4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Ada Bukti DPR Tak Pernah Bahas Pasal 18 Ayat 3 PKPU
Dua Survei, Dua Wajah Kepuasan pada Pemerintah
Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya
AXIS Nation Cup 2026 Hadirkan Grand Final Futsal Pelajar, Laga Para Juara dengan Panggung Musik di Istora Senayan
Anak Ditinggal Sendirian saat Masih Kecil, Di Mana Batas Kebebasan dalam Pola Asuh?
Benarkah Sarden Kalengan Bukan Makanan Olahan? Ini Penjelasannya
Foto: Pixabay.com
Dream - Sahabat Dream mungkin terbiasa menganggap enteng penyakit flu atau influenza. Banyak orang memilih tetap beraktivitas seperti biasa jika tidak ada gejala yang memberatkan seperti bersin dan sedikit demam.
Atau kalau sudah mulai meriang, pusing, sampai diare, biasanya kita mengobatinya sendiri dengan obat yang dibeli bebas. Padahal, tak semua penyakit dengan gejala flu bisa tuntas hanya dengan obat semata.
Flu sendiri merupakan salah satu infeksi virus yang bisa menjurus berbagai penyakit lain, mulai dari gejala penyakit ringan hingga komplikasi penyakit berat.
World Health Organization (WHO) mencatat, setidaknya ada 290.000-650.000 orang yang meninggal akibat virus influenza. Hal ini bisa terjadi ketika penyakit influenza telah mencapai tahap komplikasi.
Ada berbagai jenis komplikasi flu seperti pneumonia, infeksi telinga, infeksi sinus, atau kondisi yang jauh lebih serius, seperti gagal jantung kongestif, asma, atau diabetes seperti ditulis Center of Disease Control and Prevention.
Semua punya risiko untuk terkena komplikasi flu. Namun, orang dengan usia lanjut atau 65 tahun ke atas, orang dengan kondisi medis kronis (seperti asma, diabetes, atau penyakit jantung), wanita hamil, dan anak-anak di bawah 5 tahun, memiliki risiko terbesar untuk terkena komplikasi flu.
Lantas, bagaimana cara mencegah terjadinya komplikasi flu?
Menurut WHO, banyak hal yang bisa dilakukan untuk mencegah terjadinya flu. Seperti mencuci tangan secara rutin, menutup mulut dan hidung ketika batuk atau bersin dengan tisu, istirahat cukup ketika merasa tidak enak badan, pusing, atau gejala flu lainnya.
Kemudian, hindari kontak dengan orang sakit dan hindari menyentuh mata, hidung, atau mulut. Serta lakukan vaksinasi flu setahun sekali.
Vaksinasi flu terbukti efektif dan telah digunakan selama 60 tahun. Idealnya, vaksinasi flu dilakukan setiap satu tahun sekali, hal ini dianjurkan untuk meng-update kondisi imun agar tetap kuat.
Vaksinasi flu, disarankan untuk semua orang, khususnya bagi wanita hamil, anak usia 6 bulan-5 tahun, lansia di atas 65 tahun, orang dengan penyakit kronis dan tenaga medis.
Vaksin flu yang tersedia di Indonesia sendiri, yakni vaksin flu kuadrivalen dan vaksin flu trivalen. Vaksin influenza kuadrivalen adalah vaksin yang mengandung dua subtipe virus influenza A dan dua subtipe virus influenza B.
Vaksin ini dibuat untuk meningkatkan perlindungan terhadap virus influenza B yang tidak tercakup oleh vaksin trivalen. Dengan vaksin flu kuadrivalen perlindungan terhadap virus flu lebih lengkap dan luas.
Vaksinasi flu tidak hanya melindungi diri sendiri, namun juga dapat melindungi orang-orang yang kita sayangi. Segera konsultasi ke dokter, untuk mendapatkan vaksin flu. Vaksinasi flu bisa didapatkan di berbagai rumah sakit, klinik, dan institusi medis lainnya.
Namun, jika belum sempat pergi ke dokter tapi ingin tahu berita seputar flu dan vaksinasi, Sahabat Dream dapat mengikuti akun Instagram @kenapaharusvaksin.
Advertisement
Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Dua Petani Indonesia Masuk Daftar 100 Pahlawan Perempuan FAO

Sepucuk Surat MSCI Bikin Rontok Bursa Saham RI


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele

Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
