Din Syamsuddin dan Amien Rais Gugat Perppu Corona

Reporter : Maulana Kautsar
Kamis, 16 April 2020 15:18
Din Syamsuddin dan Amien Rais Gugat Perppu Corona
Uji materiil itu dicatat dengan nomor tanda terima 1952/PAN.MK/IV/2020.

Dream -  Tiga tokoh polisik senior, Amien Rais, Sri Edi Swasono, dan Din Syamsuddin mengajukan uji materiil Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang (Perppu) Nomor 1 Tahun 2020 ke Mahkamah Konstitusi. Perppu tersebut berisi kebijakan keuangan negara dan stabilitas keuangan untuk penanganan pandemi corona virus disease 2019 (Covid-19).

Uji materiil itu tercatat di laman resmi Mahkamah Konstitusi pada 14 April 2020 pukul 19.07 WIB. Uji materiil itu dicatat dengan nomor tanda terima 1952/PAN.MK/IV/2020.

Sebelumnya gugatan uji materiil Perppu Nomor 1 Tahun 2020 tentang Keuangan Negara dan Stabilitas Sistem Keuangan untuk Penanganan Pandemi Corona Virus disease 2019 (Covid-19) juga dilayangkan Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI) bersama Ega Bintang 1997, LP3HI, KEMAKI dan LBH PEKA pada Kamis, 9 April 2020.

Salah satu pasal yang digugat yaitu, pasal 27. Pasal tersebut dianggap bertentangan dengan UUD 1945 karena memberikan imunitas kepada pejabat pemerintahan karena tak bisa dituntut atau dikoreksi melalui lembaga pengadilan.

" Jelas bertentangan dengan UUD 1945 yang menyatakan Indonesia adalah negara hukum. Sehingga semestinya semua penyelenggaraan pemerintahan dapat diuji atau dikontrol oleh hukum baik secara pidana, perdata dan Peradilan Tata Usaha Negara," ujar Koordinator MAKI Boyamin Saiman, dilaporkan Merdeka.com.

Menurut MAKI, kekebalan pejabat keuangan tak semestinya kebal hukum karena Presiden RI juga tak kebal hukum. MAKI berpendapat, tidak ingin skandal Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI) dan kasus Bank Century terulang karena berdasarkan istilah kebijakan tak bisa dituntut.

" Kami yang selalu mengawal BLBI dan Century dalam bentuk pernah menang praperadilan kasus BLBI dan Century tidak ingin terulang skandal BLBI dan Century yang merugikan keuangan negara ratusan triliun," kata Boyamin.

1 dari 4 halaman

G-20 Bebaskan Utang Negara Miskin Terdampak Corona

Dream – Negara-negara dengan perekonomian terbesar dunia, G-20 memutuskan untuk membebaskan pembayaran utang bagi negara-negara termiskin di dunia selama satu tahun. Keputusan ini dilakukan agar negara-negara tersebut bisa fokus pada perjuangan menghadapi pandemi virus corona.

Dikutip dari Liputan6.com yang melansir AFP, Kamis 16 April 2020, anggota G20 juga menegaskan kembali komitmennya mengerahkan semua alat kebijakan yang tersedia untuk menangani krisis kesehatan dan ekonomi yang disebabkan COVID-19.

Dengan lebih dari dua juta kasus dan kematian mendekati 130 ribu di seluruh dunia, banyak dari negara-negara kurang berkembang menghadapi beban terberat. Negara tersebut tidak memiliki kekuatan dana belanja untuk menangani pengobatan dan ekonomi yang terpuruk akibat langkah lockdown yang mereka diberlakukan untuk menahan virus.

Para menteri keuangan dan gubernur bank sentral G20 dikatakan mendukung penghentian pembayaran utang untuk negara-negara termiskin. Dikatakan pula jika semua kreditor resmi bilateral akan berpartisipasi dalam inisiatif ini.

" Negara-negara miskin tidak perlu khawatir tentang pembayaran selama 12 bulan ke depan," ujar Menteri Keuangan Saudi Mohammed Al-Jadaan, yang saat ini memimpin G-20.

Inisiatif ini akan menyediakan hampir USD 20 miliar likuiditas langsung, bagi negara-negara miskin untuk digunakan sebagai dana sistem kesehatan. " Dan mendukung mereka menghadapi COVID-19," kata Mohammed Al-Jadaan dalam konferensi pers.

" G20 menaruh uang kami di tempat yang kami tuju, dan berkomitmen untuk lebih mendukung dunia saat menghadapi pandemi ini," kata Al-Jadaan.

2 dari 4 halaman

Imbauan IMF dan Bank Dunia

Dana Moneter Internasional (IMF) dan Bank Dunia sebelumnya telah menyerukan kepada pemerintah untuk memberikan keringanan utang kepada negara-negara yang paling membutuhkan.

Para menteri keuangan dari Kelompok G-7 yang berisi negara maju sepakat untuk melakukannya. Ini juga meliputi meliputi dukungan China dan Rusia.

Para pemimpin IMF dan Bank Dunia menyambut pengumuman itu. Lembaga ini menyebutnya sebagai " inisiatif yang kuat dan tindakan cepat yang akan memberikan banyak hal untuk melindungi kehidupan dan mata pencaharian jutaan orang yang paling rentan."

Pemberi pinjaman yang berbasis di Washington telah bergegas untuk menggelar pembiayaan darurat dan telah menerima permintaan bantuan dari 100 negara.

IMF memiliki kapasitas pinjaman USD 1 triliun dan telah menggandakan fasilitas pembiayaan daruratnya. Lembaga ini juga fokus pada negara-negara termiskin yang membutuhkan bantuan paling lunak.

" Target kami adalah melipattigakan apa yang kami lakukan untuk negara-negara ini," ujar Kepala IMF, Kristalina Georgieva.

3 dari 4 halaman

Kreditor Swasta

G-20 juga meminta kreditor swasta, bekerja melalui Institute of International Finance, untuk berpartisipasi dalam inisiatif yang meluas ke 76 negara termiskin di dunia. Negara yang memenuhi syarat untuk mendapatkan pembiayaan lunak dari International Development Association (IDA).

IMF menyebut krisis ekonomi sebagai penguncian besar-besaran. Lembaga ini juga memperingatkan pandemi akan memangkas USD 9 triliun pertumbuhan global karena ekonomi dunia terkontraksi tiga persen pada tahun ini. Ini merupakan penurunan paling parah sejak Depresi Hebat pada 1930-an.

Situasi ini bisa menjadi jauh lebih buruk jika pandemi ini bertahan hingga paruh kedua tahun ini atau bangkit kembali.

4 dari 4 halaman

20 Negara Siap Perangi Virus Corona

IMF memperkirakan 20 negara telah berkomitmen menyiapkan sekitar US$8 triliun (Rp124.806,4 triliun) untuk memerangi virus dan menyediakan jalur ekonomi bagi rumah tangga dan perusahaan yang berjuang untuk mengatasi krisis.

Dana lebih besar dinilai akan diperlukan lebih banyak untuk memulai kembali ekonomi global setelah pandemi telah berlalu.

" Ketika pandemi terus berlanjut di seluruh dunia, berapa banyak lagi yang akan " tergantung pada seberapa efektif langkah-langkah itu, dan seberapa cepat virus terhenti," kata Georgieva.

(Sumber: Liputan6.com/Nurmayanti)

Beri Komentar