Cara Menyiapkan Mental Sebelum Melakukan Downsizing atau Downgrading, Hal Apa yang Harus Jadi Prioritas?
5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun
6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang
Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Urinoir. (Source: Shutterstock)
Dream - Ketika buang air kecil, terkadang cipratan urin bisa mengotori pakaian. Biasanya, hal tersebut paling sering terjadi pada pria.
Tentunya, pakaian yang harus dikenakan kembali akan membuat pemakainya merasa kurang nyaman karena kondisinya kotor dan basah. Permasalahan tersebut menjadi perhatian tim peneliti di University of Waterloo di Ontario, Kanada.
Dilansir Fatherly, mereka menemukan desain toilet urinoir yang anti-cipratan. Mereka membuat dua desain urinoir dan membandingkannya dengan desain standarnya dalam sebuah rangkaian tes anti-cipratan.
Desain mereka diharapkan bisa menjadi solusi para lelaki yang ingin menghindari cipratan urin ketika buang air kecil.
“ Menurut saya, sebagian besar dari kita tidak sengaja menemukan bahwa kita mengenakan celana berbintik-bintik. Tidak ada yang suka terkena urin, jadi mengapa tidak membuat urinoir untuk meminimalisir percikannya,” ujar Zhao Pan, ketua penelitian tersebut.

Foto: Shutterstock
Peneliti mengarahkan semburan air dari busa padat ke urinoir untuk mengukur jumlah percikan urin. Mereka memvariasikan kecepatan dan arah jet untuk meniru beragam ketinggian orang yang buang air kecil.
Setiap tes percikan, tim peniliti menyeka urinoir dengan handuk kertas dan membandingkan massa handuknya saat basah maupun kering. Semakin berat handuk basah, semakin banyak percikan yang dihasilkan.
Setelah melakukan banyak tes, peneliti menemukan sudut urinoir yang akan mengurangi cipratan paling banyak untuk manusia dengan ukuran rata-rata 30 derajat.
Peneliti menemukan bahwa urinoir biasa tidak dioptimalkan untuk mengurangi cipratan. Mereka mengklaim desain urinoir biasa menghasilkan cipratan 50 kali lebih banyak daripada desain buatan mereka.
Dengan desain urinoir ciptaan peneliti, biaya pembersihan bisa lebih hemat. Selain itu, desain ini akan membuat toilet jauh lebih bersih dan higienis.
Laporan: Meisya Harsa Dwipuspita
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia


5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun

6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang