Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
25 Anggota NII Ikrar Sumpah Setia Kembali Ke NKRI (Foto: Merdeka.com)
Dream - Anggota teroris Negara Islam Indonesia (NII) yang tersebar di Sumatera Barat (Sumbar), baru-baru ini kembali mencuat namanya dengan aksi yang hendak melengserkan pemerintahan saat ini sebelum Pemilu 2024. NII disebut memiliki rencana mengganti ideologi Pancasila seperti NII Kartosuwiryo.
Selain di Sumbar, anggota NII yang diperkirakan mencapai 1.125 anggota, juga tersebar di wilayah Indonesia lain, anak-anak pun ikut menjadi sasaran dalam perekrutan. Tercatat, 77 anak di bawah usia 17 tahun dicuci otak dan dibai’at untuk sumpah setia kepada NII.
Kabar terbaru juga kembali datang dari NII. Sebanyak 25 orang anggota NII melakukan ikrar sumpah setia kembali ke NKRI. Mereka disebut telah menyadari bahwa organisasinya itu terlarang.
Kegiatan sumpah setia kembali ke NKRI dilakukan 25 anggota NII, di Denpasar, Bali, pada Sabtu, 23 April 2022.
" Kegiatan pelepasan baiat dan ikrar sumpah setia Kepada NKRI oleh 25 orang anggota Negara Islam Indonesia (NII) di Aula Polresta Denpasar, pada hari Sabtu 23 April 2022," kata Kabag Banops Densus 88 Antiteror Polri, Kombes Aswin Siregar, dikutip dari Merdeka.com.
" Mereka menyadari bahwa organisasi NII adalah organisasi yang menyimpang dan terlarang," jelasnya.
Pelepasan baiat yang dilakukan para eks anggota NII dikatakan Aswin tanpa paksaan dari pihak manapun. Murni dari diri mereka sendiri.
" Pelepasan baiat atas kesadaran sendiri dan ingin hidup beragama dan bermasyarakat yang baik dan patut kepada NKRI," sambungnya.
Ikrar sumpah setia dilakukan secara bergantian dan turut disaksikan oleh Kasatgaswil Densus 88 Bali Kombes I Ketut Widhiarto, Kapolresta Denpasar AKBP Bambang Yugo Pamungkas, hingga Ketua GP Ansor Bali, H Yusuf Naim.
" Melaksanakan kegiatan acara ikrar sumpah kesetiaan NKRI, oleh 25 target teror kelompok Negara Islam Indonesia (NII) yang dilaksanakan secara perorangan dan bergantian," tutup Aswin.
Setelah itu, Kasatgaswil Densus 88 Bali Kombes I Ketut memberi bingkisan berupa parsel kepada 25 anggota eks NII tersebut untuk merayakan Hari Raya Idul Fitri 2022.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya