Pemerintah Target 10 Ribu Tes PCR per Hari

Reporter : Maulana Kautsar
Kamis, 16 April 2020 16:02
Pemerintah Target 10 Ribu Tes PCR per Hari
Target 10.000 Polymerase Chain Reaction (PCR) per hari untuk mempercepat deteksi Covid-19.

Dream - Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 menargetkan pemeriksaan hingga 10.000 Polymerase Chain Reaction (PCR) per hari untuk mempercepat deteksi Covid-19.

" Untuk tanggap terhadap pandemik Covid-19 ini, di antaranya kita harus menuju target 10.000 tes PCR real time per hari dengan mengaktifkan 78 laboratorium dari 32 laboratorium yang sebelumnya,” kata juru bicara pemerintah untuk penanganan Covid-19, Achmad Yurianto.

Untuk mencapai target pengujian itu, pemerintah sudah mendatangkan 150.000 reagen PCR yang akan segera didistribusikan.

" Real Time PCR sudah didatangkan lagi sebanyak 150.000 reagen PCR, ini akan segera kita distribusikan ke laboratorium-laboratorium yang sudah menjadi jejaring dalam pemeriksaan COVID-19,” kata dia.

Selain itu Gugus Tugas juga akan melakukan konversi alat tes cepat molekuler untuk menambah jumlah alat tes cepat Covid-19 yang sudah ada saat ini yakni 900 unit. Jumlah alat tes cepat molekuler yang akan dikonversi sebanyak 305 unit.

Untuk alat tes ini, pemerintah sedang menunggu datangnya cartridge untuk pemeriksaan Covid-19. Targetnya, cartridge tiba pada pekan ini.

" Ini tinggal menunggu datangnya cartridge untuk COVID19, mudah-mudahan dalam waktu dekat, kita berharap pada minggu ini, ini pun juga sudah bisa kita operasionalkan sehingga target 10.000 pemeriksaan perhari bisa kita penuhi," ujar dia.

Selain meningkatkan jumlah mesin, reagen dan SDM, Gugus Tugas juga merancang sistem terkait dengan zonasi agar memperpendek waktu kirim spesimen menuju ke laboratorium uji.

1 dari 5 halaman

Indonesia Kini Punya 20 Alat PCR, Sanggup Lakukan 10 Ribu Tes COVID-19 Sehari

Dream - Pemerintah kini telah memiliki 20 alat tes reaksi berantai polimerase (PCR). Alat ini terdiri dari dua buah RNA Extractor Automatic dan 18 Detector PCR yang bisa mengetahui ketepatan hasil tes COVID-19 hingga 10 ribu per hari.

" Sekitar tiga minggu lalu, kita sudah berhasil membeli alat dari Swiss Roche sudah datang ke Indonesia. Detailnya adalah ada dua buah Manufacture RNA ini adalah automatic RNA untuk ekstraktor biasanya di Indonesia ada yang manual dan matic juga," ujar Stafsus Menteri BUMN Arya Mahendra Sinulingga, Rabu, 8 April 2020.

Arya mengatakan, kedua alat ini memiliki kemampuan tes yang berbeda. RNA Extractor bisa mengetahui hasil tes RNA hingga 1.000 per hari. Sementara Detector PCR memiliki kapasitas 500 tes per hari.

Apabila semua alat tes telah terpasang maka dalam satu hari bisa mengetahui hasil tes 9.000 hingga 10.000. Menurut hitung-hitungannya, apabila dalam satu hari bisa dilakukan 5.000 hingga 10.000 tes, maka dalam sebulan bisa mencapai 300.000 tes.

2 dari 5 halaman

Mempercepat

" Sehingga ini bisa mengejar orang yang bisa dites, dengan alat PCR kepastian bahwa orang itu terkena corona atau tidak. Alat ini sudah hadir dan sudah di Set Up," kata dia.

Dia berharap dengan adanya alat ini Indonesia akan semakin mudah mendata berapa banyak masyarakat yang positif tertular COVID-19. Dengan begitu, upaya penyembuhan serta memutus rantai penularan akan semakin mudah.

" Ini langkah cepat supaya bisa mengantisipasi kondisi corona yang ada di Indonesia. Semua negara berebutan karena hampir seluruh dunia terkena corona," kata dia.

Sementara itu, jumlah pasien yang positif terinfeksi virus corona penyebab COVID-19 per 7 April 2020 menjadi 2.738 orang. Dari jumlah itu, 221 orang di antaranya meninggal dunia dan 204 pasien dinyatakan sembuh.

3 dari 5 halaman

Ventilator Portabel Karya Anak Bangsa Sedang Dites

Dream - Menteri Riset dan Teknologi/ Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Bambang PS Brodjonegoro, mengatakan, ventilator portabel buatan anak bangsa sedang diuji di Kementerian Kesehatan (Kemenkes).

Ventilator portabel itu dibuat di bawah kendali Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT), salah satu bagian dari BRIN.

" Kita berupaya membuat ventilator dalam negeri dan tim dipimpin BPPT sudah sampai pada tahap membuat portabel ventilator yang sudah diuji di antara dokter, saat ini sedang diuji Kemenkes. Sehabis ini, diuji di RS,"   kata Bambang, dalam keterangan resminya, Selasa 7 April 2020.

Seiring dengan banyaknya pasien Covid-19, keberadaan ventilator sangat dibutuhkan dalam jumlah besar untuk menunjang pelayanan kesehatan di rumah sakit.

Sehingga, dia berharap dalam waktu dua minggu lagi ventilator portabel tersebut segera bisa diproduksi dalam jumlah yang besar.

" Paling tidak membantu untuk pasien yang non-ICU (intensive care unit) yang membutuhkan bantuan ventilator," ucap dia.

Selain itu, Bambang menyampaikan bahwa ventilator portabel tersebut hampir semuanya menggunakan komponen lokal. " Yang terpenting, TKDN (tingkat komponen dalam negeri) dari ventilator ini hampir 100 persen," ujar dia.

4 dari 5 halaman

Baca Cuitan Mau Sumbang Ventilator, Wamen BUMN Gercep Colek Elon Musk

Dream – Elon Musk, bos produsen mobil listrik Tesla, menawarkan bantuan ventilator untuk rumah sakit di seluruh dunia melalui akun twitternya @elonmusk. Cuitan Musk ternyata menarik perhatian Wakil Menteri BUMN, Budi Gunadi Sadikin.

Dalam cuitan twiternya, Tesla memiliki ventilator bersertifikat FDA dan akan memberikannya cuma dengan syarat tertentu.

" Syaratnya, ventilator harus digunakan untuk kepentingan pasien, tidak disimpan di gudang. Silakan hubungi saya atau @Tesla," cuit Elon dalam bahasa Inggris.

Menurut Musk, ventilator tersebut telah bersertifikat FDA dan dia bersedia mengirimkannya ke rumah sakit di seluruh dunia melalui sistem pesan antar Teslan di tiap region.

" Biaya antar dan mesin grati," cuit Musk.

5 dari 5 halaman

Tarik Perhatian Wamen BUMN

Menanggapi tawaran Musk, Wamen BUMN Budi Gunadi Sadikin, turut membalas tweet tersebut. Jumlah ventilator yang diminta pun tak main-main, mencapai 300-400 unit untuk memenuhi kebutuhan di 70 rumah sakit yang tersebar di Indonesia dan menangani pasien positif Covid-19.

Budi mengatakan Indonesia sedang membutuhkan ventilator secepatnya untuk menangani para pasien.

" Elon, kami mengelola 70 rumah sakit dengan 6.500 tempat tidur dan sedang mencari 300 hingga 400 ventilator secepatnya untuk menangani pasien baru. Harap hubungi saya di budi.g.sadikin@bumn.go.id," cuit dia dalam akun Twitternya @BudiGSadikin.

Staf Khusus Menteri BUMN, Arya Sinulingga membenarkan cuitan permintaan bantuan dari Budi tersebut. " Benar," ujarnya saat dikonfirmasi Liputan6.com.

(Sumber: Liputan6.com/Athika Rahma)

Beri Komentar