Pengusaha Muda Hibahkan Tanah 2 Ha Untuk Makam Pasien Corona

Reporter : Razdkanya Ramadhanty
Kamis, 16 April 2020 15:01
Pengusaha Muda Hibahkan Tanah 2 Ha Untuk Makam Pasien Corona
Mardani menyiapkan dua lahan untuk jenazah tenaga medis dan pasien yang meninggal akibat Covid-19.

Dream - Fakta penolakan pemakaman jenazah Covid-19 menimbulkan keprihatinan banyak pihak. Padahal, para jenazah tersebut tidak sedang terkena azab namun justru dipandang buruk orang mereka yang masih hidup.

Fakta tersebut membuat hati pengusaha muda asal Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan, Mardani H Maming tergerak. Melalui Yayasan Haji Maming, dia menyiapkan tanah khusus untuk jenazah tenaga medis terjangkit Covid-19 yang mengalami penolakan.

Lokasi tanah itu berada di Cappa Padang, Kelurahan Batu Licin, Kecamatan Batu Licin. Tepatnya di Komplek Pemakaman Alkah Haji Maming

" Kalau ada warga Tanah Bumbu yang menolak, makam Haji Maming siap menerima untuk dokter dan perawat," kata Mardani melalui keterangan tertulis.

Pengusaha yang juga Ketua Umum Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) ini merasa prihatin dengan banyaknya penolakan pemakaman jenazah Covid-19 yang terjadi di Jawa. Dia tak ingin hal itu terjadi di tanah kelahirannya.

" Mereka yang meninggal dunia karena corona itu bukan aib. Mestinya tidak perlu ada penolakan seperti itu," jelas Mardani.

Tak hanya untuk tenaga medis, Mardani juga menyiapkan lahan khusus untuk pemakaman jenazah pasien Covid-19. Lahan seluas 2 hektare ini berlokasi di Desa Sungai Dunia.

" Untuk yang umum di situ. Ada 2 hektare. 1 hektare untuk makam warga Muslim, dan 1 hektare sisanya untuk warga Kristen dan Konghucu. Itu tanahnya hibah dari Yayasan Haji Maming," jelas mantan Bupati Tanah Bumbu tersebut.

1 dari 4 halaman

Pulang dari Luar Negeri Anak Tolak Isolasi Diri, Ibu Tertular Virus Corona

Dream - Sebagian negara yang terdampak wabah Covid-19 mengeluarkan aturan bahwa warga yang kembali dari luar negeri harus dikarantina selama 14 hari sebelum dapat bersatu kembali dengan keluarga mereka.

Ini adalah langkah sangat penting untuk memastikan Covid-19 tidak menyebar lebih jauh lagi. Tapi masih ada saja warga negara yang tak taat aturan sehingga berakibat fatal bagi anggota keluarganya.

Sebuah kasus di Thailand membuktikan betapa pentingnya karantina mandiri dan mengapa kita harus benar-benar mematuhi aturan yang ditetapkan oleh pemerintah.

2 dari 4 halaman

Tidak Menunjukkan Gejala Terinfeksi

Menurut laman The Nation, seorang wanita Thailand menularkan virus corona penyebab Covid-19 kepada ibunya setelah menolak untuk mengkarantina dirinya sendiri seusai pulang dari luar negeri.

Membagikan kisahnya di Facebook, Dr Opass Putcharoen, kepala Emerging Infectious Diseases Clinical Center di Chulalongkorn University, mengatakan, sebagian besar orang yang datang dari luar negeri terkadang tidak menunjukkan gejala atau tanda-tanda infeksi awal tertular virus corona.

Karenanya banyak dari mereka yang kembali dari luar negeri memutuskan untuk tidak mengkarantina diri mereka sendiri. Seperti wanita dalam kasus ini yang tidak menunjukkan gejala meski dirinya adalah carrier (pembawa) virus corona dari luar negeri.

3 dari 4 halaman

Ibu Tertular Tanpa Disadari

Seolah tidak terjadi apa-apa, wanita ini langsung pulang ke rumah dan berbaur dengan ibunya. Akibatnya, sang ibu tertular virus darinya tanpa disadarinya.

Wanita itu baru mulai menunjukkan gejala beberapa hari kemudian, tetapi saat itu sudah terlambat. Ibunya sudah terlanjur terinfeksi.

Sang ibu sepertinya menderita flu selama enam hari meskipun hasil rontgen paru-parunya tampak normal.

Namun, ia mengalami kesulitan bernapas beberapa hari kemudian dan harus dirawat di unit perawatan intensif (ICU).

4 dari 4 halaman

Bisa Terjadi di Indonesia

Dr Opass kemudian menekankan pentingnya karantina sendiri dan mendesak semua orang untuk mematuhi aturan yang ditetapkan oleh pemerintah.

Walaupun kasus ini terjadi di Thailand, ini bisa terjadi di Indonesia juga. Semua tergantung kita untuk menurunkan jumlah kasus positif Covid-19 di Indonesia.

Jadi, belajar dan bekerja dari rumah. Patuhi anjuran social distancing dan lakukan karantina sendiri jika baru pulang dari luar negeri.

Sumber: World of Buzz

Beri Komentar