Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Haji Backpacker
Dream - Film `Haji Backpacker` akan dirilis secara resmi pada 2 Oktober mendatang. Proses penggarapan film yang mengambil latar di sembilan negara itu membutuhkan waktu 1,5 tahun. Biayanya pun tak sedikit, menelan US$ 1 juta atau sekitar Rp 11 miliar.
" Yang pasti logistic cost, equipment, dan perizinan, sangat memakan biaya besar. Terutama untuk syuting di India dan Thailand yang memakan biaya syuting dan perizinan sangat besar," ungkap Produser `Haji Backpacker`, Frederica, di Jakarta, Senin 25 Agustus 2014.
Namun Frederica maklum dengan besarnya biaya itu. Semuanya demi hasil yang maksimal. " Kalau overbudget itu pasti, apalagi biaya ini belun termasuk post produksi dan promo," ungkap perempuan yang karib disapa Rica ini.
Senada dengan Rica, sang sutradara, Danial Rifki, mengatakan syuting `Haji Backpacker` di sembilan negara memang butuh dana yang lumayan besar. Tak mudah memang untuk menggarap film ini.
Danial berbagi kisah bagaimana harus menunda jadwal syuting karena terkendala perizinan dari negara setempat. Bahkan mereka harus beberapa kali menjadwal ulang rencana syuting di beberapa negara.
" Momen paling deg-degan itu saat mengurus perizinan syuting di kementrian di negara setempat. Sempat yang jadwal sudah dekat tapi kementrian di Vietnam, Thailand, dan India, belum mengeluarkan izin. Jadi terpaksa kita reschedule," ungkap Danial.
Film ini menceritakan perjalanan spiritual tokoh mada yang diperankan oleh Abimana Aryasatya. Selain Indonesia, syuting film ini dilakukan di Thailand, Vietnam, China, Tibet, Nepal, India, Iran, dan Arab Saudi. (Ism)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya