Musik Cadas Picu Pengemudi Ugal-ugalan

Reporter : Arie Dwi Budiawati
Sabtu, 28 September 2019 11:02
Musik Cadas Picu Pengemudi Ugal-ugalan
Mengemudi akan terasa sepi jika tak disertai iringan musik.

Dream – Mengemudi tanpa iringan lagu acapkali terasa hambar. Beragam jenis musik diputar, termasuk music rock. Ternyata, musik beraliran cadas ini malah berbahaya.

Dikutip dari Auto Evolution, Sabtu 28 September 2019, penelitian yang dilakukan oleh South China University Technology dan Guandong University of Technology menyebut, lagu rock bisa membuat pengemudi makin tancap gas dan ugal-ugalan.

Kajian yang diterbitkan di International Journal of Environmental Research and Public Health ini menyarankan, pengemudi untuk memperhatikan musik yang diputar saat berkendara.

Kajian ini melibatkan para pengemudi sukarela dari beragam kepribadian. Mereka mendengarkan musik dan berkendara di simulator.

1 dari 5 halaman

Hasilnya?

Mereka yang mendengarkan musik tempo cepat cenderung lebih gegabah daripada yang memilih musik lambat. Mereka yang mendengarkan musik rock, kecepatannya naik 10 mil per jam dan membuat manuver 140 kali dalam 1 jam.

Sebaliknya, yang mendengarkan musik bertempo pelan, hanya bermanuver 70 kali dalam 1 jam.

Pengemudi yang toleran juga akan menyetir lebih cepat dan sering bermanuver jika mendengarkan musik yang sama.

Kalau tetap mau dengar musik, pengemudi dan peserta sekolah mengemudi disarankan untuk memilih musik yang kurang dari 120 beat per menit.

“ Temuan ini berguna untuk pengembangan strategi pendidikan pengemudi yang efektif,” tulis para peneliti. (ism)

2 dari 5 halaman

Boleh atau Tidak Setel Musik Sambil Berkendara?

Dream – Mendengarkan musik merupakan hal yang biasa dilakukan pengemudi ketika berkendara. Musik menjadi alat pembunuh waktu ketika rasa bosan menyerang di tengah perjalanan. 

Biasanya, pengemudi atau penumpang akan menyetel lagu dari radio, CD, pemutar musik digital, atau gawai.

Tak sedikit juga pemilik mobil memodifikasi sistem audio di mobil supaya enak didengar di telinga.

Dilansir dari Hyundai, Minggu 21 Oktober 2018, aktivitas mengendarai musik sambil berkendara sebenarnya tak disarankan. Tindakan ini bisa mengganggu konsentrasi ketika berkendara.

Mengemudi memerlukan fokus dan konsentrasi yang tinggi. Makanya, pengemudi tak boleh melakukannya sambil melakukan aktivitas yang lain.

 

 

Menurut Pasal 283 Undang-Undang No. 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan, disebutkan bahwa pengendara yang mengemudikan kendaraan bermotor dengan cara yang tak wajar, akan dikenakan sanksi kurungan penjara atau denda.

“ Setiap orang yang mengemudikan kendaraan bermotor di jalan secara tidak wajar dan melakukan kegiatan lain atau dipengaruhi oleh suatu keadaan yang mengakibatkan gangguan konsentrasi dalam mengemudi, dipidana dengan pidana kurungan paling lama tiga bulan kurungan atau denda paling banyak Rp750.000,” bunyi pasal 283 Undang-Undang No. 22 Tahun 2009.

Kemudian, pasal ini diperjelas lagi dengan pasal 106 ayat 1.

“ Yang dimaksud dengan " penuh konsentrasi" adalah setiap orang yang mengemudikan kendaraan bermotor dengan penuh perhatian dan tidak terganggu perhatiannya karena sakit, lelah, mengantuk, menggunakan telepon atau menonton televisi atau video yang terpasang di kendaraan, atau meminum minuman yang mengandung alkohol atau obat-obatan sehingga memengaruhi kemampuan dalam mengemudikan kendaraan,” bunyi pasal 106 ayat 1.

3 dari 5 halaman

Boleh Menyetel Musik?

Kalau masih mau menyetel musik, kamu bisa saja mengatur irama dan volume musik. Disarankan untuk tidak menyetel musik dengan irama yang terlalu kencang.

Sebua alunan musik bisa memacu adrenalin dan bisa mendorong pengendara menjadi lebih agresif.

Volumenya juga disarankan tidak terlalu kencang. Tujuannya agar pengendara tetap waspada dan memperhatikan kondisi di sekeliling kendaraan. Jangan sampai bunyi klakson dari kendaraan lain tidak terdengar karena suara musik terlalu kencang. Ini akan membahayakan diri sendiri dan pengendara lainnya. 

4 dari 5 halaman

Setel Musik Keras-Keras di Mobil Didenda Rp1,89 Juta

Dream – Pemerintah Inggris akan mendenda para pengendara yang menyetel musik terlalu kencang di jalanan. Kebijakan ini tertuang dalam Public Space Protection Order (PSPO).

Dikutip dari Mirror, Sabtu 16 Maret 2019, Komite Dewan Regulasi dan Banding di Bradford, Inggris, sepakat dengan penerapan PSPO di semua distrik. Hal ini berkaitan dengan masalah dalam mengemudi, seperti memainkan musik keras, berteriak, atau mengumpat. Perbuatan-perbuatan ini bisa berpotensi menimbulkan kecelakaan di jalan raya.

 

 

Keputusan ini diambil setelah konsultasi publik menemukan dua pertiga penduduk di Bradford merasa tak aman di jalan. Mereka terganggu dengan kebisingan di jalan raya. Sebanyak 76 persen anggota komite sepakat untuk mendukung PSPO sebagai aksi untuk mengurangi perilaku anti sosial di jalan.

PSPO dibuat di daerah Bradford untuk menjaga keamanan warga. Yang bertugas untuk menegakkan aturan ini di jalan adalah polisi. Pengemudi yang dianggap melanggar aturan ini, akan dikenakan denda senilai 100 poundsterling (Rp1,89 juta).

5 dari 5 halaman

Berlaku Tiga Bulan

Aturan ini akan berlaku dalam tiga bulan ke depan. Kalau sudah berjalan, masyarakat bisa melapor pengguna jalan yang anti sosial kepada Dewan Brandford untuk diselidiki. Kalau perlu, pelanggarnya dituntut.

Anggota Eksekutif Dewan Brandford, Abdul Jabar, mengatakan, pengendara anti sosial ini berbahaya dan memberikan perasaan tidak aman bagi orang-orang di daerah ini.

“ Tanpa PSPO, sulit bagi dewan atau polisi untuk memerangi penggunaan kendaraan secara sosial yang bukan merupakan pelanggaran undang-undang kendaraan bermotor khusus,” kata dia

Jabar mengatakan keputusan ini diambil untuk bisa meningkatkan keselamatan masyarakat dan meningkatkan reputasi distrik. PSPO juga disebut-sebut bisa bermanfaat bagi penduduk, pengunjung, dan bisnis.

Sementara itu, Komisaris Polisi dari Direktorat Kejahatan Kepolisian Yorkshire Barat, Burns Williamson, mendukung peluncuran PSPO. Regulasi ini bisa membantu polisi untuk meningkatkan keamanan berkendara di jalan raya. “ Keselamatan di jalan jelas merupakan fokus di Bradford,” kata Williamson. 

Beri Komentar