Ilustrasi (Foto: Shutterstock)
Dream - Sariawan seringkali dikaitkan dengan kondisi fisik yang kekurangan vitamin atau zat besi. Nyatanya, gangguan mulut satu ini juga bisa menggambarkan kondisi psikologis seseorang.
Perwakilan Pengurus Besar Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PDGI), drg. Rahmi Amtha, mengungkap sariawan biasanya menyerang jaringan mulut (mukosa). Salah satu pemicunya adalah stres atau ketika kondisi psikologis yang tidak stabil.
" Sariawan disebabkan oleh berbagai alasan seperti stres, luka atau trauma, perubahan hormon, ketidakseimbangan nutrisi," ujar drg. Rahmi di Jakarta, Jumat, 9 Maret 2018.
Saat stres, level kortisol atau hormon stres begitu tinggi. Hal tersebut memicu menurunnya daya tahan tubuh.
Efeknya, sangat mudah muncul luka di area mulut seperti sariawan. Untuk itu Sahabat Dream kini harus memperhatikan juga kesehatan psikologis.
Nah, untuk menjaga agar kondisi sariawan yang muncul tak menjadi kian parah, pastikan untuk menjaga kebersihan rongga mulut. Ini penting untuk menurunkan risiko terjadinya infeksi sekunder mikroorganisme.
Jika infeksi itu sudah terjadi, penyembuhan sariawan bisa terhambat.
" Menjaga kebersihan mulut ada tiga langkah, pertama membersihkan gigi dengan menggosok gigi, membersihkan sisa makanan dan plak dari sela gigi, ketiga berkumur dengan cairan
antiseptik sesuai indikasi," ujar drg Rahmi
Menurutnya, pengunaan cairan antiseptik merupakan salah satu metode untuk mengurangi peradangan di daerah sariawan agar kuman dan bakteri tidak menyebar.
(Beq/Sah)