Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi
Dream - Krisis keuangan hebat (Great Recession) telah membuat berbagai negara kebat-kebit. Perekonomian rusak karena poros penguasa keuangan dunia, Amerika Serikat, kala itu tengah kocar-kacir.
Porak-porandanya ekonomi AS membuat banyak pihak mulai mempertanyakan seberapa besar penderitaan yang dialami masyarakatnya? Alhasil munculah indeks penderitaan (Misery Index Score).
Seiring waktu, metode pengukuran pun terus berkembang. Terakhir, Cato Institute yang merupakan organisasi peneliti kebijakan publik, mencoba mengukur tingkat penderitaan penduduk sebuah negara.
Cara pengukuran kali ini menggunakan penilaian berdasarkan tingkat inflasi, suku bunga pinjaman, dan tingkat pengangguran. Namun Cato Institute tak memasukan komponen pertumbuhan PDB per kapita dalam menghitung kondisi masyarakat.
Mengutip Laporan Cato Institute, Venezuela menjadi negara dengan penduduk paling menderita di dunia. Penduduk negara di Amerika Selatan ini harus merasakan dampak inflasi yang mencapai 278%.
Bila mengutip data resmi pemerintah, perhitungan Cato Institute ini memang lebih tinggi lima kali lipat. Angka ini muncul karena Venezuela selama ini menerapkan sistem kontrol harga oleh pemerintah. Artinya, harga yang tercipta sangat semu.
Dari 90 negara yang dinilai Cato, Dream menemukan setidaknya 17 negara muslim yang masuk daftar Misery Index Score. Namun bukan berarti, seluruh negara ini mengalami penderitaan paling parah. Justru sebaliknya.
Tiga negara muslim mencatat hasil indeks lebih baik dibandingkan negara-negara besar. Meski posisi puncak memang masih ditempati negara Jepang dengan skor indeks 5,41.
Lalu siapakah negara-negara muslim paling bahagia karena mencatat Misery Index Score terendah, berikut daftarnya:
(Keterangan: Semakin kecil nilai Misery Index Score, semakin baik kondisi masyarakat)
10. Tunisia
Posisi global: 30
Skor: 21,5
Persoalan utama: pengangguran
9. Bangladesh
Posisi global: 31
Skor: 20,8
Persoalan utama: suku bunga
8. Azerbaijan
Posisi global: 35
Skor: 20,0
Persoalan utama: suku bunga
7. Arab Saudi
Posisi global: 40
Skor: 18,9
Persoalan utama: pengangguran
6. Aljazair
Posisi global: 46
Skor: 16,8
Persoalan utama: pengangguran
5. Maroko
Posisi global: 58
Skor: 13,3
Persoalan utama: pengangguran
4. Kazakhstan
Posisi global: 68
Skor: 11,7
Persoalan utama: suku bunga
3. Malaysia
Posisi global: 83
Skor: 7,88
Persoalan utama: suku bunga
2. Qatar
Posisi global: 84
Skor: 7,39
Persoalan utama: Suku bunga
1. Uzbekistan
Posisi global: 89
Skor: 5,70
Persoalan utama: pengangguran
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya