Fakta di Balik Kaftan yang Belum Diketahui Banyak Orang

Reporter : Ratih Wulan
Senin, 22 Mei 2017 15:15
Fakta di Balik Kaftan yang Belum Diketahui Banyak Orang
Ternyata, dulunya kaftan menjadi hadiah mewah untuk pejabat penting atau jenderal.

Dream - Kaftan selama ini dikenal identik dengan para Muslimah. Tanpa kita sadari, pakaian berpotongan loose ini punya sejarah sendiri.

Jenis pakaian ini ternyata merupakan simbol eksotisme dan gaya hidup bohemian. Kaftan begitu dekat dengan kebudayaan Timur Tengah.

Dilansir dari Vogue Arabia, sebenarnya kaftan merupakan pakaian berpotongan sempit berbentuk jubah panjang. Pakaian ini dilengkapi dengan lengan panjang namun didesain dengan kerah terbuka.

Beberapa model di antaranya ada yang dilengkapi dengan kancing hingga ke bagian bawah. Sedangkan, untuk busana yang lebih tebal tanpa lengan kerap dikenal sebagai abaya.

 Vogue Arabia© dream.co.id

Nama 'kaftan' sendiri berasal dari Bahasa Persia, yang mengadopsi gaya berbusana masyarakat Ancient Mesopotamia. Sultan-sultan Dinasti Ottoman dari abad 14 hingga 18 selalu mengenakan pakaian ini dilengkapi ornamen mewah.

Dulunya, kaftan juga menjadi hadiah mewah bagi pejabat penting atau jenderal. Pakaian ini kerap digunakan para pria dan wanita di dataran tinggi Iran, Afrika Utara, hingga Afrika Barat yang beriklim panas.

Sileut simpel menjadi semacam 'ventilasi' yang dapat membantu menurunkan suhu tubuh. Kebanyakan kaftan dibuat dari material berbahan seperti sutra, wol, kapas yang diikat menjadi seperti selempang.

Berbeda dengan tradisi di Eropa dan Amerika Utara, kala itu kaftan hanya dikenakan oleh sejumlah kecil pelancong yang eksentrik. Mereka membawa gaya itu setelah kembali dari ekspedisi eksotis sebagai bagian dari mode orientalisme dan inferior Turki selama abad ke-19.

 Vogue Arabia© dream.co.id

Baru pada awal 1950-an hingg 1960-an, gaya pakaian ini mulai muncul sebagai pilihan fashion mewah. Perancang coutelier Perancis, termasuk Cristian Dior dan Balenciaga mengadaptasi gaya ini menjadi tren fashion di Eropa.

Mereka menerjemahkan kaftan dalam bentuk baru berupa gaun malam yang longgar menyerupai jubah. Gaun itu dipadu dengan celana panjang di dalamnya.

Mengikuti tren perkembangan fashion yang selalu berputar, kaftan kembali naik daun pada 1996. Brand fashion kenamaan, Gucci, merilis kaftan sebagai koleksi musim semi.

Perancang busana seperti Temperley dan Matthew Williamsn, terus berupa menghadirkan ulang gaya bohemian di dalam siluet kaftan. Upaya itu menarik perhatian Naeem Khan dan Elie Saab untuk memakainya di ajang Red Karpet.

Pada saat itu mereka mengenakan kaftan berhias manik-manik dan bordir sangat mewah. Namun begitu, tak mengurangi kenyamanan dan kemodisan yang menarik untuk seluruh wanita di dunia.

Beri Komentar