Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Foto : Ilustrasi
Dream - Stunting dan gizi buruk masih menjadi pekerjaan rumah yang belum terselesaikan di Indonesia. Angka penderita stunting Indonesia masih cukup tinggi.
Berdasarkan Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2018 Kementerian Kesehatan, prevalensi gizi buruk dan gizi kurang pada anak balita di Indonesia mencapai 17,7 persen. Sedangkan stunting mencapai 30,8 persen.
Angka tersebut menandakan 3 dari 10 anak Indonesia mengalami stunting. Sementara itu, berdasarkan data puskesmas di wilayah Jakarta Timur, ditemukan sebanyak 413 kasus stunting dari 73 Puskesmas kelurahan.
Menyadari hal itu, PT Frisian Flag Indonesia (FFI) berpartisipasi mendukung Pemerintah dalam upaya menekan angka stunting di wilayah Jakarta Timur.

Upaya yang dilakukan dengan mendonasikan 2 ton susu bubuk untuk wilayah Jakarta Timur.
" Penyaluran donasi ini merupakan bentuk komitmen FFI dalam upaya memberikan gizi yang baik bagi masyarakat," kata Corporate Affairs Director FFI Andrew F. Saputro.
Apa yang dilakukan FFI disambut baik oleh Wali Kota Jakarta Timur, Muhammad Anwar, S.Si, M.AP. Dia melihat tindakan FFI mendukung upaya pemerintah untuk meningkatkan gizi balita.
" Bantuan ini merupakan wujud kolaborasi serta tanggung jawab PT Frisian Flag Indonesia untuk meningkatkan kualitas kesehatan anak. InsyaAllah bantuan dari Susu Bendera ini sangat bermanfaat bagi balita di Kota Administrasi Jakarta Timur," kata Muhammad Anwar.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya