Selasa, 20 Oktober 2026 Cari

Tragedi Pesta di Tengah Wabah

Reporter : Reni Novita Sari
Kamis, 16 April 2020 10:02
Tragedi Pesta di Tengah Wabah
Inilah tragedi yang merenggut nyawa sebuah keluarga setelah nekat mengadakan pesta perayaan di tengah merebaknya virus covid-19.

Dream- Nasib malang menimpa keluarga di San Paulo, Brasil. Satu keluarga ini sempat merayakan pesta ulang tahun di tengah wabah virus covid-19.

Seperti dilansir dari laman BBC News, akibat pesta itu setengah dari tamu undangan yang hadir dinyatakan terinfeksi virus covid-19.

Sementara itu ada tiga orang yang menjadi korban setelah perayaan itu. Vera Lucia Pereira, pencetus pesta sadar betul, saat itu pemerintah telah melarang untuk mengadakan sebuah pertemuan dan menghindari kontak fisik dengan orang lain.

Sayangnya, wanita berusia 59 tahun itu tidak menghiraukan dan menganggap enteng virus covid-19. Akibat sikap itu, ia harus kehilangan orang-orang yang disayangi.

Sebelumnya Vera sempat ragu untuk membuat pesta perayaan ulang tahun. Namun ia memutuskan untuk tetap menggelar dengan alasan negaranya belum banyak kasus covid-19 kala itu.

“ Kami ragu, tapi memutuskan untuk lanjut karena belum banyak kasus virus corona di negeri kami,” katanya melalui BBC News Brasil.

1 dari 7 halaman

Pesta Dihadiri oleh 28 Orang

Keluarga Brasil

Pesta perayaan ulang tahun Vera dilakukan di belakang tempat tinggalnya. Kala itu Vera hanya mengundang keluarga terdekatnya saja.

Di antara tamu yang hadir, ada kakak iparnya, Paulo Vieira, 61 tahun, yang meninggal dunia dua minggu setelah pesta perayaan itu.

" Kami mengundang saudara-saudara dan keponakan. Hanya keluarga dekat agar tak terlalu banyak yang datang," ungkap Vera.

2 dari 7 halaman

Kejadian Setelah Pesta

Beberapa hari usai perayaan pesta, keluarga mengabarkan mulai ada yang menunjukkan gejala batuk, demam, dan sesak napas. Gejala khas orang-orang terkena Covid-19. Menurut perkiraan keluarga, setengah dari yang hadir di pesta menunjukkan gejala sakit beberapa hari sesudahnya.

Mereka yakin terinfeksi virus covid-19 setelah 3 anggota keluarganya meninggal dunia dengan gejala yang mirip dengan covid-19.

Mereka semakin yakin, saudaranya itu meninggal akibat covid-19 setelah hasil lab dari María Salete Vieira, yang berusia 60 tahun itu dinyatakan positif Covid-19.

" Kini kami yakin kematian ibu kami disebabkan oleh virus corona," kata anak Maria, Rafaela Hanae, 33 tahun.

“ Penyakit ini agresif sekali. Ibuku sudah dirawat di rumah sakit yang dilengkapi dengan ventilator, tapi tetap tak bisa diselamatkan,” tambahnya.

Sementara itu, dua saudaranya yang lain sedang menunggu hasil lab untuk mengungkap faktor kematiannya. Tapi mereka yakin hasilnya akan seperti yang mereka perkirakan.

" Dokter yang merawat menyatakan 99 persen yakin itu Covid-19 berdasarkan kondisi klinis dan bagaimana situasinya terjadi," kata Vera.

Vera pun sempat merasakan gejala-gejala tertular covid-19, namun kini kondisinya telah pulih.

“ Secara fisik, saya baik-baik saja hanya batuk sedikit. Namun ini saat-saat yang sangat sulit. Ini semua tragedi,” katanya.

3 dari 7 halaman

Perayaan itu Reuni Terakhir untuk Maria

Pesta ulang tahun Vera itu merupakan ajang kumpul untuknya dan saudara-saudaranya setelah lama tidak bertemu. Namun ternyata pesta perayaan itu jadi reuni terakhir bagi keluarga mereka.

Dua hari setelah perayaan hari itu, Maria Salete, salah satu perempuan di keluarga Vieira, mulai sakit dan menderita diare parah.

" Kemudian ia mulai demam, seakan mengalami infeksi. Suami saya membawanya ke rumah sakit, ia diberi obat lalu pulang," kata salah seorang saudara perempuannya.

Namun beberapa hari kemudian kondisi Maria, yang menderita diabetes dan darah tinggi semakin memburuk. Sesudah itu, anggota keluarganya yang lain mengalami gejala, walaupun gejala yang ditunjukkan ringan dan tak perlu perawatan intensif.

4 dari 7 halaman

Keluarga Tidak Percaya Terinfeksi Covid-19

Keluarga Brasil

Saat itu  tak ada anggota keluarga yang memperlihatkan gejala covid-19 saat menghadiri pesta. Jadi mereka tidak mengetahui secara pasti siapa yang pertama kali terinfeksi.

Mereka mulai mencurigai adanya infeksi virus corona seminggu setelah gejala pertama muncul di keluarga mereka.

“ Baru sedikit kasusnya di Brasil. Jadi kami pikir kami aman, kasusnya mulai meningkat di seluruh negeri. Terutama di Sao Paulo dan kami sadar bahwa penyakit ini ternyata mengenai kami juga, kami paham bahwa saudara-saudara kami dan keluarga Vera telah terinfeksi," kata Vera.

5 dari 7 halaman

Virus Juga Menginfeksi Keluarga Lain

Saudara Maria, dari Vieira yang mengalami gejala parah Covid-19 bernama Clovis seorang ayah berusia 62 tahun.

" Tiga hari sesudah pesta, ayahku mulai batuk-batuk, sakit kepala dan demam. Ia kehilangan indera perasa dan penciuman," kata Arthur Ribeiro, 30 tahun.

Clovis tak memiliki Riwayat penyakit sebelumnya, namun kondisinya memburuk beberapa hari setelah ia menunjukkan gejala.

Arthur lalu membawa ayahnya ke rumah sakit tanggal 23 Maret, dan dokter memberi resep obat dan menyuruhnya pulang. " Mereka tidak berpikir itu virus corona," katanya.

Selain mereka, suami Vera, Paulo, juga dibawa ke rumah sakit. Padahal Paulo dianggap sebagai orang yang paling sehat di antara saudara-saudaranya.

Ia rutin berolahraga setiap hari, sering bersepeda dan hiking. Ketika Paulo masuk rumah sakit, kesehatannya dianggap baik, hanya sesak napas ringan saja.

Namun, ternyata dua hari kemudia kondisinya amat buruk sehingga Ia di rawat di ruang unit perawatan intensif (ICU). Akhirnya Clovis dan Paulo meninggal dengan dicurigai terinfeksi virus corona.

6 dari 7 halaman

Kematian 3 Anggota Keluarga

Keluarga Brasil

Dalam keluarga itu terdapat 3 orang yang meninggal akibat covid-19, antara lain, Maria, Clovis, dan Paulo suami dari Vera.

Pagi hari 1 April, Maria Salete mengalami gagal jantung dan paru dan tidak selamat. Hari berikutnya, Clovis Vieira juga meninggal dengan gagal jantung.

Malamnya, Paulo meninggal. Maria Salete dan Paulo dikuburkan dalam sesuai kebijakan penangan jenazah covid-19. Sedangkan jenazah Clovis dikremasi, sebagaimana keinginannya sebelum meninggal.

7 dari 7 halaman

Tamu yang Hadir Diisolasi

Anggota keluarga yang lain akhirnya diisolasi untuk memantau penyebaran virus covid-19. Gejala yang mereka rasakan telah pulih, namun mereka tetap memilih untuk mengisolasi diri, agar menghindari penularan terhadap orang lain.

" Ini bukan flu. Ini bencana. Virus ini mengerikan dan kejam. Cepat sekali ia mengambil nyawa orang. Semua harus tahu pentingnya merawat diri, mengisolasi diri dan merawat orang yang kamu sayangi. Penting sekali berempati dan menghormati orang lain saat ini," kata Rafaela Hanae, anak satu-satunya Maria Salete.

Vera Lucia Pereira yang berulang tahun, juga meminta orang menjaga diri mereka dengan selalu tinggal di rumah dan menghindari kontak fisik dengan orang lain.

Kini Vera harus hidup tanpa suami yang Ia sayangi akibat kelalaiannya tidak menegakkan aturan yang dibuat pemerintah.

" Kami harus terus hidup. Kami tak mau keluarga lain mengalami seperti apa yang kami alami,” katanya.

Beri Komentar