5 Persen Bisa Mengubah Wajah Senayan, Siapa Bertahan?

Reporter : Eko
Selasa, 29 September 2026 15:02
5 Persen Bisa Mengubah Wajah Senayan, Siapa Bertahan?
Dari 4 persen ke 5 persen, ambang batas parlemen sedang diperdebatkan. Jika angka itu benar-benar diterapkan, dua survei terbaru sama-sama memotret hanya lima partai yang berada di atasnya.

DREAM.CO.ID - Mari kembali ke Bandung. Kita putar lagi video Jokowi pidato di Rakorda PSI. Di depan para kader Partai Gajah pada Sabtu pekan lalu, Jokowi menegaskan keyakinannya bahwa partainya akan lolos ke Senayan.

Dia tidak takut berapapun Parliamentary Threshold yang bakal diterapkan dalam Pemilu 2029. Dia yakin PSI bakal punya wakil di parlemen jika mesin partainya bekerja keras di lapangan.

“ Mau Parliamentary Threshold 5, oke. Nggak masalah. Mau Parliamentary Threshold 6 persen, nggak masalah,” tegas Jokowi.

Dia bahkan menyebut partai yang dipimpin anak bungsunya itu juga siap apabila Parliamentary Threshold yang diterapkan tujuh hingga delapan persen. Tidak masalah.

Pidato Jokowi bukan berdiri sendiri. Parliamentary Threshold alias ambang batas parlemen, memang sedang menjadi topik pembahasan di jagat politik nasional. Dalam agenda revisi Undang-Undang Pemilu di DPR, ambang batas parlemen menjadi salah satu poin panas yang dibahas.

Saat ini, ambang batas parlemen yang digunakan adalah 4 persen. Itu artinya, partai-partai yang punya wakil di Senayan adalah mereka yang pada Pemilu 2024 mendapat sedikitnya 4 persen suara sah nasional. Jika mendapat suara minimal sama dengan batas itu, baru partai punya kursi di DPR.

Pemilu 2024 diikuti 18 partai politik nasional. Hanya ada 8 yang lolos Parliamentary Threshold 4 persen. Mereka mengisi 580 kursi DPR periode 2024-2029.

PDIP menjadi peraih suara terbesar dengan 16,72 persen. Golkar di urutan kedua dengan 15,29 persen. Gerindra menguntit di posisi ketiga berbekal 13,22 persen.

PKB di posisi keempat dengan 10,62 persen, NasDem 9,66 persen, PKS 8,42 persen, Demokrat 7,43 persen, dan PAN 7,24 persen.

Di bawah delapan partai itu, ada PPP dengan 3,87 persen. PSI, yang kini menjadi tempat bernaung Jokowi itu, memperoleh 2,81 persen. Perindo 1,29 persen. Gelora 0,84 persen.

Setelah itu, ada Hanura 0,72 persen. Partai Buruh 0,64 persen. Ummat 0,42 persen. PBB 0,31 persen. Garuda 0,26 persen. PKN 0,21 persen. Mereka tak punya kursi di Senayan.

Pimpinan DPR (dpr.go.id)

Usulan 5 Persen Mencuat

Pembahasan RUU Pemilu belum final. Komisi II DPR sedang menyiapkan Panitia Kerja untuk membahas revisi UU Pemilu. Namun dalam berbagai percakapan antarpimpinan partai, angka 5 persen mencuat.

Sekretaris Jenderal Partai Gerindra, Sugiono, mengklaim partai koalisi pendukung pemerintah cenderung dengan ambang batas 5 persen. Angka itu, kata dia, dibahas dalam pertemuan ketua umum parpol koalisi pemerintah.

“ Satu hal yang sepertinya semua sepakat, tapi saya kira saya tidak bisa berbicara atas nama partai-partai lain. Tapi Gerindra juga sepakat soal PT 5 persen,” kata Sugiono.

Ketua Umum Partai Golkar, Bahlil Lahadalia, mengatakan ada sejumlah angka yang diusulkan dalam pembahasan ambang batas parlemen. Ada 7 persen, 5 persen, hingga di bawah itu. “ Angka ideal itu 5 cocoklah ya," kata Bahlil di Istana Kepresidenan.

PKB menilai angka 5 persen baik. Namun menurut Partai Bola Dunia itu, ambang batas parlemen 6 persen jauh lebih baik. “ Angka ideal dan moderat,” kata politisi PKB, Muhammad Khozin.

PDIP juga mengusulkan 6 persen. Mereka menilai angka tersebut dapat mendorong penyederhanaan partai politik sekaligus tetap mempertimbangkan keberagaman politik Indonesia. “ Akan jadi usulan resmi PDI Perjuangan 6 persen,” kata Ketua DPP PDIP, Said Abdullah.

NasDem lebih tinggi lagi. Mereka mengusulkan 7 persen. Usulan ini diajukan untuk membangun sistem kepartaian yang lebih selektif dan membuat demokrasi berjalan lebih efektif.

“ NasDem mengusulkan 7 persen, walaupun surveinya NasDem 4 persen,” kata Ketum Partai NasDem, Surya Paloh. Dia ikhlas jika NasDem tak masuk parlemen karena ambang batas yang tinggi.

Rapat di DPR (dpr.go.id)

Jika 5 Persen Dipakai, Hanya 5 Partai

Elite di Senayan memang lagi sibuk membahas Parliamentary Threshold itu. Namun ketika dibawa ke survei, terlihat Parliamentary Threshold belum menjadi pengetahuan umum.

Mari kita lihat hasil survei nasional Poltracking pada 14-20 Agustus 2026. Jajak pendapat ini melibatkan 1.220 responden di 38 provinsi.

Hasil survei menunjukkan hanya 17,7 persen responden yang mengaku tahu Parliamentary Threshold saat ini sebesar 4 persen. Sebanyak 64,7 persen tidak tahu. Sisanya tidak menjawab.

Dari kelompok yang mengaku tahu tentang angka ambang batas parlemen itu, sebanyak 49 persen dari mereka memilih agar Parliamentary Threshold tetap 4 persen.

Ada yang menginginkan lebih tinggi dari 7 persen, yaitu sebanyak 14,8 persen responden. Sebanyak 7,6 persen memilih 6 persen. Yang memilih 7 persen ada 5,3 persen. Sebanyak 6,1 persen justru ingin ambang batas parlemen dihapus.

Lalu, bagaimana jika ambang batas parlemen yang digunakan adalah 5 persen, sesuai klaim Gerindra terhadap kesepakatan partai koalisi? Survei Poltracking punya jawaban.

Namun harus dicatat, data berikut ini hanya sebatas dalam survei. Cuma potret suara dari sampel yang dipilih. Hasil ini hanya gambaran suara dalam waktu pelaksanaan jajak pendapat saja.

Polling yang dilakukan Poltracking Agustus lalu itu menunjukkan simulasi elektabilitas 18 partai. Gerindra mendapat 23,2 persen. PDIP 11,6 persen. Golkar 10,4 persen. PKB 6,2 persen. Demokrat 6,1 persen.

Lima partai itu berada di atas angka 5 persen.

Partai-partai lain, dalam survei Poltracking itu, berada di bawah angka 5 persen. NasDem 4,4 persen, PAN 3,4 persen, dan PKS 3,3 persen.

Surat suara pemilu (Instagram @bawasluri)

Survei SMRC pada 5-19 Juli 2026 juga menunjukkan lima partai yang mendapat suara di atas 5 persen. Gerindra memperoleh 16,9 persen. PDIP 11,7 persen. Golkar 9,6 persen. Demokrat 8,1 persen. PKB 5,4 persen.

Sementara, masih menurut survei SMRC, NasDem dan PKS sama-sama memperoleh 4,4 persen.

Jika ambang batas naik menjadi 5 persen, maka sesuai hasil survei Poltracking dan SMRC, NasDem, PKS, dan PAN, berada di bawah garis tersebut.

Lantas, bagaimana PSI yang menurut Jokowi siap dengan berapa pun angka ambang batas parlemen? Survei Poltracking menunjukkan PSI mendapat 2,3 persen. Sedangkan dalam survei SMRC memperoleh 4,1 persen.

Pemilu 2029 masih lebih dari dua tahun lagi. Angka-angka survei itu belum bisa dibaca sebagai peta kursi DPR. Elektabilitas partai masih dapat berubah, begitu pula aturan ambang batas parlemen. Belum final.

Di Bandung, Jokowi tidak mendebat ambang batas parlemen. Ketika angka 5, 6, bahkan 7 sampai 8 persen disebut di hadapan kader PSI, dia memilih bicara tentang kerja partai.

Jokowi tetap yakin partai anaknya itu bisa menembus Senayan. “ Asal, as long as, asalkan saudara-saudara bekerja keras untuk partai,” pesan dia ke kader PSI.

Beri Komentar