Selasa, 20 Oktober 2026 Cari

16 Negara Ini Tak Laporkan Adanya Kasus Covid-19

Reporter : Razdkanya Ramadhanty
Kamis, 16 April 2020 17:01
16 Negara Ini Tak Laporkan Adanya Kasus Covid-19
Ada berbagai dugaan alasan negara-negara itu belum melaporkan kasus Covid-19.

Dream - Virus corona telah mewabah di lebih dari 90 negara di dunia. Data yang dipaparkan oleh Johns Hopkins University, ada lebih dari 1,9 juta orang yang terinfeksi virus tersebut.

Sementara, jumlah kematian secara global mencapai lebih dari 125.000 jiwa. Meski terdapat 470.000 orang yang sembuh, namun angkat tersebut masih cukup besar dan terus bertambah tiap harinya.

Bertambahnya jumlah infeksi berbanding lurus dengan jumlah pasien yang sembuh. Persentase kesembuhan hanya sebesar 56,5 persen.

Hanya dalam waktu sekitar empat bulan, Aljazeera melaporkan paling tidak ada 185 negara yang terinfeksi virus Corona.

Meski telah menyebar hampir ke seluruh benua di dunia, ada sejumlah negara yang belum melaporkan kasus corona di wilayahnya.

1 dari 4 halaman

Negara Tanpa Kasus Corona

Aljazeera melaporkan ada 16 negara yang hingga saat ini belum ada kasus virus Corona yang dilaporkan. Negara-negara tersebut yaitu,

Comoros
Kiribati
Lesotho
Marshall Islands
Micronesia
Nauru
Korea Utara
Palau
Samoa
Sao Tome and Principe
Solomon Islands
Tajikistan
Tonga
Turkmenistan
Tuvalu
Vanuatu

The Diplomat melaporkan tidak adanya kasus Corona di beberapa negara seperti Solomon Islands, Vanuatu, Samoa, Kiribati, Micronesia, Tonga, the Marshall Islands Palau, Tuvalu, dan Nauru bukan berarti benar-benar tidak ada kasus sama sekali. Pemerintah negara-negara tersebut menyangkal adanya kasus corona.

" Dalam laporan the Diplomat lainnya, lebih mudah untuk percaya kalau para pemerintah menyangkal kasus (virus Corona) dan mengambil beberapa langkah untuk mencegah penyebaran virus Corona," tulis laporan tersebut.


2 dari 4 halaman

Korea Utara Isolasi Diri

Selain itu, ada metode lain yang dilakukan. Korea Utara, misalnya, telah mengambil langkah lebih awal dengan melakukan isolasi diri.

Selain itu, pemerintah Korea Utara juga memberlakukan beberapa kebijakan seperti menutup perbatasan dengan Cina pada bulan Januari 2020 lalu dan menolak masuknya orang asing.

Tetapi, angka nol pada kasus Covid-19 di Korea Utara juga masih diragukan. Para pengamat Korea Utara belum yakin negara tersebut tak miliki kasus hingga hari ini.


3 dari 4 halaman

Tajikistan dan Turkmenistan

Para pengamat menyebut, nol kasus pasien Covid-19 di Tajikistan dan Turkmenistan juga perlu diragukan. Sama halnya dengan Korea Utara, Turkmenistan telah melakukan isolasi mandiri dibanding negara-negara lain.

Ada beberapa faktor yang menguatkan bahwa negara ini tak miliki kasus corona. Seperti jauhnya jarak negara dengan China dan jarangnya orang asing yang masuk ke negara tersebut.

Tetapi, ibu kota Turkmenistan, Ashgabat, memiliki sistem kesehatan yang buruk. Sehingga, kota ini dinilai memiliki kapasitas yang kurang untuk melakukan test virus Corona.

Tajikistan memang sudah mengutak-atik berbagai sistem pembatasan perjalanan yang berorientasi eksternal. Artinya, mereka sudah mengantisipasi untuk meminimalkan jumlah traveler atau orang asing yang masuk ke negaranya.
Meski begitu, Presiden Tajikistan, Rahmon, kerap kali muncul di pertemuan besar di mana ada begitu banyak tari-tarian tradisional dan anak-anak kecil yang menghadiri acara tersebut.

Untungnya, Tajikistan pada Maret 2020 telah mengumumkan akan memblokir masuknya orang asing dari 35 negara yang terkonfirmasi memiliki kasus virus corona.

Sumber: Liputan6.com/Karla Farhana

4 dari 4 halaman

Cina Setujui Uji Klinis Dua Vaksin Covid-19 ke Manusia

Dream - Pemerintah Cina menyetujui uji coba klinis dua vaksin virus corona kepada manusia. Ini merupakan tahap awal pengujian setelah dua vaksin itu dikembangkan oleh Institut Produk Biologi Wuhan di bawah Group Farmasi Nasional Cina (Sinopharm) dan Sinovac Research and Development Co, Ltd, sebuah perusahaan yang berbasis di Beijing.

Dikutip dari Xinhua, kedua vaksin Covid-19 itu telah mendapat persetujuan uji klinis. Vaksin itu menggunakan mikroorganisme patogen yang terbunuh untuk meningkatkan imunogenitas.

Vaksin ini memiliki keunggulan proses produksi yang matang, standar kualitas yang baik serta perlindungan yang memadai.

Keduanya dapat digunakan untuk vaksinasi skala besar dengan tingkat keamanan serta efektivitasnya dapat diterima secara internasional.

Pemerintah Cina telah menetapkan dukungannya terkait kedua vaksin itu. Vaksin itu diklaim dapat memerangi Hepatitis A, influenza, penyakit tangan-kaki-dan-mulut dan poliomielitis.

Pengembangan vaksin memiliki kapasitas untuk produksi skala besar dan siap untuk penggunaan vaksin darurat sesuai hukum dan peraturan.

Diketahui sejak Maret lalu, Pemerintah Cina telah memberikan lampu hijau uji coba klinis terhadap vaksin virus corona oleh Akademi Sains Medis Militer Cina

Dalam laporan itu, telah dilakukan uji coba klinis dengan kode nomor 'Fase 1' pada 108 relawan dan terbukti aman pada manusia. Eksperimen ini dimulai pada 15 Maret 2020 hingga 20 Desember 2020 mendatang.

Beri Komentar