5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun
6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang
Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
Apa Kelebihan Bus Listrik Daripada Bus Konvensional? (Foto: Dream.co.id/Muhammad Ilman Nafian)
Dream – PT Transportasi Jakarta berencana menguji sepuluh bus listrik selama enam bulan. Bus-bus yang dijajal ini merupakan produksi dalam negeri, Eropa, dan Tiongkok.
Bus-bus listrik itu diklaim punya sejumlah keunggulan. Antara lain rendah emisi. Selama ini emisi menjadi isru penting dalam bidang transportasi, maklum kendaraan menyumbang 60 persen emisi karbon ke lingkungan.
Dan, kendaraan dengan bahan bakar listrik disebut-sebut sebagai jawaban karena bisa mengurangi emisi yang menjadi salah satu biang terjadinya penamasan global.
“ Kelebihannya jelas ini rendah emisi, zero emisi,” kata Direktur Utama TransJakarta, Agung Wicaksono, di Jakarta International Expo (JI Expo) Kemayoran, Jakarta, Kamis 21 Maret 2019.
Keunggulan lain, tambah dia, biaya perawatannya rendah. Tapi, harga beli bus listrik lebih tinggi daripada yang konvensoional.
“ Komponen yang dimiliki bus listrik sendiri menunjukkan lebih rendah keperluan perawatan dan biaya operasi, sehingga biaya jangka panjang akan keseluruhan biaya pengelolaan biaya rendah," kata dia.
Selain itu, yang menjadi tantangan dalam uji coba bus listrik selain regulasi itu yakni infrastruktur tempat mengisi daya. Kemudian mengenai kemampuan para teknisi dalam perawatan bus listrik.
Dream – PT Transportasi Jakarta (TransJakarta) berencana untuk menguji coba bus listrik pada Mei 2019. Perusahaan transportais ini menggandeng beberapa pihak untuk mengetes armada bertenaga listrik itu.
Direktur Utama TransJakarta, Agung Wicaksono, mengatakan penyedia bus kendaraan harus bekerja sama dengan operator. Keduanya bisa bekerja sama dengan Agen Pemegang Merek (APM) atau pihak-pihak yang akan melakukan perawatan dan pemeliharaan.
“ Nah, ini sedang proses. Infonya, penyedia mengatakan bulan Mei bisa tersedia,” kata Agung di Jakarta International Expo (JI Expo) Kemayoran, Jakarta, Kamis 21 Maret 2019.

Dia mengatakan uji coba akan berlangsung selama enam bulan. Pihaknya ingin mengetahui kualitas bus listrik, seperti ketahanan baterai. Rencananya, akan ada 10 bus listrik yang akan diuji coba.
Nantinya, uji coba bus listrik ini akan dilakukan di luar koridor. Sebab, bus memiliki spesifikasi low entry atau pintu masuknya di bawah. Sementara, untuk memasuki halte Transjakarta itu spesifikasi pintu masuknya tinggi.

" Apakah misalkan di jalur feeder non-BRT (Buss Rapid Transit), tapi juga dalam waktu dekat kita harapkan akan ada men-supply yang high deck, yang BRT untuk lebih tinggi sehingga bisa digunakan di koridor," kata dia.
Selain kursi penumpang biasa, bus ini juga menyediakan tempat duduk khusus bagi penyandang disabilitas di bagian tengah. Pengguna kursi roda dipermudah masuk ke dalam bus karena kendaraan ini memiliki alat tambahan agar kursinya bisa masuk.
Baterai bus 85 ribu watt ini bisa diisi maksimal 4 jam. Untuk pengisian penuh, kendaraan ini bisa melaju sejauh 200-250 km.

Secara tampilan, bus listrik ini tidak jauh berbeda dengan bus Transjakarta pada umumnya dengan menyediakan pegangan untuk berdiri dan di sampingnya masing-masing ada dua kursi berderet hingga bagian belakang.

Agung mengatakan pemerintah segera menyiapkan regulasi tentang kendaraan listrik. “ Kami dapat informasi peraturan presiden (Perpres) sedang disiapkan. Nanti Perpres itu sudah terbit, akan lebih tegas lagi komitmen pemerintah,” kata dia.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun

6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?