Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi Gus Mus (Foto: Merdeka.com)
Dream - Gus Mus mengaku heran masih ada orang yang tidak percaya dengan pandemi corona. Apalagi, angka penularan Covid-19 terus meningkat.
“ Peningkatannya luar biasa, ada kasus yang terkonfirmasi positif itu sampai satu juta 90 sekian,” ungkap Gus Mus melalui kanal YouTube Kemenag RI, Rabu 23 Juni 2021.
Pandemi Covid-19 memang sudah setahun lebih. Virus corona belum terbendung. Data 21 Juni 2021, di Indonesia sudah ada 2.004.445 kasus positif. Kasus harian di tanggal yang sama mencapai 14.536.
“ Jadi saya musykil kalau pandemi yang merupakan wabah kemanusiaan yang mengenai siapa saja ini masih ada yang tidak memercayainya, atau minimal ada yang bikin sepele,” tambah kiai bernama lengkap Ahmad Mustofa Bisri tersebut.
Padahal, kata dia, berbagai kanal informasi menyampaikan korban terus berjatuhan akibat covid-19. Selain korban jiwa, Covid-19 juga berdampak terhadap umat Islam di Indonesia, yaitu penundaan ibadah haji.
“ Kita sudah melihat sendiri, paling tidak mendengar lah berita di dunia bagaimana dampak pandemi ini misalnya ke kebijaksanaan pemerintah, contohnya Saudi Arabia, sehingga haji ditunda,” lanjutnya.

Pandemi corona, lanjut Gus Mus, merupakan wabah yang menyerang kemanusiaan. Bukan hanya menyerang perorangan, kelompok, etnis, maupun agama tertentu. Menurutnya, Allah Swt sedang memberikan pelajaran yang besar kepada umat manusia lewat pandemi.
“ Ini yang saya sering katakan bahwa ini (Covid-19) musibah kemanusiaan, bukan hanya musibah perorangan, kelompok partai, negeri daerah, etnis, agama, tapi manusia secara keseluruhan. Mungkin Allah ta’ala ingin memberikan pelajaran yang besar kepada umat manusia,” tutur putra KH Bisri Mustofa tersebut.
Gus Mus mengungkapkan keprihatinannya kepada pihak yang menjadi garda terdepan dalam menangani Covid-19 ini. Sebab dampaknya yang semakin meluas, rumah sakit penuh karena lonjakan kasus, para dokter dan tenaga medis dan siapapun yang berada di garis depan tentu merasa kelelahan yang luar biasa.
“ Para dokter, tenaga medis dan siapa saja yang ada di garis depan yang ngatasi pandemi ini mengalami kelelahan yang luar biasa,” lanjutnya.

Maka dari itu, kata Gus Mus, masyarakat harus memprioritaskan rasa kemanusiaan seperti sila kedua yakni kemanusiaan yang adil dan beradab.
“ Maka ini tentu saja rasa kemanusiaan kita, tertutama sebagai bangsa Indonesia, yang memiliki kemanusiaan yang adil dan beradab, maka kita harus memprioritaskan kemanusiaan ini daripada yang lainnya, politik, ekonomi, dan lain-lain,” imbuhnya.
Ia menambahkan, dengan menekan laju penularan virus ini, maka setelah itu masyarakat bisa berbuat yang lainnya.
Dengan demikian ia meminta pemerintah agar tegas menangani pandemi dengan membatasi kegiatan masyarakat.
“ Pokoknya yang jelas pemerintah harus melakukan tindakan tegas yang jelas untuk menanggulangi wabah. Jangan ditunda-tunda. Ini prioritas,” ucapnya.
Ia juga mengatakan, rasa kesetiakawanan kita diuji oleh adanya pandemi Covid-19. Seperti adanya fenomena masyarakat yang sudah mulai abai dengan protokol kesehatan menjadi penyebab penularan virus tak berkesudahan.
Maka dari itu, tokoh masyarakat diimbau untuk terus menyosialisasikan kepada pihak-pihak yang belum paham atau menganggap virus ini tidak ada, demi kepentingan bersama.
“ Ini kita diuji tentang rasa kesetiakawanan. Misalnya memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak, tidak berkerumun, membatasi kegiatan, itu untuk kepentingan bersama. Sekarang ini kita dituntut untuk lebih peduli kepada sesama,” tegasnya.
Selalu ingat #PesanIbu untuk selalu mencuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak untuk pencegahan virus COVID19. Jika tidak, kamu akan kehilangan orang-orang tersayang dalam waktu dekat.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya