Saraf di Wajah Mendadak Suka Berdenyut? Yuk Mengenal Hemifacial Spasm dan Cara Menanganinya

Reporter : Ferdike Yunuri Nadya
Rabu, 7 Desember 2022 06:48
Saraf di Wajah Mendadak Suka Berdenyut? Yuk Mengenal Hemifacial Spasm dan Cara Menanganinya
Untuk memulihkan agar gerakan wajah normal kembali adalah melakukan operasi

Dream - Pernahkan Sahabat Dream mengalami otot di salah satu sisi wajah serasa berdenyut tanpa sadar? Di dunia kesehatan, kondisi ini disebut sebagai Hemifacial Spasm yang merupakan salah satu bentuk gangguan sistem saraf. 

Jenis kejang ini paling sering disebabkan pembuluh darah yang menyentuh atau berdenyut pada saraf wajah.

Hemifacial Spasm (HFS) terjadi akibat terjadi perlengketan antara saraf yang berfungsi mengatur gerakan wajah dengan pembuluh darah pada otak. Akibatnya gerakan pada wajah menjadi tidak terkendali.

Salah satu cara Untuk memulihkan kondisi saraf agar gerakan wajah normal kembali adalah dengan melakukan operasi.

Baru-baru ini tim dokter ahli bedah saraf dari Kortex Brain and Spine berhasil melakukan live surgery bedah saraf terhadap seorang pasien 25 tahun dari Bandung, di RS “ JIH” Yogyakarta.

Tim dokter ahli dari Kortex melakukan operasi di area batang otak Herlina menggunakan proses medis microvascular decompression (MVD) dengan teknik operasi lubang kunci atau keyhole surgery.

1 dari 3 halaman

Waktu Operasi Lebih Pendek

Operasi dilakukan dengan bantuan mikroskop khusus dan alat-alat monitoring di kamar operasi. Semua tindakan bisa bisa disaksikan melalui layar monitor TV oleh keluarga penderita sekaligus berdialog langsung dengan tim dokter (live surgery).

Istimewa© Istimewa

“ Waktu operasi jadi lebih pendek hanya 70 menit dan memperpendek waktu rawat inap di rumah sakit,” terang dr. Dian Prasetyo, Tim Bedah Saraf pada keterangan tertulis yang diterima Dream.

2 dari 3 halaman

Tak Perlu Melakukan Pembukaan Batok Kelapa

Shutterstock© Shutterstock

Melalui teknik operasi ini, dokter tak perlu lagi menjalani operasi saraf dengan melakukan pembukaan batok kepala. Para dokter cukup membuat lubang kecil diameter satu sentimeter di belakang telinga pasien.

Melalui lubang kecil seukuran lubang kunci inilah tim dokter ahli Kortex memisahkan saraf dengan memasang serabut teflon agar tidak lengket dengan pembuluh darah.

3 dari 3 halaman

Hilangkan Kesan Operasi Sangat Berbahaya

Sementara fasilitas live surgery akan berguna memberikan informasi dan edukasi tambahan kepada masyarakat terkait kemampuan dokter di Indonesia yang sudah mumpuni dan profesional dalam melaksanakan operasi bedah saraf dengan risiko sangat minim.

“ Juga untuk menghilangkan kesan di masyarakat bahwa melakukan operasi saraf itu sangat berbahaya,” kata dr. Rachmad Andi, Dokter Penanggung Jawab pada keterangan tertulis yang sama.

Kortex Brain Spine telah melakukan operasi sebanyak 4.825 kali. Kasus yang ditangani antara lain Trigeminal Neuralgia (nyeri gigi dan separuh wajah), Hemifacial Spasm (wajah merot), Spondylosis Leher (saraf terjepit leher), Spondylosis Pinggang (saraf terjepit pinggang), tumor otak, stroke, dan lainnya.

Beri Komentar