Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Bagaimana Caranya Agar Performa Kendaraan Tetap Optimal? (Foto: Ilustrasi)
Dream – Dalam beraktivitas sehari-hari di tengah kondisi pandemi COVID-19, mobil pribadi masih tetap menjadi pilihan utama. Meski pengelola trasportasi umum memastikan menjalankan protokol kesehatan dengan ketat, para pemilik mobil umumnya merasa lebih aman mengendarai kendaraan sendiri saat harus bepergiaan.
Dengan intensitas penggunaan yang semakin meningkat, tentu pemilik kendaraan ingin agar mobil mereka senantiasa dalam kondisi optimal.
Lantas, bagaimana caranya agar performa mobil, termasuk Daihatsu, tetap oke?
Dikutip dari keterangan tertulis Daihatsu, langkah pertama untuk menjaga kinerja mobil tetap optimal adalah menggunakan bahan bakar berkualitas, yaitu bahan bakar tanpa timbal.
Executive Coordinator Technical Service Division PT Astra Daihatsu Motor (ADM), Bambang Supriyadi, memstikan kendaraan Daihatsu telah memenuhi standar emisi EURO-4 bisa memberikan performa yang terbaik.
“ Menggunakan bahan bakar dengan RON yang tepat dapat menjaga kebersihan ruang bakar mesin dan dan turut menjaga kebersihan lingkungan dari polusi,” kata Bambang di Jakarta.
Yang kedua, menerapkan teknik mengemudi eco-driving. Sebelum berkendara, kamu tak memerlukan pemanasan mesin yang lama. Cukup menunggu beberapa saat hingga semua lampu indikator di meter kombinasi padam.
Setelah RPM stabil, baru hidupkan AC. Jangan lupa mengatur suhu AC ideal di ruang kabin. Matikan mesin dan buka jendela secukupnya untuk sirkulasi udara saat menunggu jangka panjang di mobil.
Hindari akselerasi dan pengereman mendadak. Berkendaralah sehalus mungkin dan jaga perpindahan gigi sesuai dengan torsi yang diinginkan dengan range RPM di putaran 2 ribu-3 ribu.
Jangan lupa untuk menjaga jarak dengan kendaraan lain dan menggunakan engine brake untuk deselerasi di jalan turunan dan sebelum tikungan. Manfaatkan momentum akselerasi saat menanjak.
Selanjutnya, hindari penggunaan zat aditif pada bahan bakar yang dijual di pasar. Pada umumnya, zat aditif ini ditawarkan dengan meningkatkan nilai oktan untuk menggenjot performa mesin dan mengurangi knocking.
Tapi, perlu diingat, zat aditif ini mengandung zat kimia yang tak sesuai dengan kondisi mobil. Dalam jangka panjang, ini bisa merusak tangki bensin, fuel pump, dan mesin.
Tak hanya itu, zat tersebut bisa mengacaukan sistem kontrol emisi. Akibatnya, gas buang yang dihasilkan tidak sesuai dengan standar.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya