Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Bisa Nggak Wahyu Ningsih Jadi CEO Microsoft?
Jika Guru Digaji Lebih Layak, Apakah Kualitas Pendidikan Indonesia Akan Meningkat?
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Bayi Baru Lahir
Dream - Proses melahirkan memang tak bisa dilepaskan dari rasa sakit. Kontraksi yang terus-menerus, bahkan hingga puluhan jam jadi hal yang harus dihadapi para ibu. Level rasa sakit yang dirasakan tiap individu pun berbeda-beda.
Hal ini terkait toleransi nyeri dan kondisi tubuh ketika proses melahirkan. Untuk mengurangi rasa sakit ini banyak cara yang bisa dilakukan, seperti melalui intervensi medis berupa
pemberian anastesi atau suntikan epidural. Ada juga yang melalui pendekatan holistik, seperti melahirkan dalam air di rumah, dengan didampingi terapis khusus.
Bagi Anda para ibu yang sedang mempersiapkan diri untuk proses melahirkan, penting untuk memiliki pendekatan fleksibel terkait pengelolaan rasa sakit ini. Hal ini agar lebih siap ketika menghadapi proses panjang nyeri kontraksi.
" Hal terpenting jangan memandang rasa sakit ini sebagai hal yang menakutkan, justru nyeri yang muncul berarti bayi sedang berusaha mendorong untuk keluar. Dibutuhkan kerjasama ibu, bayi, dan tenaga medis untuk membuat proses persalinan berjalan lancar," kata Brenda Gerald, seorang bidan senior asal Atlanta.
Nyeri selama persalinan disebabkan oleh kontraksi dari otot-otot rahim dan tekanan pada leher rahim. Rasnya sebagai kram kuat di perut, pangkal paha, dan punggung, serta pegal.
Beberapa ibu mengalami nyeri di sisi atau paha mereka juga.
© Dream
Tekanan pada kandung kemih dari kepala bayi dan peregangan jalan lahir dan vagina adalah penyebab lain dari sakit. Hal ini mengindikasikan dimulainya proses persalinan. Untuk rasa nyeri yang muncul secara umum terbagi tiga fase. Ketahui detailnya.
Fase satu
Dalam tahap pertama persalinan, serviks akan mulai membesar. Awal kontraksi, seperti kram menstruasi dan ini masih tahap awal. Intensitas nyeri mungkin berbeda, biasanya dengan satu kontraksi yang sangat kuat, diikuti kontraksi yang lemah. Pada tahap pertama, kontraksi panjang biasanya terjadi 30 sampai 60 detik dengan interval 5 sampai 20 menit.
Fase dua
Tahap kedua dimulai ketika leher rahim sepenuhnya melebar. Anda akan merasakan nyeri yang kuat, hingga ingin mendorong. Rasa nyeri ini muncul karena tekanan dari kepala bayi yang mulai masuk di daerah panggul. Turunnya kepala bayi Anda akan meregangkan area perineum (area antara vagina dan anus) dan rasanya seperti sensasi terbakar.
Fase tiga
Tahap akhir adalah ketika mengeluarkan plasenta. Segera setelah bayi lahir, kontraksi akan berhenti dan kemudian berlanjut setelah beberapa menit, tapi level nyerinya berkurang banyak.Kontraksi tersebut untuk mengeluarkan plasenta dari dinding rahim dan menjatuhkannya ke bagian bawah rahim.
Sumber: KidSpot
Advertisement

6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang

5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun


Jarang Minum Air Putih Setelah Bangun Tidur? Ini 6 Dampaknya bagi Tubuh

Kurang Tidur Bisa Ganggu Gula Darah dan Kesehatan Jantung, Olahraga 10–15 Menit Ini Bisa Membantu

Mengapa Anak Suka Makan Upil? Sains Punya Penjelasan di Balik Kebiasaan Ini

Benarkah Kecerdasan Manusia Menurun? Studi Ungkap Tren Mengkhawatirkan Sejak 2012