Pertamina Hulu Energi Akuisisi PI 3 WK di Kaltim, Salah Satunya di Lokasi Temuan Cadangan Gas Raksasa Tahun 2023
Spa and Wellness Jadi Bagian dari Gaya Hidup Urban, Ini Manfaatnya bagi Tubuh dan Pikiran
Survei: Dulu Coblos Prabowo, 55 Persen Pemilihnya Kini Bilang Ogah
5 Minuman yang Sebaiknya Dihindari Setiap Hari Jika Ingin Mengurangi Gula
Pertamina dan MedcoEnergi Ambil 10% Hak Partisipasi Sumur Gas di Kaltim Milik Eni S.p.A
Mengapa AC Mobil Listrik Tetap Bisa Aman Menyala Meski Mesin Mati?
Mengapa Ada Orang yang Lebih Sering Mengalami Efek Samping Vaksin? Studi Ungkap Penyebabnya
Dibuka Menguat ke Level 6.109,32, IHSG Bergerak di 2 Zona pada Awal Perdagangan
Ilustrasi Mayat Hidup (Sumber: Merdeka.com)
Dream - Perang melawan terorisme telah banyak digaungkan masyarakat dunia. Tetapi, dalam perkiraan, musuh terbesar negara bukanlah terorisme, melainkan narkoba.
" Terorisme memang hebat. Tapi, narkoba yang lebih dahsyat. Perharinya, 60 orang meninggal dunia karena kasus narkoba," kata Ketua Bidang Hubungan Luar Negeri Majelis Ulama Indonesia (MUI) KH Muhyidin Junaidi, saat di kantor MUI Pusat, Jakarta, Senin, 25 Juli 2016.
Menurut Muhyidin, saat ini peredaran narkoba telah menjangkiti satu jutaan anak muda. Anak-anak muda yang terjangkit narkoba tersebut tidak akan ada harapan dan menjadi mayat hidup atau zombie.
Menurut Badan Narkotika Nasional (BNN) dalam Laporan Survei Perkembangan Penyalahgunaan Narkoba di Indonesia 2014, sebanyak 3,8 juta hingga 4,1 juta orang berisiko terpapar narkoba. Angka itu diproyeksi akan meningkat hingga 5 juta orang pada 2020.
" Di tahun 2020, jika ada peningkatan pengguna narkoba, kerugian biaya ekonomi dan sosial sebesar 143,8 triliun," papar laporan BNN tersebut.
Meski begitu, seperti yang dilaporkan laman Merdeka pada akhir tahun lalu, sebanyak 5,2 juta orang terindikasi menggunakan narkoba. Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) bahkan mendapat temuan jumlah pengguna narkoba usia 12-21 tahun telah mencapai 14.000 jiwa.
Melihat fenomena ini, Presiden Joko Widodo menyebut Indonesia darurat narkoba. Seperti yang ditulis laman Merdeka, dalam rapat koordinasi nasional darurat narkoba tahun lalu, Jokowi meminta seluruh masyarakat memerangi narkoba,
" Ini angka yang sangat besar. Ini sudah darurat betul. Coba dicek di LP kita 70% adalah tahanan narkotika. Inilah yang harus kita sikapi. Jangan ada toleransi lagi," kata Jokowi.
Advertisement

Aroma Parfum yang Lagi Tren Ini Ternyata Bisa Bantu Tidur Lebih Nyenyak, Studi Ungkap Rahasianya

8 Makanan yang Bisa Redakan Ngidam Makanan Manis Lebih Baik daripada Permen, Menurut Ahli Gizi

Dibuka Menguat ke Level 6.109,32, IHSG Bergerak di 2 Zona pada Awal Perdagangan

Mengapa Ada Orang yang Lebih Sering Mengalami Efek Samping Vaksin? Studi Ungkap Penyebabnya


Spa and Wellness Jadi Bagian dari Gaya Hidup Urban, Ini Manfaatnya bagi Tubuh dan Pikiran

Survei: Dulu Coblos Prabowo, 55 Persen Pemilihnya Kini Bilang Ogah