Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Kata 'Galgah' Masuk KBBI | Foto: KBBI Kemdikbud
DREAM.CO.ID – Bahasa Indonesia kembali punya kosakata baru yang muncul karena populer dii dunia maya. Kali ini kata `galgah` resmi masuk dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) setelah viral di TikTok.
Kata `galgah` pertama kali populer lewat unggahan akun @bungareyzaa di TikTok pada 11 Mei lalu. Dalam videonya, Bunga menyebut kalau selama ini belum ada lawan kata untuk “ haus”.
“ Kan lawan kata lapar itu kenyang. Nah, haus tuh belum ada. Jadi kalau mau minum nggak? Nggak dulu, udah galgah. Galgah tuh kayak udah segar gitu tenggorokan,” ujarnya dalam video yang kini sudah ditonton ratusan ribu kali.
Netizen langsung ramai menirukan istilah itu. Banyak yang setuju kalau “ galgah” terdengar pas dan mudah diucapkan. Akhirnya, kata ini menyebar luas di media sosial, dipakai di komentar, meme, hingga obrolan sehari-hari.
© https://kbbi.kemdikbud.go.id/
Kini, “ galgah” benar-benar diakui secara resmi oleh Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa. Di laman KBBI Daring (kbbi.kemdikbud.go.id), kata tersebut tercantum dengan arti:
(a) (sudah) lega atau segar kerongkongan karena minum; tidak dahaga.
Dengan arti ini, “ galgah” memang berfungsi sebagai lawan kata dari “ haus”, sebagaimana dulu dipertanyakan oleh Bunga dalam videonya.
Menariknya, sebelum “ galgah” populer, sebenarnya sudah ada kata “ palum” yang memiliki makna serupa. Namun, kata itu kurang dikenal masyarakat. Popularitas “ galgah” justru menunjukkan bagaimana media sosial kini ikut berperan dalam memperkaya kosakata bahasa Indonesia.
Dilansir dari situs resmi Badan Bahasa, sebuah kata tidak bisa sembarangan masuk ke KBBI. Ada beberapa syarat yang harus dipenuhi, seperti:
Unik, memiliki makna yang belum ada sebelumnya.
Eufonik, artinya mudah dilafalkan dan terdengar alami bagi penutur bahasa Indonesia.
Seturut kaidah bahasa Indonesia, bisa dibentuk dengan imbuhan atau dipakai dalam kalimat.
Tidak berkonotasi negatif.
Kerap dipakai secara luas di berbagai wilayah dan media.
Dalam hal ini, “ galgah” memenuhi semua kriteria. Ia punya makna baru, terdengar alami, positif, dan terbukti banyak digunakan publik.
© https://kbbi.kemdikbud.go.id/
Buat kamu yang ingin ikut menambah kosakata bahasa Indonesia, ternyata bisa juga mengusulkan kata ke KBBI. Caranya mudah:
Buka laman kbbi.kemdikbud.go.id.
Buat akun pengguna.
Masuk ke menu “ usulan kosakata baru”.
Isi formulir dengan kata yang diusulkan, artinya, kelas katanya, dan bukti penggunaannya.
Setelah dikirim, usulanmu akan diseleksi oleh tim editor dan redaktur Badan Bahasa sebelum resmi diterima di pembaruan KBBI berikutnya.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya