Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ternyata, Pria Pemotor Dihantui Dengan Penyakit Disfungsi Ereksi. (Foto: Shutterstock)
Dream – Bagi kaum pria, mengendarai motor menjadi hal yang biasa dan sering dilakukan. Hampir setiap hari moda transportasi ini sering digunakan.
Tapi, tahukah kamu bahwa semakin sering berkendara, pria berpotensi besar mengalami disfungsin ereksi dan sulit buang air kecil?
Dikutip dari Liputan6.com, Minggu 31 Mei 2020, beberapa riset mengenai hal tersebut sudah bisa dibuktikan.
Salah satunya, pada 2006, riset yang digelar tim dari Department of Urology, Kyoto Prefectural University of Medicine, Kyoto, Jepang, menemukan bahwa 69 persen pengendara motor laki-laki mengaku mengalami kesulitan untuk mencapai ereksi penuh dan mengosongkan kandung kemih mereka.
" Sepeda motor bisa menjadi salah satu faktor risiko disfungsi ereksi," tulis tim dalam bagian Abstrak.
Contoh yang hampir mirip juga terjadi pada pria yang mengendarai sepeda. Massachusetts Male Aging Study, dikutip dari WebMD, Selasa (22/8/2017), menemukan bahwa risiko disfungsi ereksi naik ketika seorang pria bersepeda lebih dari tiga jam dalam seminggu.
" Tanda peringatan paling awal adalah mati rasa atau kesemutan," terang Irwin Goldstein, MD, Director of San Diego Sexual Medicine.
Masih berdasarkan riset dari Department of Urology, Kyoto Prefectural University of Medicine, ditemukan bahwa kombinasi antara getaran dari motor dan jalanan serta dengan posisi duduk saat berkendara mungkin penyebab naiknya disfungsi ereksi para rider.
Jok pada sebagian besar sepeda motor memberikan tekanan yang " tidak semestinya" pada perineum, yaitu area antara anus dan skrotum. Ketika tekanan berlebih terjadi, aliran darah ke penis berkurang. Aliran darah yang tidak baik adalah penyebab dari disfungsi ereksi tersebut.
Selain itu, getaran juga menyebabkan penurunan dua hormon pertumbuhan di kandung kemih dan prostat, yang pada akhirnya membuat pengendara lebih sulit buang air kecil.
Ini bukan berarti menghindari berkendara sama sekali karena rasanya sangat sulit. Yang bisa dilakukan adalah memperkecil risiko itu.
Paling utama adalah dengan mencari posisi duduk serta jok yang ketika diduduki terasa lebih banyak menekan bokong, bukan area penis. Kemudian, tentu saja dengan mengurangi intensitas berkendara.
(Sumber: Liputan6.com/Arief Aszhari)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya