BNPB Antisipasi Penanggulangan Bencana Alam di Tengah Wabah Covid-19

Reporter : Maulana Kautsar
Kamis, 16 April 2020 13:00
BNPB Antisipasi Penanggulangan Bencana Alam di Tengah Wabah Covid-19
Tantangan utama penanggulangan bencana saat kondisi wabah yaitu organisasi, anggaran, regulasi, dan logistik.

Dream – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengagas antisipasi penanggulangan bencana alam di tengah pandemik wabah Covid-19. Praktisi bencana Said Faisal mengaku kondisi ini bisa menjadi tantangan karena bertepatan dengan wabah penyakit yang membuat masyarakat harus tinggal di rumah.

Menurut Said, tantangan utama yang akan dihadapi dalam penanggulangan bencana alam di saat pandemi Corona antara lain mengenai organisasi, anggaran, regulasi dan logistik.

Selain regulasi, Said juga mengemukakan tantangan alokasi biaya yang dibutuhkan selama masa tanggap darurat. Mengingat baik pemerintah pusat dan daerah memfokuskan alokasi biaya untuk penanganan Covid-19.

Kepala Subbidang Mitigasi Gunung Api Wilayah Timur PVMBG, Devi Kami Syahbana menekankan perlunya sumber daya manusia yang ditugaskan untuk penanganan darurat bencana alam. Sumber daya ini terpisah dari Gugus Tugas baik di tingkat pusat dan di tingkat daerah.

Direktur Pengembangan Strategi Penanggulangan Bencana (PSPB) BNPB, Raditya Jati  menyimpulkan bahwa perlu membentuk tim teknis untuk menyusun strategi maupun kajian dan protokol, serta menyusun kesiapan menghadapi bencana alam dalam situasi pandemik Covid - 19. Selain itu, memberikan informasi mengenai ancaman multibahaya kepada pemerintah provinsi, kabupaten dan kota melalui BPBD.

" Rapat ini akan segera ditindaklanjuti dengan adanya surat edaran dari Gugus Tugas terkait ancaman multibahaya kepada pemerintah daerah," kata Raditya, Rabu, 15 April 2020.

BNPB mencatat data bencana hingga 10 April 2020, berjumlah 1.069 kejadian. Bencana hidrometeorologi masih tetap dominan, yaitu banjir sebanyak 388 kejadian, puting beliung 320, dan tanah longsor 243. Kejadian lain yang jumlahnya tinggi yaitu kebakaran hutan dan lahan sejumlah 109 kejadian.

Dari sejumlah peristiwa itu, bencana mengakibatkan 150 orang meninggal dunia, 228 luka-luka dan lebih dari 180 ribu menderita. Kerusakan yang ditimbulkan mencakup sektor perumahan, infrastruktur dan fasilitas umum lain.

Total rumah rusak dengan tingkat kerusakan berbeda lebih dari 16 ribu, dengan rincian rusak berat 3.554 unit, rusak sedang 2.489 dan rusak ringan 10.331.

1 dari 4 halaman

Pemerintah Tetapkan Status Wabah Corona sebagai Bencana Nasional Non Alam

Dream - Pemerintah menetapkan masalah virus Corona atau Covid-19 sudah menjadi bencana nasional non alam. Dengan demikian, pemerintah pusat dan daerah saling berkontribusi untuk menangani bencana tersebut.

" Sebagaimana yang tercantum dalam Pasal 50 Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2007 tentang penanggulangan bencana, karena virus ini sudah dikategorikan sebagai penyakit global, maka statusnya adalah bencana nasional non alam," kata Kepala BNPB Doni Monardo di kantor BNPB, Jakarta, Sabtu 14 Maret 2020.

Doni yang ditunjuk sebagai ketua tim pelaksana percepatan penanganan Covid-19 di Indonesia mengatakan, tim akan berusaha semaksimal mungkin untuk melindungi warga yang masih sehat, agar tidak tertular penyakit.

Tim juga berusaha dengan semaksimal mungkin untuk menyembuhkan yang sakit. Kata dia, perlu dilakukan percepatan penanganan secara masif melibatkan seluruh sumber daya nasional melalui kolaborasi, baik pemerintah pusat maupun Pemda, akademisi, peneliti, khususnya di bidang virus, pakar dan media.

" Karena virus ini sebagai pandemik global, maka statusnya bencana non alam," ujar Doni.

(Sumber: Merdeka.com/Ronald)

2 dari 4 halaman

Melibatkan Semua Pihak

Dengan demikian, Tim Percepatan memerintahkan kepada seluruh kepala daerah untuk membentuk gugus tugas percepatan penanganan. Para kepala daerah nantinya juga akan dibantu oleh TNI, Polri dan seluruh unsur pemerintah pusat yang ada di daerah lainnya.

Seluruh pihak ikut dilibatkan, termasuk universitas dan IDI serta lembaga riset non pemerintah untuk melakukan penanganan corona tersebut.

" Dilibatkan secara terencana dan terpadu untuk melakukan penguatan pencegahan percepatan dan respons aksi nyata" .

3 dari 4 halaman

Menteri Perhubungan Budi Karya Positif Corona

Dream - Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi positif Covid-19. Budi Karya tercatat sebagai pasien positif Corona kasus ke-76.

" Atas izin keluarga yang disampaikan Pak Wakil Kepala RSPAD tadi, pasien tersebut pak Budi Karya, Pak Menhub," ujar Mensesneg, Pratikno, di RSPAD, Jakarta, Sabtu malam 14 Maret 2020.

Albertus mengatakan hasil laboratorium pemeriksaan Budi Karya menyatakan positif COVID-19. Saat ini, Budi Karya sedang dirawat di RSPAD Gatot Soebroto.

4 dari 4 halaman

Sebelumnya, Menhub Budi Karya disebut harus dirawat di rumah sakit setelah menderita penyakit tifus. Menurut Staf Khusus Menteri Perhubungan, Adita Irawati, saat itu Menhub dalam kondisi stabil.

Budi diketahui berada di Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB), Kecamatan Kertajati, Kabupaten Majalengka, Jabar, pada Minggu 1 Maret 2020. BIJB merupakan tempat evakuasi 69 WNI anak buah kapal (ABK) Diamond Princess.

" Tugas dia (Menhub) sangat banyak dalam penanganan ini (Corona). Yang terpenting kondisi sekarang semakin sehat dan sembuh" ujar Mensesneg, Pratikno.

(Sumber: Liputan6/Rita Ayuningtyas)

Beri Komentar