Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Bisa Nggak Wahyu Ningsih Jadi CEO Microsoft?
Jika Guru Digaji Lebih Layak, Apakah Kualitas Pendidikan Indonesia Akan Meningkat?
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Polisi Australia Berjaga-jaga Untuk Melepaskan Sandera (Foto: The Australian)
Dream - Serangan teror diduga dilakukan kelompok ISIS kembali membuat warga panik. Kini serangan kelompok militan itu mengarah ke pinggiran kota Melbourne, Australia.
Dalam serangan yang terjadi pada Senin, 5 Juni 2017 malam, seorang terduga teroris membunuh seorang pria dan menyandera seorang perempuan, serta menembak tiga polisi yang bertugas.
Lewat aksi pengepungan di pasar pinggiran Melbourne, pria bersenjata itu akhirnya ditembak ditempat oleh polisi.
Menurut laman news.com.au pihak kepolisian mengidentifikasi penyandera bersejata itu bernama Yacqub Khayre. Dia dikenal sebagai mantan narapidana dan memusuhi polisi.
Menurut polisi, sebelum melancarkan aksinya Yacqub mengatur pertemuan dengan seorang perempuan di Buckingham Serviced Apartments di Brighton. Komisaris Polisi Victoria Graham Ashton mengatakan pria tersebut kemudian menembak kawan perempuan itu, sebelum akhirnya melakukan penyanderaan.

"Di tempat kejadian, ketika orang ini pertama kali tiba di sana, seorang pria ditembak, kami yakin, oleh si pria bersenjata," kata Ashton. "Dia adalah pegawai dari apartemen, jadi sepertinya dia berada di tempat yang salah, pada waktu yang salah."
Menurut Ashton, korban peristiwa teror itu adalah warga negara Australia keturunan Tionghoa. Polisi belum menyebutkan nama korban karena polisi masih berusaha memberi tahu kerabatnya, kata Ashton.
Saksi pengepungan di Brighton menggambarkan, dalam aksi itu terdengar ledakan dan teriakan sebelum muncul percikan dari api.
Beberapa media merilis laporan yang mengklaim rencana kegagalan Khayre untuk menyerang sebuah pangkalan militer Australia. Menurut laporan itu Khayre merupakan 'seorang tentara ISIS'.
ISIS mengklaim bertanggung jawab atas serangan itu. Kantor berita Amaq mengatakan serangan di Australia dibuat oleh tentara ISIS untuk menyerang target negara koalisi Amerika Serikat.(Sah)
Advertisement

Benarkah Kecerdasan Manusia Menurun? Studi Ungkap Tren Mengkhawatirkan Sejak 2012

Mengapa Anak Suka Makan Upil? Sains Punya Penjelasan di Balik Kebiasaan Ini

Kurang Tidur Bisa Ganggu Gula Darah dan Kesehatan Jantung, Olahraga 10–15 Menit Ini Bisa Membantu

Sering Buang Angin Tanpa Sebab Jelas? Kebiasaan Mengunyah Permen Karet Bisa Jadi Pemicunya

Berawal dari Penyakit Misterius dan Mayat Membusuk, Begini Sejarah Mitos Vampir yang Mendunia

IHSG Lanjutan Menguat ke Level 5.387, Saham Bank Pelat Merah Bermekaran

Teori Lipstik: Mengapa Penjualan Lipstik Mewah Bisa Meningkat Saat Ekonomi Memburuk?