Kisah Pedih Sopir Mobil Jenazah Jakarta yang Kuburkan Pasien Covid-19

Reporter : Razdkanya Ramadhanty
Kamis, 16 April 2020 14:14
Kisah Pedih Sopir Mobil Jenazah Jakarta yang Kuburkan Pasien Covid-19
"Saya pengen teriak di jalanan" ujar Nursyamsurya sambil menangis.

Dream - Kepedihan tidak hanya dirasakan keluarga jenazah pasien Covid-19. Perasaan yang sama juga dialami oleh para pengurus jenazah tersebut.

Seperti diceritakan Muhammad Nursyamsurya. Driver mobil jenazah Pemprov DKI Jakarta itu sampai menangis saat mengisahkan pengalamannya setiap kali mengantarkan jasad pasien yang meninggal akibat Covid-19.

“ Kami memakamkan jenazah, jenazah ini udah puluhan tiap hari. Minta tolong, kita juga punya keluarga, kita punya tetangga, kita punya kehidupan,” kata Nursyamsurya sambil menangis dalam tayangan Mata Najwa, dikutip dari Pojoksatu, Kamis 16 April 2020.

1 dari 7 halaman

Dia mengaku sedih karena masih banyak warga Jakarta yang tak mau mengerti bahaya pandemi virus corona. Mereka masih saja berkeliaran di Jakarta tanpa pernah peduli dengan apa yang terjadi.

Dia meminta masyarakat untuk tetap berada di rumah. " Saya pengen teriak di jalanan, di lampu merah macet, dini hari masih macet, masyarakat nggak ada yang ngerti,” kata Nur.

2 dari 7 halaman

Nur juga mengaku sedih kerap mendapat telepon masuk dan harus melayani jenazah pasien Covid-19. Menurutnya masyarakat Jakarta tidak ada yang mengerti bahaya apa yang sedang dihadapi.

Meski sedih dan lelah, dia tetap harus tegar dalam melayani jenazah Covid-19. Sebab, ini merupakan konsekuensi dari pekerjaannya.

Sumber: Pojoksatu

3 dari 7 halaman

Dinasihati Karena Tak Pakai Masker, Nenek Marah: Mati Itu Urusan Saya!

Dream - Baru-baru ini sebuah video viral memperlihatkan seorang wanita tua berdebat dengan petugas yang memperingatkannya secara halus agar memakai masker.

Perilaku perempuan berusia kira-kira 60 tahun itu spontan mengundang kemarahan netizen. Dia enggan memakai masker ketika keluar rumah di tengah pandemi virus corona.

Nenek itu bilang, dia tidak peduli jika dirinya mati akibat terinfeksi virus corona. Nenek itu mengaku jengkel jika melakukan sesuatu secara terpaksa.

" Saya tidak suka orang memaksa saya. Sekarang saya keluar, saya tidak peduli," katanya.

 

 
4 dari 7 halaman

Menurut laporan, petugas di Singapura itu menjelaskan bahwa dia khawatir dengan keselamatan wanita itu.

Petugas mengimbau nenek itu untuk menyuruh anggota keluarganya yang lain untuk belanja kebutuhan sehari-hari.

Dalam video, warga yang berada di lokasi kejadian juga ikut menasihati wanita itu untuk tinggal di rumah dengan baik-baik.

Tetapi, wanita itu malah menanggapi anjuran petugas dengan nada kasar dan marah-marah.

" Jangan membuat saya marah, saya ini menderita asma! Itu urusan saya kalau saya mati!" kata wanita itu kepada petugas.

Ketika petugas terus berusaha membujuknya, nenek itu malah mengira dirinya sedang dirundung petugas.

" Saya memang sudah tua, jadi jangan bully saya," katanya.

 

 
5 dari 7 halaman

Saat petugas memintanya untuk membeli masker, nenek itu bilang bahwa di rumahnya sudah punya satu kotak. Hanya dia lupa memakainya.

Merasa jengkel, wanita itu kemudian bilang bahwa mulai besok dia tidak akan keluar lagi untuk berbelanja.

Insiden di People's Park Centre itu terjadi beberapa hari setelah Singapura mengumumkan lockdown, yang dikenal sebagai Circuit Breaker pada 3 April.

Sampai sekarang, negara Singapura mencatat 3.252 positif kasus Covid-19 dan 10 kematian akibat virus corona.

(Sah, Sumber: World of Buzz)

6 dari 7 halaman

Curhat Anak Perawat yang Ditinggal Ibu Bertugas Bikin Nangis

Dream - Pandemi Corona yang menyebar di seluruh dunia membuat banyak tenaga medis bekerja lebih keras dari biasanya. Mereka kini menjadi orang yang sangat penting dan berada di garda depan dalam melawan virus Corona.

Tenaga medis mengorbankan waktunya untuk merawat dan memberikan pertolongan bagi para pasien virus corona Covid-19. Bahkan, beberapa enggan pulang ke rumah karena takut menularkan virus pada keluarga di rumah.

Begitupun yang dialami oleh salah seorang tenaga medis yang viral di media sosial twitter. Diberitakan dari diadona.id, sang anak yang kerap kali ditinggal, sampai mencurahkan isi hatinya. Sontak hal tersebut membuat para warganet ikut terharu dan sedih.

Ilustrasi Pemudik© Pexels.com

Pemerintah memang telah menyampaikan himbauan untuk tidak mudik selama pandemi corona covid-19 berlangsung.

Pemerintah khawatir jika para pemudik tak sengaja menjadi carrier virus pada keluarga dan lingkungan di kampung halamannya.

Para pemudik bisa membuat angka penyebaran virus corona covid-19 semakin meluas nantinya. Tentu, tidak ada yang mau membuat keluarga tertular kan?

 

7 dari 7 halaman

Pesan Sang Anak Bikin Sedih

Dalam postingan yang diunggah oleh akun twitter @jawafess, perawat yang belum diketahui identitasnya itu, harus meninggalkan sang anak di rumah dan tak pulang-pulang. Bahkan ibu dan anak ini hanya bisa berkomunikasi lewat video call. 

Saking sedih dan rindunya pada sang ibu, anak ini mencurahkan perkataan yang membuat sedih.

" Tolong jangan ada yang mudik lagi, nanti mamaku nggak pulang-pulang."

Unggahan foto tersebut sudah di-retweet sebanyak 18 ribu kali dan disukai oleh 43 ribu orang.

Para netizen ikut membalas tweet ini dengan berbagai komentar, beberapa di antaranya yaitu:

" Tetep stay at home lur,gak usah ngeyel Yen dikandani."  ungkap akun @AdhiKepo

" Tante ga mudik kok anak ganteng Mugo" corona cepet menghilang mben iso beraktifitas lagi seperti biasa Aamiin" tambah akun @InnerChild_On7

" Sedih :((( " ungkap akun @jihanjeeee.

Semoga adik ini bisa segera bertemu dengan Ibu nya, dan pandemi ini bisa segera berakhir.

Beri Komentar