7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Foto: Shutterstock
Dream - Kulit wajah selalu mendapat perawatan setiap hari, tapi ada juga kulit di are lain yang kerap luput dari perhatian, yaitu di area intim. Kulit di area kewanitaan ini padahal cenderung lebih sensitif dan membutuhkan perawatan khusus.
Boleh dibilang, kulit di area kewanitaan memiliki kondisi tertentu yang sangat berbeda dengan daerah lainnya. Oleh karena itu, area kewanitaan membutuhkan perhatian khusus.
Menurut Product Manager PT Natural Nutrindo, Nurhayatini, kamu perlu mengganti pakaian dalam setiap area kewanitaan terasa lembap seperti saat berkeringat atau keputihan.

" Saat buang air kecil dan merasa lembap dan berkeringat, segera diganti. Pilih pakaian dalam berbahan katun yang mudah menyerap keringat dan tidak ketat," kata Nurhayatini di Lalla Restaurant, dalam acara Corine de Farme Intimate Range, di Jakarta Selatan, Selasa, 24 September 2019.
Jangan lupa bersihkan area kewanitaan dengan sabun maksimal dua kali sehari secara rutin agar area kewanitaan tetap sehat.

" Harus memakai produk yang hypoalergenic, teruji secara dermatologis dan sudah diformulasi dokter farmasi. Pakai produk yang mengandung asan laktat untuk menetralkan pH di daerah intim. Terutama saat keputihan karena lelah atau memakai KB spiral, menstruasi dimana pH darah 7 atau setelah berhubungan intim," ungkapnya
Saat menstruasi gantilah pembalut paling tidak 3-5 jam sekali. Bagi yang memakai pantyliner, juga harus rutin diganti.

" Pantyliner juga harus sering diganti karena akan jadi lembap dan mengganggu daerah intim," kata Nurhayatini. (mut)
Dream - Beberapa area kulit memiliki sensitivitas. Buat bagian kulit yang lebih sensitif diwajibkan untuk kamu merawat lebih ekstra, termasuk pada kulit kelamin.
Banyak sabun yang diperuntukkan khusus area tersebut agar terhindar dari jamur maupun bakteri. Padahal menurut Spesialis Kulit dan Kelamin, Inneke Jane, area kelamin tidak membutuhkan perawatan maupun sabun tertentu.
" Sebenarnya nggak perlu perawatan khusus karena Tuhan sudah menciptakan sedemikian rupa sehingga ada bakteri, jamur dan kelenjar tertentu yang kalau jumlahnya seimbang, area kelamin akan tetap normal," ujar Inneke di Youth & Beauty Clinic, Jakarta Selatan.
Kondisi kulit kelamin mulai tidak seimbang ketika lembap dan jamurnya semakin banyak, atau saat area tersebut terlalu bersih serta bakterinya mati.
Oleh karena itu, disarankan untuk tetap membersihkan area kelamin dengan cara yang tidak berlebihan agar tetap lembap.
" Untuk membersihkannya nggak ada yang khusus sih. Ada yang enggak pakai sabun sama sekali, dibersihkan doang. Pakai sabun mandi juga nggak apa-apa, asal enggak perih atau terlalu over," tuturnya.

Selain membersihkan secara teratur, pemakaian celana dalam maupun pantiliner juga harus diperhatikan. Penggunaan pantiliner secara berlebihan juga tidak bagus.
" Dokter selalu mengingatkan untuk pakai celana dalam yang menyerap keringat, tapi kalau dilapisi pantiliner kan enggak menyerap," pungkas Inneke.

Advertisement
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?