6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang
Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
China Eastern (Foto: Unsplash.com/John Mc Arthur)
Dream - Sejumlah orang mengaku mendengar ledakan keras saat pesawat Boeing 737-800 milik China Eastern Airlines yang terbang dari Kunming, Provinsi Yunan, ke Guangzhou, Provinsi Guangdong, jatuh di Desa Molang, Tengxian, Wuzhou. Puing-puing pesawat itu ditemukan Daerah Otonom Etnis Zhuang Guangxi, China selatan.
" Saya mendengar raungan pesawat di sisi lain bukit. Sedetik kemudian, ada ledakan," kata salah seorang pekerja di dekat lokasi jatuhnya pesawat tersebut.
Ada 123 penumpang dan sembilan kru di dalam pesawat dengan kode penerbangan MU5735 itu. Namun menurut penyiar media China, CCTV, hingga Senin kemarin belum ditemukan para penumpang pesawat tersebut.
" Puing-puing pesawat ditemukan di tempat kejadian, tetapi sampai sekarang, tidak ada satu pun dari mereka yang kehilangan kontak telah ditemukan," kata penyiar CCTV.
Seorang penduduk desa, Chen Weihao, mengaku sedang bekerja di ladang saat dia melihat sebuah pesawat menukik.
" Pesawat tampak utuh ketika menukik. Dalam hitungan detik, jatuh," kata Chen. Dia menambahkan bahwa lokasi jatuhnya pesawat itu berada di celah gunung yang tidak berpenduduk.
Terbang di atas Wuzhou di China selatan, insiden itu terjadi sekitar pukul 14.20, kurang dari satu jam sebelum pesawat dijadwalkan tiba di Guangzhou pada pukul 15.05, waktu setempat.
FlightRadar24 yang memantau data penerbangan, mendatakan pesawat turun dari ketinggian 29.100 kaki (8869m) ke 9075 kaki (2766m) dalam dua menit dan 15 detik. Pesawat sempat stabil selama 10 hingga 20 detik, sebelum akhirnya jatuh lagi.

Tidak ada lagi data yang terekam mulai pukul 14.22 saat pesawat tercatat sedang melakukan perjalanan di ketinggian 3225 kaki (982m).
Selanjutnya, FlightRadar24 melaporkan pesawat jatuh dari ketinggian 29.100 kaki (8869m) menjadi 3225 kaki (982m) dalam waktu kurang dari tiga menit.
Selama waktu ini, seorang ahli penerbangan mengklaim pilot tidak berdaya untuk menyelamatkan pesawat, karena penurunan ketinggian yang besar akan membuat penumpang dan awak tidak sadarkan diri.
Kecelakaan ini mengakibatkan pesawat China Eastern terbakar di Daerah Otonomi Guangxi yang juga menyebabkan kebakaran hutan di perbukitan Kabupaten Tengxian.
L
Data satelit NASA menunjukkan, terjadi kebakaran besar di area yang sama di mana pesawat jatuh pada saat kecelakaan.
Seorang penduduk desa bermarga Liu mengatakan kepada Kantor Berita China yang dikelola pemerintah, bahwa dia telah mengendarai sepeda motor ke tempat kejadian setelah mendengar ledakan keras.

Dia mengatakan dia melihat puing-puing di tanah, termasuk sayap pesawat dan potongan-potongan pakaian yang tergantung di pohon.
Penyiar media pemerintah China Central Television melaporkan bahwa pesawat itu jatuh di daerah Teng dekat Wuzhou. Laporan itu menambahkan bahwa tim penyelamat dikirim ke tempat kejadian.

Seorang penduduk desa mengatakan kepada situs berita lokal, bahwa pesawat yang terlibat dalam kecelakaan itu " benar-benar hancur" . Dia telah menyaksikan kawasan hutan di dekatnya dihancurkan oleh api yang disebabkan ketika pesawat itu jatuh ke lereng gunung.

Sumber: news.com.au
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
