Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Sharifah Fariesha Syed Fathi (duduk, Kiri) Dan Ayuni Shazwanie Shabri (belakang, Kiri) Dan Salah Satu Dari Si Kembar, Nor Adilah (duduk, Kanan) Meninggal Beberapa Jam Setelah Dilarikan Ke Rumah Sakit.
Dream - Ini peringatan bagi mereka yang suka tidur di dalam mobil ketika melakukan perjalanan. Dua wanita mati lemas setelah tidur di dalam mobil dengan kondisi mesin masih hidup dan AC menyala.
Insiden tragis terjadi pada 17 September pagi di jalan raya Shell Samagagah PLUS di Penang, Malaysia. Dua mahasiswi meninggal, sementara dua wanita lainnya dalam keadaan kritis.
Mereka dilaporkan menghirup gas karbon monoksida setelah tidur di dalam mobil semalaman dengan kondisi mesin dan AC masih menyala.
Dalam peristiwa yang terjadi sekitar pukul 01.40 dini hari waktu setempat tersebut, Sharifah Fariesha Syed Fathi, 21 tahun, meninggal di tempat kejadian. Sementara temannya Ayuni Shazwanie Shabri, meninggal di Rumah Sakit Seberang Jaya (HSJ).
Dua saudara kembar, Nor Adilah Mohd Safwan dan Nor Aqilah Mohd Safwan, masing-masing dirawat di rumah sakit tentara di Lumut, Perak dan rumah sakit tentara Tuanku Mizan Zainal Abidin di Kuala Lumpur.
Namun sayang, Nor Adilah Mohd Safwan dilaporkan meninggal di rumah sakit setelah mendapat perawatan di unit perawatan intensif.
Menurut Kepala Polisi Seberang Perai Tengah, Asisten Komisaris Shafee Abd Samad, insiden itu terjadi saat mereka mampir untuk beristirahat di sebuah SPBU.
Rekaman CCTV menunjukkan bahwa mobil Honda Odyssey yang dikemudikan oleh si kembar itu berhenti dan diparkir di pom bensin pada pukul 20.30 waktu setempat.
" Mereka berempat keluar dari mobil untuk membeli makanan dan kembali ke dalam mobil," kata Shafee.
Shafee mengatakan, kejadian tersebut diketahui oleh ayah Ayuni Shazwanie yang menemukan mobil putrinya di lokasi kejadian.
Sebelumnya, pria yang tinggal di Kedah itu pergi mencari putrinya yang tak pulang setelah terakhir kali mengirim pesan kepada ibunya pada pukul 21.15 waktu setempat.
Ayah Ayuni Shazwanie menemukan mobil putrinya dan teman-temannya berada di pom bensin. Dia terkejut saat mengetahui bahwa mesin mobil masih menyala tetapi mereka tidak sadarkan diri.
Ayah korban kemudian menghubungi petugas medis dan kasus tersebut diklasifikasikan sebagai kematian mendadak.
Shafee mengatakan semua korban berasal dari Sungai Petani dan Gurun. Mereka sedang dalam perjalanan pulang setelah berlibur di Pulau Jerejak, Penang pada 16 September 2020 yang bersamaan dengan hari libur Malaysia Day.
Shafee menambahkan bahwa semua korban adalah teman baik. Mereka kuliah di perguruan tinggi yang sama dan saat ini sedang menunggu wisuda.
Sumber: World of Buzz
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya