7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Memiliki Kulit Sehat. (Source: Shutterstock)
Dream - Masalah kulit bisa muncul saat naik pesawat. Kelembapan udara yang rendah di dalam pesawat membuat kulit lebih kering.
Kondisi tersebut justru memicu produksi minyak berlebih dan membuat kulitmu terasa lengket, kurang nyaman, serta berpotensi menyebabkan jerawat maupun komedo.
Ahli Kecantikan, Sharlena Hassani juga mengungkapkan kulit bisa terlihat kusam saat berada di ketinggian karena dekat dengan paparan sinar UV serta kurangnya aliran darah pada kulitmu.
Banyaknya masalah kulit yang dialami saat di pesawat membuat pemakaian skincare semakin penting. Hassani sendiri menyarankan pemakaian skincare sebelum naik pesawat untuk mencegah kulit kering serta masalah lainnya. Dilansir dari Skincare.com, berikut tips skincare saat naik pesawat.

Foto: Shutterstock
Gunakan pembersih wajah yang mampu melembapkan dan membersihkan kulit secara ekstra, jadi kulitmu tetap lembap setelah dibersihkan. Lanjutkan dengan pemakaian serum vitamin C untuk mencegah dampak buruk radikal bebas.
Kunci kelembapan kulit dengan pelembap dan gunakan krim mata serta tabir surya untuk memaksimalkan perlindungan kulitmu selama di pesawat.
Jaga kesehatan dan kelembapan kulit dengan memakai lip balm, hand cream, dan tabir surya. Aplikasikan tabir surya setiap 2 jam sekali dan tutup jendela pesawat untuk meminimalisir dampak buruk paparan sinar matahari.
Kamu bisa menggunakan produk yang mengandung peptide, ceramide, dan antioksidan untuk menjaga kelembapan kulit. Jangan lupa minum air putih untuk memaksimalkan pemakaian skincare.
Laporan Hany Puspita Sari
Dream - Kolagen adalah satu protein yang berasal dari rantai asam amino yang menyusun 30% protein di tubuh. Walaupun bisa ditemukan di tubuh secara alami, bertambahnya usia bisa menyebabkan berkurangnya produksi kolagen di tubuh.
" Selain faktor usia, produksi kolagen pada tubuh dapat menurun karena beberapa hal eksternal, contonya seperti paparan radiasi sinar ultraviolet (UV) dalam jangka panjang yang dapat mempercepat proses penuaan,” ujar Dr. Yessica Tania, Dokter Estetika dan Konten Kreator, dalam acara Peluncuran Buavita Korean White Peach, Jakarta, 10 Maret 2023.
Kesehatan kulit bisa terjaga salah satunya dengan menjaga kandungan kolagen di tubuh. Tercukupinya kandungan kolagen dalam tubuh akan bantu membuat kulit tetap lembap dan elastisitasnya terjaga, yang nantinya berpengaruh pada penuaan di kulit.
“ Dengan berkurangnya kandungan kolagen pada tubuh, semakin lama akan menyebabkan elastisitas kulit berkurang, kulit kendur, dan muncul kerutan,” ungkap dr. Yessica Tania.

Karena kandungan kolagen punya peran yang penting untuk kulit, kita harus menjaga kadar kolagen dalam tubuh. Banyak cara yang bisa dilakukan untuk membuat level kolagen dalam tubuh tetap stabil.
Salah satu caranya adalah mengatur gaya hidup seperti memperhatikan apa yang masuk ke dalam tubuh. " Termasuk makanan yang mengandung protein, vitamin A, C dan E seperti buah dan sayur yang dapat divariasikan dalam bentuk jus, seta dimaksimalkan dengan gaya hidup sehat,” ujar dr. Yessica.
Untuk memenuhi kebutuhan perempuan Indonesia akan minuman kolagen, Buavita merilis minuman dengan kolagen yang tinggi, yaitu Buavita Korean White Peach. Hadir dalam kemasan 245 ml.

Penasaran kandungan di dalamnya? Mengandung 1.000 mg kolagen serta 100% vitamin C. Bisa dicoba untuk memenuhi kebutuhan kolagen tubuh.
Advertisement
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?