Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Seorang Wanita Tertidur Di Dalam Mobil. (Foto: Shutterstock)
Dream - Mengemudi mobil tak hanya menyangkut keselamatan diri, tetapi juga pengguna jalan yang lain lain. Untuk itulah, para pengemudi harus punya kesadaran 100 persen saat berkendara.
Dikutip dari Otosia, Sabtu 14 Maret 2020, di beberapa negara, layanan sopir panggilan sering dipakai saat pemilik mobil berada dalam pengaruh alkohol. Ini berkaitan dengan alasan keamanan dan keselamatan.
Tapi tak sedikit yang memilih tidur di dalam mobil usai melakukan 'dugem' pada malam harinya. Perilaku itu tidak diizinkan, karena justru mendatangkan petaka lainnya.
The Sun memberitakan pengemudi yang tertidur di mobil usai minum-minum alkohol pada malam hari, akan dikenakan denda. Ketentuan ini juga berlaku meski mobil berada di areal parkir.
Denda yang akan dijatuhkan lumayan besar. Nilainya mencapai 2.500 poundsterling (Rp46,05 juta). Untuk kasus yang lebih parah, pengemudi bisa dipenjara selama tiga bulan.
Hal ini terjadi jika polisi mengira masih ada kemungkinan yang bersangkutan mengemudi. Polisi akan menuntut atas pelanggaran tersebut. Mesin mobil yang sedang menyala dan lokasi kunci mobil bisa memengaruhi yang bersangkutan terbukti bersalah atau tidak.
Hukuman yang harus dijalani adalah yang diputuskan oleh hakim di pengadilan. Ini bergantung dari hasil tes nafas dan lain sebagainya.
Dream - Bak menemukan harta karun, mobil klasik langka ditemukan di bawah tumpukan sampah yang menggunung. Mobil ini adalah Chevrolet Corvette Fuelie keluaran 1965.
Dikutip dari The Drive, Jumat 6 Maret 2020, mobil ini ditemukan di bawah tumpukan sampah di sebuah garasi di Ohio, Amerika Serikat, pekan lalu. Mobil ini ditemukan oleh perusahaan derek.
Kondisi mobil bisa dipakai langsung karena masih ada rem dan bantalan roda yang tidak membeku. Tapi, mobil harus diperbaiki. Biaya perbaikan yang dikeluarkan bisa saja tak sedikit.
![]()
Sekadar informasi, fender mobil tua tersemat emlem fuel injection. Ini menjelaskan bahwa Corvette Fuelie menggunakan mesin 5,4 liter Rochester fuel injected L84 V-8.
Mesin yang digunakan Corvette ini terbilang produk gagal. Tenaganya tak terlalu gede, tapi harganya lebih mahal daripada V8 yang dikenalkan pada tahun yang sama.
Mesin injeksi ini tak lagi dipakai sampai 1982. Mesin yang tak menarik membuat mobil pabrikan Amerika Serikat diabaikan.
Dream - Hal paling menyebalkan saat masyarakat dilanda kepanikan virus corona adalah oknum yang berusaha memanfaatkan kesempatan dalam kesempitan. Tindakan inilah yang dilakukan sebuah diler mobil bekas di Selandia Baru.
Di saat masyarakat khawatir dengan penyebaran virus Covid-19, diler ini malah membuat promosi yang secara tak langsung menyinggung soal virus corona.
Mengutip laman oto.com, Rabu, 4 Maret 2020, Jenama 2 Cheap Cars, jejaring penjualan kendaraan bekas di Selandia baru mempublikasikan iklan agar masyarakat membeli mobilnya.
![]()
Iklan yang dipasang berbayar di Reddit itu, seperti dilaporkan Stuff NZ, perusahaan memasang gambar yang menunjukan seorang pria menggunakan masker dalam kereta. Pria ini tampak menutup mulutnya.
Gambar tersebut memang bisa multitafsir. Namun keterangan dalam fotonya dianggap provokatif.
" Khawatir gunakan transportasi umum? Kami punya banyak mobil di bawah Rp 40 jutaan dengan cicilan mulai Rp 200 ribuan perminggu."
Tindakan perusahaan itu dianggap tak pantas karena saat ini ada 73 negara termasuk Selandia Baru yang sudah mengkonfirmasi kasus virus corona.
Beragam respons dari netizen langsung memenuhi iklan perusahaan tersebut. Ada yang berusaha menanggapinya dengan santai dengan mengatakan, " Tak masalah dengan iklan ini. Tim marketing yang cerdas."
Namuna banyak pula netizen yang berang dengan keputusan promosi tersebut. " Ini adalah cara paling culas yang pernah mereka pakai untuk menjual mobil bekasnya."
Pemilik diler mobil bekas tersebut ternyata sangat santai menanggapi polemik dengan iklan itu. " Ya, promosi yang baik, kan!" jawabnya saat dikonfrmasi jurnlis Stuff akan langkah publikasinya.
Ia kemudian menambahkan responnya dengan kalimat yang tak kalah jahat promosinya.
''Kalau Anda terkena virus Corona dan mau beli mobil dari sekarang, selama seminggu ini kami akan berikan Anda diskon Rp 4 jutaan. Tapi Anda harus kasih tahu sebelum datang, supaya kami bisa pakai masker," jelas CEO 2 Cheap Cars, Daniel Buckley.

(Foto: Instagram @2_cheap_cars)
2 Cheap Cars memang bukan merek yang asing dengan promosi kontroversial. Stuff mencatat ada tiga kasus yang tak kalah parah terkait kegiatan pedagang mobil bekas ini. Kebudayaan Maori pernah disalahgunakan olehnya untuk mempromosikan produk.
Isu rasis juga berkumandang saat mereka sebutkan mobil bekas merek Jepang dengan istilah 'Jap.' Terakhir, upaya penyogokkan pada konsumen pembelinya agar meninggalkan review dengan reputasi sempurna di Google.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya