Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Pertemuan Sun Haiyang (Kiri) Dengan Sun Zhuo (tengan) Usai 14 Tahun Terpisah (Daily Star)
Dream - Keputusasaan seorang ayah mencari anak laki-lakinya yang hilang akhirnya terbayar. Setelah 14 tahun, dia berhasil menemukan anaknya.
Sayangnya, si anak malah tidak mau kembali berkumpul dengan keluarga kandungnya. Dia lebih memilih bersama orangtua yang telah mengadopsinya.
Sun Haiyang, dari Hubei, China, sangat terpukul setelah putranya yang berusia empat tahun, Sun Zhuo, diculik. Zhuo, sekarang berusia 18 tahun, dipertemukan kembali dalam momen berlinang air mata dengan ayahnya usai diculik pada 9 Oktober 2007, ketika seorang pria menawarinya mainan dan makanan ringan di Shenzhen.
Selama reuni, Haiyang terlihat menangis dan tidak akan melepaskan putranya untuk waktu yang lama. Namun, setelah menunggu begitu lama untuk memiliki putranya kembali dalam hidupnya, Haiyang dengan sedih diberitahu sang anak tidak akan kembali kepada mereka.
Putranya menyatakan rasa bersalah karena dia tidak ingin kembali ke rumah orangtuanya. Dia telah menghabiskan sebagian besar hidupnya dengan orangtua angkat.
" Saya memiliki rumah baru sekarang, tetapi kedua belah pihak adalah orangtua saya," kata Zhuo.
Haiyang tidak pernah putus asa untuk menemukan putranya dan telah menghabiskan bertahun-tahun menawarkan hadiah dengan menjual propertinya untuk mendapatkan petunjuk.
Dia bahkan mengubah papan nama toko roti kukusnya menjadi tanda hadiah bagi siapa saja yang memiliki informasi mengenai anaknya.
Satu imbalan dia tawarkan 200 ribu yuan, setara Rp450 juta. Tawaran itu menyebabkan sensasi sedemikian rupa sehingga ceritanya diadaptasi menjadi film.
Disutradarai oleh sutradara Hong Kong Peter Chan, film Dearest dirilis dan sukses box office di negara itu pada tahun 2014.
Haiyang dan istrinya Peng Siying memiliki anak lagi, sekarang berusia delapan tahun, tetapi tidak pernah memberi tahu dia tentang kakak laki-lakinya.
" Selama 14 tahun terakhir, saya memeriksa setiap petunjuk yang diberikan orang kepada saya," kata Haiyang, dikutip dari Daily Star.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya