Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Toko Zara (Wordpress)
Dream - Produsen pakaian asal Spanyol, Zara, menarik baju pelaut anak-anak pada Rabu kemarin dari pasaran. Pasalnya, di bagian dada sebelah kiri baju tersebut terdapat gambar bintang warna kuning yang menyerupai bintang yang dipaksakan Nazi untuk dipakai orang-orang Yahudi Eropa.
Baju bergaris biru dan putih itu memiliki hiasan gambar berupa bintang segienam besar di dada kiri. Baju itu sempat terpampang di situs resmi Zara sebelum akhirnya diturunkan karena menimbulkan kemarahan konsumen.

Namun juru bicara Zara mengatakan, bintang itu sebenarnya terinspirasi dari bintang yang dipakai oleh sherif di film-film koboi.
" Desainnya tidak ada hubungannya dengan konotasi yang telah dikaitkan dengan itu." katanya dikutip Dream.co.id dari laman Al Arabiya, Kamis 28 Agustus 2014.
Selama serangan terhadap Yahudi di tahun 1930-an dan Perang Dunia II, Nazi memaksa penduduk sipil Yahudi di Jerman dan negara-negara yang dikuasainya untuk memakai lencana kuning dalam bentuk simbol bendera Israel sekarang, Bintang Daud.
" Kami memahami sensitivitas subyek dan tentu saja kami mohon maaf kepada pelanggan kami," tambah juru bicara Zara.
Merek fashion Spanyol yang merupakan bagian dari kelompok perusahaan Inditex dikritik pada 2007. Mereka menjual tas bordir dengan lambang swastika Nazi. Saat itu, Zara mengaku bahwa itu adalah ulah pemasok dan mereka tidak mengetahuinya. (Ism)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya