Rute Kereta Terpanjang yang Bisa Ditempuh dalam Sekali Jalan, Tembus 10.000 Kilometer Lebih
Punya Rumah atau Masih Menyewa, Ketahui Mana yang Lebih Memengaruhi Kebahagiaan
Terjaga Setelah Tengah Malam Bisa Mengubah Cara Otak Bekerja, Ini Penjelasan Ilmuwan
Apa Sebenarnya yang Memisahkan Satu Samudra dari Samudra Lain? Ternyata Tak Selalu Ada Garis Batas
Rontok 1,88%, IHSG Terkulai Lemas ke Level 6.031,28
Kenalan dengan 'Neon Moon II', Kapal Sampah dari Coldplay di Cisadane
Suara-Suara di DPR Soal Ijazah Gibran
Huawei Gandeng LinkAja, Pembayaran QRIS Bisa Lewat Smartwatch HUAWEI WATCH GT 7 Series
Suasana Sepi Pusat Bisnis Di London. (Foto: Unsplash.com)
Dream - Pandemi virus corona yang menyebabkan Covid-19 diprediksi tidak akan selesai dalam waktu dekat. Tapi bisa berlanjut hingga akhir tahun 2021.
Hal itu diungkapkan oleh ahli kesehatan Amerika Serikat yang sebelumnya menjadi salah satu arsitek program Obamacare di era mantan Presiden Barack Obama.
Menurut Dr Ezekiel J Emanuel, tidak akan ada masa-masa kembali ke kehidupan normal dalam waktu dekat.
Seperti makan di restoran, menghadiri konser atau menonton pertandingan olahraga secara langsung, sampai setidaknya akhir tahun berikutnya.
Kata Dr Emanuel, itu semua disebabkan karena hingga setahun mendatang, vaksin untuk mengatasi virus corona belum tersedia.
Sebelum ini, muncul perdebatan di AS tentang kapan kehidupan normal akan kembali.
Sementara kesabaran warga mulai menipis dengan pembatasan ketat pada pergerakan, aktivitas ekonomi lumpuh, dan jutaan orang kehilangan pekerjaan.
" Hal yang benar-benar membuat saya frustrasi adalah optimisme Gedung Putih tentang 'kita harus kembali normal, kita harus menggelar football di bulan September', semua ini tidak terjadi," kata ahli onkologi di Fakultas Kedokteran Universitas Pennsylvania itu.
Dr Emanuel juga mengatakan, perekonomian juga tidak akan kembali normal pada akhir April, seperti yang diperkirakan banyak ahli sebelum ini.
Katanya, negara harus siap menghadapi proses panjang memerangi wabah virus corona hingga 18 bulan ke depan.
" Kita memerlukan perubahan struktur, bukan hanya tambal sulam yang bertahan dalam beberapa minggu," katanya.
Dr Emanuel merasa tidak yakin, vaksin untuk mengatakan virus corona sudah tersedia pada tahun 2020 ini.
" Jadi, tidak ada acara publik atau imunitas secara umum hingga Juli, Agustus, dan September 2021. Jadi 15 atau 18 bulan dari sekarang," jelasnya.
Dalam pernyataannya pada Kamis pekan lalu, Presiden Donald Trump mengatakan wabah virus corona sudah mencapai puncaknya. Artinya ekonomi AS akan kembali normal dalam waktu dekat.
Pernyataan itu dia sampaikan tidak lama setelah para pakar ekonomi di pemerintahannya mengungkapkan rasa optimistis, roda bisnis di AS akan kembali normal pada bulan Mei.
Akibat terkena dampak wabah virus corona, tingkat pengangguran di AS meningkat jadi 16 juta orang hanya dalam waktu tiga minggu.
Sementara laporan Johns Hopkins University menyebutkan, sebanyak 1,9 juta lebih orang positif Covid-19, dengan angka kematian mencapai 126.722 jiwa di seluruh dunia, menurut data yang diakses Dream hari Rabu, 15 Maret 2020.
Sumber: Al Arabiya
Advertisement
Rontok 1,88%, IHSG Terkulai Lemas ke Level 6.031,28

Kenalan dengan 'Neon Moon II', Kapal Sampah dari Coldplay di Cisadane

Kasus Ijazah Gibran, Sudah Selesai atau Belum?

Menilik 5 Green Movement Seru di Synchronize Festival

Deal Lepas 10,08 Miliar, Low Tuck Kwong Tambah Porsi Lego Saham Bayan Resources ke Jhonlin Baratama


3 Suplemen yang Diam-Diam Bisa Mengganggu Tidur, Salah Satunya Sering Dikonsumsi

Dua Seniman Indonesia Raih Grand Prize MR.D.I.Y. Regional Art Competition 2026

Kenapa Tikus Suka Bersarang di Mesin Mobil, dan Cara Mengusirnya untuk Selamanya

7 Jenis Tanaman yang Bisa Mengundang Ular ke Halaman Rumah, Bukan karena Baunya

Rute Kereta Terpanjang yang Bisa Ditempuh dalam Sekali Jalan, Tembus 10.000 Kilometer Lebih

Punya Rumah atau Masih Menyewa, Ketahui Mana yang Lebih Memengaruhi Kebahagiaan

Terjaga Setelah Tengah Malam Bisa Mengubah Cara Otak Bekerja, Ini Penjelasan Ilmuwan