Seperti Inilah Kehidupan Manusia Usai Covid-19, Semua Berubah!

Reporter : Sugiono
Kamis, 16 April 2020 14:00
Seperti Inilah Kehidupan Manusia Usai Covid-19, Semua Berubah!
Masyarakat akan menganggap social distancing sebagai norma baru dalam menjalani kehidupan sehari-hari mereka.

Dream - Perilaku masyarakat akan mengalami banyak perubahan seiring dengan meredanya pandemi virus corona yang menyebabkan Covid-19.

Masyarakat akan menganggap social distancing sebagai norma baru dalam menjalani kehidupan sehari-hari mereka.

Hal itu diungkapkan oleh para pakar ilmu perilaku yang mengamati perubahan cara masyarakat dalam berinteraksi sejak digalakkannya social distancing akibat wabah Covid-19.

1 dari 5 halaman

Awalnya Sangat Menantang

Pakar ilmu perilaku mengatakan bahwa social distancing sangat menantang bagi manusia sebagai makhluk sosial.

Social distancing membawa kerugian bagi kaum miskin, mereka yang menyediakan layanan secara langsung dan orang-orang yang rentan terhadap pengasingan atau kekerasan dalam rumah tangga.

Social distancing memaksa para siswa belajar dari rumah. Pembeli mengatur jarak saat antre untuk berbelanja.

Sementara pekerja kantoran harus pintar menyeimbangkan waktu mengurus rumah tangga dengan bekerja dari rumah serta melakukan pertemuan sosial secara online.

2 dari 5 halaman

Manusia Makhluk Sosial

“ Manusia adalah makhluk sosial. Hanya ada sedikit manusia penyendiri sejati di masyarakat. Kami melihat munculnya fenomena interaksi virtual yang menggantikan interaksi fisik,” kata David Savage, profesor perilaku ekonomi di University of Newcastle di Australia.

Setelah pandemi berakhir, para ahli mengatakan masyarakat akan dengan senang hati meninggalkan praktik-praktik social distancing ini. Tetapi beberapa perilaku dan norma sosial mungkin selamanya berubah.

3 dari 5 halaman

Perilaku Berubah Saat Covid-19 Berakhir

Bekerja dari rumah mungkin akan menjadi pemandangan yang lebih umum. Pemakaian masker bedah akan terlihat normal di tempat-tempat yang sebelumnya menganggapnya sebagai perilaku aneh.

Makin banyak perkuliahan, rapat, dan pertemuan lainnya diadakan secara virtual. Selain itu, mencuci tangan bisa menjadi sebuah kebiasaan baru yang dianggap normal bagi sebagian masyarakat.

4 dari 5 halaman

Mengalami Kelelahan Perilaku

Donald Low, seorang ekonom perilaku di Universitas Sains dan Teknologi Hong Kong (HKUST), mengatakan bahwa memaksa masyarakat untuk bekerja dari rumah dan meminimalkan sosialisasi 'merupakan beban kognitif dan perilaku yang cukup besar'.

Masalahnya, bentuk-bentuk social distancing itu mengharuskan orang untuk melepaskan kebiasaan atau perilaku yang ada.

Jadi, setelah satu bulan atau lebih menjalankan social distancing, banyak yang akan mengalami 'kelelahan' perilaku.

5 dari 5 halaman

Social Distancing yang Bisa Dipertahankan

Namun ada beberapa bentuk social distancing seperti perkuliahan dan pertemuan online yang bisa diterapkan setelah pandemi virus corona berakhir.

" Kita tidak bisa begitu saja kembali normal seperti sebelumnya. Bekerja dan belajar dari rumah, menjaga jarak saat berbelanja, mencuci tangan, memakai masker dan sebagainya, telah menjadi eksperimen yang paling berkelanjutan. Dan kita harus mencoba untuk mempertahankannya," jelasnya.

Sumber: SCMP

Beri Komentar