Kala Covid-19 di RI Menggila, Negara-negara Ini Sudah Tak Lagi Pakai Masker

Reporter : Razdkanya Ramadhanty
Rabu, 23 Juni 2021 15:02
Kala Covid-19 di RI Menggila, Negara-negara Ini Sudah Tak Lagi Pakai Masker
Berikut deretan negara yang telah melakukan pelonggaran protokol kesehatan.

Dream - Di tengah maraknya pandemi Covid-19 di Indonesia, ternyata ada beberapa negara yang kondisinya menuju normal. Ini lantaran kasus Covid-19 disebut sudah teratasi dengan baik.

Di negara-negara tersebut, masyarakat diperbolehkan untuk tidak menggunakan masker di tempat umum. Pasalnya, di beberapa negara itu sudah memvaksinasi 50% lebih warganya dengan angka penularan virus corona yang berhasil ditekan.

Dirangkum dari berbagai sumber, berikut deretan negara yang telah mencabut aturan wajib menggunakan masker di lokasi publik:

1 dari 7 halaman

1. Israel

Pada Kamis, 15 April lalu, Menteri Kesehatan Israel mengumumkan warga tak perlu lagi menggunakan masker di ruang terbuka umum. Namun masker masih perlu digunakan di ruang publik dalam ruangan.

Israel mulai memvaksinasi warganya pada 20 Desember tahun lalu dan termasuk salah satu negara yang paling cepat program vaksinnya di dunia. Berdasarkan data, setidaknya lebih dari 56 persen penduduk Israel telah menerima vaksin corona lengkap.

Hal ini ikut menurunkan jumlah penularan virus korona Israel dari sekitar 10.000 infeksi baru per hari pada pertengahan Januari, menjadi sekitar 200 kasus per hari. Bahkan pada awal Juni lalu, negara itu hanya mencatat satu kasus infeksi saja.

2 dari 7 halaman

2. Hungaria

Perdana Menteri Hungaria Viktor Orban mengklaim, pemerintahannya telah berhasil mengendalikan pandemi Covid-1-. Dalam salah satu jumpa pers pada Jumat, 21 Mei 2021 lalu, Orban menyebut Hungaria telah memvaksinasi hampir 5 juta warganya.

Dalam kesempatan itu, ia juga mengkatan warganya diperbolehkan tidak menggunakan masker di tempat umum.

" Selamat tinggal, masker. Ini berarti kita telah berhasil mengalahkan pandemi gelombang ketiga," ujarnya.

Tak hanya itu, ia menyebutkan bahwa akan mencabut sebagian besar pembatasan Covid-19 termasuk jam malam. Warga juga diperbolehkan mengadakan pertemuan di ruang terbuka hingga 500 orang.

Sementara itu, acara di dalam ruang tertutup hanya diperbolehkan bagi warga yang telah memiliki kartu vaksinasi lengkap.

 

3 dari 7 halaman

3. China

Negara yang melaporkan kasus Covid-19 pertama itu, ternyata juga sudah membebaskan warganya untuk tidak menggunakan masker. Hal ini lantaran hampir seluruh warganya sudah menerima vaksin Covid-19 dosis penuh.

Salah satu jurus ampuh China menanggulangi corona yakni dengan melakukan lockdown wilayah sesegera mungkin, melakukan pemeriksaan dan pelacakan kontak dengan cepat, hingga percepatan vaksinasi warganya.

Saat ini sebagian besar wilayah China telah menerima turis. Pemerintah Wuhan bahkan telah mengizinkan warganya bebas berkumpul tanpa masker.

Beberapa musik festival pun telah digelar, salah satunya Wuhan Music Strawberry yang dihadiri 11 ribu orang pada awal Mei lalu.

4 dari 7 halaman

4. Selandia Baru

Pemerintahan Perdana Menteri Jacinda Ardern mulai melonggarkan aturan wajib bermasker sejak September 2020. Ia pun mendapat banyak pujian lantaran menjadi salah satu negara yang sukses menghadapi pandemi.

Dikutip dari Business Insider, hingga kini, Selandia Baru tercatat hanya memiliki 2.658 kasus corona dengan 26 kematian.

Pada pertengahan Mei lalu, pemerintah Selandia Baru juga sudah mengizinkan pagelaran konser musik yang dilangsungkan di Eden Park Stadium, Auckland. Acara tersebut dihadiri sekitar 50 ribu penonton tanpa harus menjaga jarak dan menggunakan masker.

Kendati demikian, penggunaan masker tetap diperlukan jika berada di transportasi umum dan penerbangan.

 

5 dari 7 halaman

5. Australia

Australia juga salah satu negara yang sangat cepat dan tanggap menghadapi Covid-19. Saat kasus meningkat, pemeritahan Perdana Menteri Scott Morrison langsung melakukan penguncian (lockdown) secara ketat untuk pengendalian.

Warganya pun mematuhi protokol kesehatan sehingga kasus-kasus positif di negara tersebut dengan cepat tertanggulangi. Oleh karenanya, Australia pun mengizinkan turis masuk ke negaranya, namun hanya dari negara yang sudah bebas Covid-19 seperti Selandia Baru.

Kini negara tersebut telah melakukan pelonggaran protokol kesehatan seperti terbebas dari penggunaan masker.

 

6 dari 7 halaman

6. Amerika Serikat

Presiden Joe Biden telah memperbolehkan warganya melepas masker apabila sudah menerima vaksinasi Covid-19. Centers for Disease Control (CDC) mengambil keputusan ini setelah data menunjukkan efektivitas tinggi vaksin yang digunakan di AS.

Berdasarkan hasil riset tersebut, sangat langka orang terkena Covid-19 setelah menerima vaksin. Meski setelah divaksin, masih ada kemungkinan kecil seseorang terkena dan menularkan Covid-19 ke orang lain.

Kendati demikian, CDC menyarankan agar warganya tetap memakai masker jika berada di dalam transportasi publik atau saat berpergian ke luar AS.

Sampai saat ini, sekitar 59 persen populasi orang dewasa di AS sudah mengikuti program vaksinasi, baik itu sudah tuntas atau baru sekali suntik

 

7 dari 7 halaman

7. Bhutan

Bhutan menjadi salah satu negara yang telah memvaksinasi 90% warganya hanya dalam dua minggu.

Sejak awal pandemi, negara tersebut hanya melaporkan satu kematian.

Dikutip dari Economic Times, meskipun Bhutan berbagi perbatasannya dengan India dan Cina, negara itu tidak pernah benar-benar dilanda pandemi karena tindakannya yang tepat waktu.

Selain itu, Bhutan mengendalikan situasi pandemi bahkan tanpa melakukan lockdown.

Beri Komentar