Tetap Modis dan Low Budget, Serunya Belanja Fashion Items Preloved

Reporter : Annisa Mutiara Asharini
Kamis, 24 September 2020 06:33
Tetap Modis dan Low Budget, Serunya Belanja Fashion Items Preloved
Mengoleksi fashion items preloved kini tengah menjadi tren di kalangan fashionista.

Dream - Industri fashion menjadi salah satu yang berkontribusi terhadap kerusakan alam. Praktik sustainable fashion pun mulai dijalani oleh para pegiat mode. 

Sebagai pembeli, kamu dapat menerapkan budaya belanja pakaian yang lebih bertanggung jawab. Seperti dengan memilih outfit berbahan ramah lingkungan dan menerapkan konsep reusable.

Belanja pakaian bekas adalah cara tepat untuk memanfaatkan produk fashion agar tidak menjadi limbah. Saat ini banyak pakaian bekas dari berbagai brand kenamaan yang dijual dengan harga miring.

" Kalau dulu orang masih malu pamer OOTD pakai preloved, tapi sekarang sudah banyak yang pakai. Apalagi tas, sepatu branded, barang-barang preloved yang luxury (mewah) dengan harga miring itu cepat sekali lakunya," tutur Aliya, COO Tinkerlust di Jakarta, Selasa 22 September 2020.

1 dari 5 halaman

Harga Miring Kualitas Branded

Kualitas dan kondisi pakaian bekas tentunya juga sangat bervariasi. Tinkerlust merupakan online marketplace yang menyediakan berbagai macam fashion item preloved.

Lewat Tinkerlust, Sahabat Dream dapat menemukan berbagai merek fashion kenamaan dunia mulai dari Zara, H&M, Burberry, Chanel, Gucci hingga Louis Vuitton dengan harga miring.

Kualitas barang preloved yang disediakan juga terjamin karena sudah melewati proses kurasi yang ketat. Apabila kurang puas, pembeli juga bisa mengembalikan produk dan mendapatkan pengembalian dana penuh.

" Ketika barangnya diterima, kita nilai barangnya layak jual atau tidak. Kita jamin kualitasnya," kata Aliya.

Tinkerlust© Foto: Webinar Tinkerlust

Tak hanya merek kenamaan dunia, Tinkerlust juga mengajak brand fashion lokal untuk menjual produknya di situs Tinkerlust.com, seperti brand Sejauh Mata Memandang dan PVRA.

2 dari 5 halaman

Koleksi Fashion Anak dari Limbah Plastik Kolaborasi H&M X Danone

Dream - Sampah plastik telah menjadi masalah global. Sebuah studi di Journal Science 2020 memprediksi 710 juta ton sampah plastik akan mencemari lingkungan pada 2040 mendatang.

Berbagai upaya dilakukan guna meminimalisir sampah plastik. Mulai dari menghentikan pemakaian kantung plastik hingga daur ulang menjadi produk yang lebih bermanfaat.

Upaya tersebut juga dilakukan oleh H&M Indonesia dan Danone-AQUA yang meluncurkan koleksi fashion anak dari bahan dasar limbah botol plastik.

H&M X AQUA Bottle2Fashion© Foto: H&M X AQUA Bottle2Fashion

Kolaborasi bottle2fashion dengan kampanye bertajuk 'Cleaning-Up for the Future' ini, bertujuan untuk mengedukasi konsumen. Termasuk anak-anak untuk peduli terhadap isu sampah plastik.

" Kami berhasil mengumpulkan 129 ton botol plastik bekas dari Kepulauan Seribu dan pesisir Jakarta. Kami mengajak warga setempat untuk mulai memilah sampah dan membawanya ke bank sampah masyarakat, bank sampah sekolah, maupun pengumpul sampah plastik yang turut kami berdayakan," tutur Ratih Anggraeni, Senior Sustainable Packaging Manager Danone Indonesia, Rabu 26 Agustus 2020.

3 dari 5 halaman

Proses Pengolahan Limbah Plastik

Koleksi bottle2fashion memanfaatkan botol plastik bekas sebagai bahan baku yang lebih berkelanjutan dan memanfaatkannya kembali menjadi produk fashion.

Botol plastik bekas terkumpul seluruhnya dibawa ke Recycling Business Unit (RBU) dampingan Danone-AQUA untuk dipilah kembali, dicacah dan dibersihkan.

Cacahan plastik kemudian dikirim ke fasilitas produksi H&M Indonesia untuk diproses menjadi serat poliester dan diubah menjadi berbagai produk fashion anak.

H&M X AQUA Bottle2Fashion© Foto: H&M X AQUA Bottle2Fashion

" Koleksi pakaian anak-anak berbahan dasar hasil daur ulang botol plastik bekas ini juga merupakan upaya mencapai ambisi H&M untuk 100 persen menggunakan material daur ulang dan berkelanjutan pada tahun 2030,” ujar Karina Soegarda, Communications Manager H&M Indonesia.

Koleksi fashion anak ini dipasarkan di hampir seluruh gerai H&M secara global. Sebelumnya H&M juga kerap mengeluarkan koleksi Conscious Exclusive yang memanfaatkan bahan baku organik. Mulai dari kulit jeruk hingga daun nanas yang diolah menjadi karya fashion berkelas.

4 dari 5 halaman

Saat Limbah Bermekaran Jadi Bunga Penghias Hijab

Dream - Konsep sustainable dan ethical fashion semakin banyak diterapkan oleh perancang mode. Gerakan ini muncul atas dasar keprihatinan limbah fashion yang merusak lingkungan.

Brand busana muslim Elzatta Hijab turut meluncurkan koleksi sustainable yang diperkenalkan di Indonesia Sharia Economic Festival (ISEF) 2019.

Elzatta© Foto: Deki Prayoga/Dream

Foto: Deki Prayoga/Dream

Bertajuk 'Future Blooms', koleksi dihiasi oleh ornamen bunga bermekaran yang terbuat dari limbah sisa produksi. Kain-kain perca disulap menjadi 3D embellishment untuk menambah kesan elegan.

" Koleksi dengan konsep zero waste ini kami keluarkan dengan keadaan sadar betul bahwa limbah industri fashion memang memberi dampak negatif pada lingkungan. Kami namakan 'Future Blooms' karena sisa kain diolah jadi ornamen bunga," ujar Tika Latifani Mulya, Vice President Elzatta Hijab di Jakarta Convention Center, pekan lalu.

Elzatta© Foto: Deki Prayoga/Dream

Foto: Deki Prayoga/Dream

5 dari 5 halaman

Nuansa Feminin

Bahan cerutti dan wool peach diolah menjadi 12 set busana muslim yang terdiri dari gamis, tunik dan celana palazzo dengan aksen layering yang memberi kesan flowy.

Elzatta© Foto: Deki Prayoga/Dream

Foto: Deki Prayoga/Dream

Warna yang diterapkan tak muluk-muluk. Koleksi didominasi dengan nuansa earthy tone seperti cokelat, beige, olive dan putih.

Ornamen bunga disusun satu-persatu dengan teknik handcraft yang sangat teliti. Embellishment juga diterapkan pada aksesori pendukung seperti tas. Sangat menarik! (mut)

Elzatta© Foto: Deki Prayoga/Dream

Foto: Deki Prayoga/Dream

Beri Komentar