6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang
Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
(c)Shutterstock
Siapa sih yang nggak ingin punya rumah sendiri? Apalagi jika hunian tersebut bagikan dari mimpi sejak lama. Namun, untuk benar-benar mewujudkannya, terlebih dulu kamu perlu bikin rencana yang matang. Setelah itu, dilanjutkan dengan menabung untuk membayar DP, melunasi cicilan KPR selama beberapa tahun, hingga perlu mengisi rumah dengan beragam perabotan agar nyaman dan layak dihuni. Bahkan, kadang masih perlu beberapa biaya lagi untuk melakukan perbaikan maupun perawatan rumah.
Bayangkan saja, untuk memiliki rumah di dunia yang sesuai harapan, perlu waktu yang panjang. Maka nggak ubahnya dengan hunian di dunia, rumah di akhirat pun juga perlu disiapkan dari sekarang. Lantas, bagaimana cara untuk menyiapkannya?
Kamu bisa mengandalkan wakaf. Lebih lanjut berikut beberapa cara yang perlu kamu lakukan untuk menyiapkan rumah akhirat lewat wakaf.

Sebagian besar umat Muslim biasanya memahami jika wakaf biasanya dilakukan dengan wakaf masjid. Hal sebagaimana hadist yang disampaikan Imam Bukhari dan Muslim:
" Barang siapa yang membangun masjid karena Allah, niscaya kelak di surga Allah akan membangunkan rumah untuknya." (HR. Bukhari dan Muslim)
Kenyataannya, wakaf nggak hanya disalurkan lewat pembangunan masjid saja, karena wakaf juga bisa disalurkan dalam bentuk amal jariyah yang pahalanya terus-menerus mengalir selama masih bisa dimanfaatkan, sebagaimana hadist Imam Muslim:
" Apabila anak Adam (manusia) wafat, maka terputuslah semua (pahala) amal perbuatannya kecuali tiga macam perbuatan, salah satunya yaitu sedekah jariyah..." (HR. Muslim)
Nah, untuk mengawali itu semua, kamu perlu menentukan target waktu berwakaf. Misalnya, untuk membangun sebuah masjid, kamu perlu menabung dana wakaf. Tentukan dulu berapa lama dana tersebut akan tercapai, agar wakaf masjid benar-benar bisa direalisasikan. Dengan begitu, kamu pun secara nggak langsung sudah selangkah lebih pasti menyiapkan rumah akhirat.

Supaya lebih matang, kalkulasikan seberapa besar uang yang perlu dialokasikan setiap bulannya untuk dana wakaf. Kamu bisa menganggarkan atau membaginya dari pemasukan bulanan. Meski sedikit demi sedikit, tetapi jika bisa disisihkan secara pasti, maka dana wakaf untuk menyiapkan rumah akhirat juga akan lekas terkumpul. Terlebih menurut hadist Imam Tirmizi, beramal untuk kehidupan setelah kematian bagian dari cara menjadi orang paling bijak.
" Orang yang paling bijak adalah orang yang selalu mengendalikan hawa nafsunya dan beramal untuk kehidupan setelah kematian…" (HR. Tirmizi)

Mungkin nggak semua orang bergelimang harta, tetapi jangan berkecil hati jika kamu nggak memiliki banyak harta. Sebab, kamu masih bisa merealisasikan dana wakaf dengan menabung semampunya, yang paling penting konsisten. Karena banyak atau sedikit, selama niatnya benar, Rasullullah pun menjamin rumah di akhirat. Selain itu, akhlak yang bagus juga bisa menjadi investasi untuk membangun rumah di akhirat sebagaimana yang disampaikan Nabi Muhammad SAW:
" Aku memberikan jaminan rumah di surga yang tinggi bagi orang yang bagus akhlaknya." (HR. Abu Daud, no. 4800)

Sementara apabila kamu sudah mengumpulkan dana wakaf, atau bahkan sudah terealisasi dalam bentuk bangunan masjid misalnya, maka jangan cepat merasa puas dulu. Sebagaimana pesan Rasullullah, sedekah termasuk berwakaf itu sebenarnya nggak ada batasnya. Sebab, layaknya berinvestasi, semakin besar wakaf yang dilakukan, maka semakin besar pula jaminan pahala yang mengalir hingga setelah meninggal nanti.
Imam Bukhari pun menjelaskannya secara gambling dalam sebuah hadist:
" Wahai sekalian manusia, sesungguhnya Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: Seandainya manusia diberi lembah penuh dengan emas, maka ia masih menginginkan lembah yang kedua semisal itu. Jika diberi lembah kedua, ia pun masih menginginkan lembah ketiga. Perut manusia tidaklah akan penuh melainkan dengan tanah. Allah tentu menerima taubat bagi siapa saja yang bertaubat." (HR. Bukhari no. 6438)
Itulah beberapa cara menyiapkan rumah akhirat lewat berwakaf, selama ada niat dan sungguh-sungguh, selalu ada jalan untuk mendulang pahala yang mengalir secara terus menerus. Yuk, mulai berwakaf dari sekarang!
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
