Daun Pepaya.
Dream - Banyak jenis nyamuk yang membawa penyakit mematikan serta berbahaya. Bahkan mereka dapat menularkan banyak orang dengan bakteri yang ada di tubuh manusia. Nyamuk pembawa penyakit seperti malaria, virus West Nile, kaki gajah, demam berdarah, dan demam kuning.
Di negara tropis seperti Filipina, nyamuk cenderung hidup dalam jumlah besar, dan menyebarkan penyakit demam berdarah.
Nyamuk tertarik untuk menghisap orang yang memancarkan asam laktat, yang hadir dalam keringat. Dengan ini, orang di negara-negara tropis lebih berisiko terinfeksi.
Diperkirakan ada 390 juta orang yang terkena demam akibat gigitan nyamuk. Untungnya sudah banyak obat-obatan yang bisa menyembuhkan. Namun, tahukah kamu bahwa ada bahan alami yang bisa menyembuhkan penyakit akibat gigitan nyamuk?
Ya, di Filipina, ekstrak daun pepaya banyak digunakan untuk pengobatan demam berdarah, bahkan sudah diakui oleh otoritas lembaga kesehatan mereka.
Berikut ini cara membuat minuman dari ekstrak daun pepaya untuk menyembuhkan penyakit akibat gigitan nyamuk pembawa bakteri.
- Ambil daun pepaya yang segar dan hijau
- Cuci daun tersebut dengan air mengalir, kemudian potong-potong
- Batang daun diperlukan juga tetapi hanya sedikit
- Ambil 50gram daun pepaya dan tambahkan 50ml air serta 25gram gula
- Nyalakan air dan rebus
- Aduk hingga menjadi bubur daun pepaya dan matikan kompor kemudian dinginkan
- Peras daun pepaya dan ambil sarinya dan siap dikonsumsi
(sumber: www.viral4real.com)
Advertisement
Seluruh Sektor Kompak Menguat, IHSG Tancap Gas di Penutupan Sesi I

Refuse Derived Fuel (RDF), Saat Sampah Jadi Bahan Bakar Alternatif

Perusahaan Milik Orang Terkaya Indonesia Bakal Rekrut 1.000 Pegawai Baru

Sempat Terpeleset 20 Menit, IHSG Bergerak Menguat di Paruh Pertama Perdagangan

Sosok 2 Orang Terkaya Indonesia yang Masuk Wantimpres Presiden Prabowo


5 Cara Membantu Tubuh Mengeluarkan Mikroplastik, Bisa Dimulai dari Konsumsi Makanan Bergizi

Alkimia: Ilmu Kuno yang Dipelajari Berabad-Abad, Adakah Hubungannya dengan Kimia Modern?

Teh Panas atau Es, Mana yang Lebih Banyak Mengandung Antioksidan?

Benarkah Uang Bisa Membeli Kebahagiaan? Studi Ungkap Jawabannya Tak Sesederhana Itu


Bahlil Lahadalia: Dulu Sopir Angkot, Kini Setir Dua Pos Menteri
