Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Foto : Ilustrasi
Dream - Standar kecantikan tiap negara berbeda. Di Asia, umumnya diterjemahkan dengan kulit putih dan mulus, serta badan langsing dan tinggi.
Ini sebenarnya bukan hal baru, namun masih menjadi momok di kalangan perempuan. Keberadaan standar kecantikan menyebabkan bermacam masalah seperti body shaming dan bullying yang berakibat pada gangguan kesehatan mental.
Hal ini menjadi sorotan brand lokal fesyen Indonesia, Shenelin. Lewat kampanye “ I Love My Body” Shenelin mengajak semua perempuan Indonesia untuk lebih percaya diri dengan kondisi sendiri.
" Banyak perempuan yang insecure dengan tubuh dan warna kulit, sehingga mereka jadi tidak bahagia dan minder. Padahal tidak ada yang salah dengan hal tersebut," kata Founder Shenelin Sherra Siangta dalam keterangan tertulis.
Kampanye yang dijalankan sejak Desember 2021 ini ingin mengajak para perempuan untuk lebih percaya diri dan dapat mencintai dirinya sendiri.
" Kami ingin mengajak para perempuan untuk bisa self-love, bahwa tidak ada yang salah dengan bentuk tubuh dan kulit kita,” ujarnya.
Sharing session dibawakan oleh Founder, customer, dan followers Instagram Shenelin yang pernah mengalami insecure dengan bentuk badannya, dan bagaimana mereka mencoba berubah untuk bisa lebih percaya diri.

Sejauh ini, kata Sherra, kampanye tersebut telah mendapat respon yang sangat baik. Dia juga memberikan poin apa saja yang penting dalam sharing session tersebut.
Pertama, pahami hal apa saja yang membuat kita cemas dan bagaimana menangani kecemasan itu satu per satu. Percaya dengan diri sendiri bahwa tidak ada yang salah dengan bentuk tubuh dan warna kulit kita.
Kedua, berhenti membandingkan diri dengan orang lain. Ketiga, jangan takut memutuskan hubungan pertemanan dengan orang-orang toksik yang hanya berbicara negatif tentang tampilan diri kita dan abaikan komentar mereka.
Terakhir, tidak lupa bersyukur masih diberikan tubuh dan mental yang sehat.
" Bagi para perempuan di luar sana, kalian semua cantik. Tidak ada masalah dengan warna kulit dan bentuk tubuhmu, selama dirimu sehat. Kalau ada orang - orang yang bully kalian dengan berkomentar negatif, abaikan mereka. Sayangi dirimu sendiri," ucapnya.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya