dari Teluk hingga yang pirang dari Suriah dan seterusnya,"
" Pekerjaan seorang editor Vogue adalah untuk menemukan keseimbangan antara masa depan fashion dan apa yang ada sekarang," jelas Dahabieh.
Dia menyatakan bahwa masalah politik dan ekonomi telah mendorong orang-orang untuk melihat budaya lain dalam mencari inspirasi desain dan arsitektur.
Menurut Dahabieh, sampul majalah mode terbaru itu diterima dengan baik oleh pembaca dan komentator fashion.
Beberapa pengguna media sosial mengklaim Gigi 'menggunakan jilbab sebagai pernyataan fashion'.
© Dream
Namun tidak sedikit yang mengklaim model cantik berusia 21 tahun itu hanya memanfaatkan identitasnya yang keturunan Palestina.
Meski Gigi sendiri belum pernah secara terang-terangan mengakui garis keturunannya itu secara resmi di depan publik.
Gigi lahir di California dari seorang ibu keturunan Belanda-Amerika dan seorang ayah Muslim keturunan Palestina-Amerika bernama Mohammed Hadid.
Menjelang rilis majalah tersebut di Timur Tengah pada hari Minggu depan, Gigi menulis betapa bangganya dia menjadi bagian dari proyek ini.
" Menjadi setengah Palestina, itu berarti peluang bagi saya untuk berada di sampul @voguearabia untuk pertama kalinya, dan saya berharap bahwa majalah ini akan menampilkan sisi lain dari keinginan industri fashion untuk terus menerima, merayakan, dan menyatukan semua orang dan adat istiadat,"
Pendapat dari masyarakat Arab terbagi menjadi dua..
© Dream
Tala Bitar, 23 tahun, adalah seorang desainer Muslim asal Yordania yang berbasis di Dubai. Meski mengaku penggemar Gigi, perasaannya terbagi setelah mendengar pilihan model majalah kelahiran Los Angeles itu.
" Gigi selalu mewakili dirinya sebagai setengah Arab dan bangga akan hal itu. Tapi saya juga berpikir dia bukan model yang yang pantas mewakili dunia Arab," katanya.
" Mereka bisa memilih seseorang yang mewakili dunia Arab dengan cara yang jauh lebih baik."
Sementara itu, pengarah gaya berbasis di Dubai, Teresa Karpinska, yang bekerja dengan model dan merek dari Cartier untuk Chanel, merasa terkejut dengan pengakuan Gigi yang setengah Palestina.
Karpinska sendiri pernah bertemu dengan Gigi dan menilai wanita itu adalah sosok yang benar-benar baik dalam lisan, rendah hati, gaul dan tampaknya memiliki kepribadian bagus.
Tapi dia sendiri terkejut dengan pengakuan Gigi tentang warisan budaya Arab yang mengalir di darahnya.
" Tidak sekali pun aku pernah mendengar dia menyebut atau bertindak bahwa dia keturunan Arab selama mengikutinya di media sosial.
" Ya, aku cukup terkejut ketika aku melihat dia menulis tentang itu dengan penuh penghormatan. Karena itu adalah pertama kalinya dia pernah menyebutkannya," kata Karpinska.
(Sah/sumber: the national)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
