Ada Bukti DPR Tak Pernah Bahas Pasal 18 Ayat 3 PKPU
Dua Survei, Dua Wajah Kepuasan pada Pemerintah
Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya
AXIS Nation Cup 2026 Hadirkan Grand Final Futsal Pelajar, Laga Para Juara dengan Panggung Musik di Istora Senayan
Anak Ditinggal Sendirian saat Masih Kecil, Di Mana Batas Kebebasan dalam Pola Asuh?
Benarkah Sarden Kalengan Bukan Makanan Olahan? Ini Penjelasannya
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%
Restoran Kawajin/ Foto: Google Map
Dream - Sudah hampir satu tahun virus Covid-19 melanda seluruh negara. Efeknya sangat berdampak pada bisnis kuliner, terutama restoran lawas yang menyajikan hidangan klasik.
Sebuah kabar menyedihkan datang dari Jepang. Kawajin, restoran klasik yang sudah ada sejak zaman Edo berusia 231 tahun ditutup. Hal ini karena restoran yang berlokasi di distrik Shibamata Tokyo itu kehilangan pelanggannya.
Didirikan pada 1790, selama periode Edo (1603-1868) ketika klan samurai tersebar di seluruh Jepang dan negara tersebut diperintah oleh kaum feodal, Kawajin selalu masuk daftar tempat makan ternama di Jepang. Penulis ternama Jepang, Natsume Soseki pernah mengabadikan nama Kawaji dalam novelnya pada 1912, yang berjudul " To the Spring Equinox" .
Restoran ini juga dikenal sebagai lokasi perjamuan pernikahan untuk sebuah adegan di Otoko wa Tsurai Yo – sebuah serial film Jepang populer sekitar 1969-1995. Dengan sejarah yang begitu panjang, penutupan Kawajin jadi berita sedih bagi banyak orang.
Tempat makan ini memiliki menu khas ikan air tawar, seperti ikan mas dan belut, berupa kabayaki, belut mentega dengan saus manis yang disajikan di atas nasi dalam kotak persegi panjang. Tidak banyak restoran yang memiliki sejarah panjang dalam menyajikan hidangan air tawar di Jepang.

Restoran Kawajin/ foto: Twitter
Kepala restoran yang merupakan generasi kedelapan, Kazuki Amamiya, mengatakan dia tidak punya pilihan selain menutup restoran karena penurunan pelanggan yang disebabkan oleh pandemi. Pria berusia 69 tahun itu mengatakan ia sangat menyesali penutupan itu. Sebelumnya, ia telah memotong biaya utilitas dan memanfaatkan dukungan pemerintah, tapi kondisinya tak dapat keluar dari situasi keuangan yang mengerikan.
“ Sayang sekali saya tidak bisa mempertahankan tongkat estafet dari generasi sebelumnya, itu berakhir dengan generasi saya," ungkap Amamiya.
Restoran bersejarah akan tutup secara resmi pada 31 Januari 2021. Duh, sedihnya.
Sumber: Soranews
Advertisement
Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Dua Petani Indonesia Masuk Daftar 100 Pahlawan Perempuan FAO

Sepucuk Surat MSCI Bikin Rontok Bursa Saham RI


5 Kebiasaan Setelah Makan Malam yang Bisa Membantu Menjaga Gula Darah Semalaman

8 Kombinasi Makanan yang Bisa Membantu Tubuh Menyerap Lebih Banyak Nutrisi

5 Negara Paling Beragam Secara Etnis di Dunia, Nomor 1 Punya Lebih dari 800 Bahasa

8 Kebiasaan yang Diam-Diam Bisa Merusak Kesehatan Jantung Menurut Ahli



Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya