Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi Mengunyah Permen Karet. (Foto: Pixabay)
Dream - Siapa yang tak pernah mengunyah permen karet? Permen yang satu ini memiliki tekstur yang kenyal dan rasa yang manis.
Banyak yang mengunyah permen karet berlama-lama. Namun kamu mesti hati-hati, karena permen karet yang tidak hancur di mulut ini bisa tertelan. Tak heran banyak orang tua menasihati anaknya agar hati-hati mengunyah permen karet agar tak tertelan.
Saat permen karet tertelan, kamu akan menjadi panik dan berusaha mengeluarkan permen karet tersebut.
Banyak yang percaya permen karet tidak hancur di dalam tubuh. Sehingga permen karet akan mengendap di dalam tubuh selama bertahun-tahun.
Padahal keyakinan tersebut hanyalah mitos belaka. Sejatinya, permen karet juga bisa hancur dan terbuang seperti makanan lainnya.
Tidak benar bahwa permen karet akan mengendap dalam tubuh selama bertahun-tahun jika tertelan secara tidak sengaja.
Hanya komponen sintetis dari permen karet yang tidak dapat dicerna yang tinggal di dalam tubuh.
Meski begitu, bukan berarti komponen sintetis itu akan berada dalam tubuh selama bertahun-tahun.
The Ohio State University mengatakan bahwa permen karet bahkan jarang bisa bertahan di dalam tubuh lebih dari seminggu.
Hal ini karena perut manusia akan mengosongkan isinya secara berkala dengan memindahkannya ke usus kecil.
Setelah itu, permen karet akan menuju usus besar, hingga akhirnya keluar saat kita buang air besar.
Fabian Ortega mengatakan beberapa komponen permen karet, seperti pemanis, tetap dicerna seperti makanan lainnya.
Meski ada komponen yang dicerna, sering menelan permen karet bisa menimbulkan masalah pada tubuh.
Namun, Edwin McDonald dari University of Chicago mengatakan sering menelan permen karet bisa menimbulkan bezoar.
" Bezoar adalah sebuah material kecil yang tidak bisa dicerna, yang berpotensi menyebabkan obstruksi usus atau sulit buang air besar," kata ahli gastrologi (spesialis sistem pencernaan) itu.
Jadi, menelan permen karet sebenarnya tidak memberikan dampak yang terlalu berbahaya.
Hanya saja, demi keamanannya, sebaiknya tidak terlalu sering menelan permen karet.
" Sebaiknya tidak menjadikan menelan permen karet sebagai sebuah kebiasaan," kata Ortega.
Ortega menyarankan untuk membuang permen karet begitu selesai mengunyah agar terhindar dari masalah pencernaan.
Sekarang Sahabat Dream tahu apa yang terjadi jika kamu tertelan permen karet secara tidak sengaja.
(Sah, Sumber: Reader's Digest)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya