Nadiem Makarim Belajar dari Film 3 Srikandi

Reporter : Nur Ulfa
Minggu, 24 April 2022 17:20
Nadiem Makarim Belajar dari Film 3 Srikandi
Nadiem berpesan untuk terus melanjutkan perjuangan kartini

Dream - Pusat Penguatan Karakter (Puspeka) Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek), melaksanakan kegiatan nonton bareng virtual film 3 Srikandi dan webinar Jumpa Sapa untuk memeringati Hari Kartini 21 April 2022.

Acara itu membahas tentang profil pelajar Pancasila, kesetaraan gender, inklusivitas, serta penuntasan kekerasan seksual. Kegiatan yang bertema Dari Srikandi Untuk Kartini ini bertujuan untuk mengingat kembali semangat emansipasi perempuan yang dulu diperjuangkan R.A. Kartini.

Mendikbudristek, Nadiem Anwar Makarim, menyoroti perjuangan R.A. Kartini yang punya kepedulian besar terhadap pendidikan kaum perempuan meski ia masih belia. Kartini bahkan menuliskan pemikirannya untuk menentang segala batasan yang menghalangi kemajuan perempuan di masa itu.

" Selamat Hari Kartini. Mari, terus lanjutkan semangat perjuangan perempuan Indonesia. Maju terus Kartini masa kini," ucap Nadiem Makarim lewat webinar, Jumat, 22 April 2022.

1 dari 1 halaman

nadim© dream

Nadiem juga mengungkapkan bahwa perjuangan Kartini di masa lalu memberikan kebebasan wanita di masa sekarang untuk bebas menentukan pilihan.

" Sekarang kita lebih leluasa menentukan pilihan, khususnya dalam hal pendidikan. Tapi perjalanan kita mewujudkan cita-cita Merdeka Belajar masihlah panjang," ucapnya.

Sementara itu, Arawinda Kirana, pemeran dalam film 3 Srikandi berpesan kepada generasi muda untuk terus belajar, bergerak, dan berkarya dari berbagai hal positif di lingkungan sekitar.

" Saya bangga banyak perempuan sekarang yang berani untuk mengutarakan pendapatnya. Semoga ini bukan hanya tren namun perempuan masa kini memang benar-benar memahami pentingnya berpikir kritis dan logis. Mari, kita ciptakan ekosistem yang aman dan nyaman bagi sesama manusia," kata Arawinda.

Film 3 Srikandi mengangkat tema perjuangan tiga atlet panahan wanita dengan berbagai latar belakang mewujudkan mimpinya meski harus melewati berbagai tantangan. Akhirnya, mereka berhasil membuktikan diri menjadi pemenang atas (ego) diri mereka sendiri sekaligus pemenang dalam kompetisi olah raga tingkat dunia. Film ini sarat akan isu kesetaraan gender.

Beri Komentar