5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun
6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang
Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
Anak Ke Sekolah (Foto: Shutterstock)
Dream - Liburan sekolah tahun ajaran sekarang memang cukup panjang, sekitar 1 bulan. Libur lebaran yang digabung dengan libur kenaikan kelas. Ada yang masuk kembali pada 16 Juli kemarin atau sebelumnya.
Untuk anak yang masih di tingkat taman kanak-kanak, membangun rutinitas sekolah lagi setelah libur cukup panjang mungkin akan sedikit sulit. Terutama anak yang jam tidurnya berubah, tidur agak malam dan bangun agak siang.
Pastikan anak tidur dengan cukup. Pasalnya saat masih mengantuk lalu dimandikan dan ke sekolah. Ia bisa mogok dan mengamuk.
Ajak anak banyak bermain di luar rumah sehari sebelum masuk sekolah. Biarkan ia main sepeda, bola atau berlarian. Hal ini agar menguras tenaganya, sehingga ia lelah dan tidur lebih cepat.
Saat bangun keesokan harinya tubuhnya pun jadi lebih segar. Anak jadi lebih siap secara fisik dan psikologis dengan rutinitas baru.
Ceritakan juga padanya kalau di sekolah akan kembali bertemu teman-teman baru dan guru-guru yang baik hati. Biasanya anak akan sedikit gugup atau takut, terutama jika berada di lingkungan yang baru.
" Menceritakan kondisi sekolah bisa membantu anak mengurangi rasa gugupnya. Jawablah pertanyaannya, jika ia penasaran. Pastikan memberi jawabannya yang menenangkannya," ujar Williams.
Untuk membuat anak bersemangat kembali ke sekolah adalah mengajaknya menyiapkan perlengkapan. Hal ini akan mengingatkannya kembali keseruan di sekolah.
" Botol minum, tempat makan, tas, kaus kaki, serta perlengkapan sekolah lain, biarkan si kecil yang memilihnya. Bisa juga mengajaknya membeli perlengkapan baru yang disukainya," ujar Rachel Williams, seorang psikolog anak.
Saat di sekolah dan ia tak menangis atau rewel, jangan lupa berikan pujian. Hal tersebut biasanya akan membuat anak jadi lebih percaya diri.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun

6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?